Pasar Nyentrik dan Paling Ramah Lingkungan di Kendal Itu Bernama Karetan

Perpaduan nyentrik antara anak muda milenial dan masyarakat lokal yang penuh tradisi

Pasar Karetan yang terletak di Radja Pendapa Camp, Desa Segrumung, Meteseh, Kecamatan Boja, Kendal, merupakan wisata pasar rakyat paling ramah lingkungan yang sangat memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Di pasar ini, bahan-bahan plastik, mika, styrofoam tidak boleh digunakan.

Pasar Karetan, pasar ramah lingkungan yang cocok bagi generasi milenial. | viva.id

Dari selfie sampai melukis layang-layang

Untuk pertama kalinya, Pasar Karetan digelar pada 5 November 2017 lalu dan akan terus diadakan setiap hari Minggu. Salah satu daya tarik Pasar Karetan adalah adanya 1001 spot bagi para generasi milenial yang hobi selfie.

Disediakan 1001 spot bagi pengunjung Pasar Karetan yang hobi fotografi dan selfie. | nurulnoe.com

Selain selfie, pengunjung juga akan menemukan warung-warung tempo dulu, hiburan musik di panggung utama, dan pastinya aneka kuliner tradisional seperti gendar pecel, bakso batok, bubur ketan durian, minuman dawet, gudeg, serta sajian kopi lokal khas Temanggung.

Semua kuliner dijajakan dengan konsep tempo dulu. | nurulnoe.com

Masih ada lagi, pengunjung juga bisa mencoba tracking menyusuri hutan, cross country melewati pematang sawah, atau memainkan beberapa permainan anak-anak seperti egrang, dakon, jalan di atas batok, dan lomba melukis layang-layang.

Tempat berkumpulnya generasi milenial dan penduduk lokal

Sebuah wahana baru juga hadir di lokasi ini, yaitu olahraga panahan yang bekerjasama dengan Semarang Archery School. Selain panahan, Pasar Karetan bekerjasama dengan Sampahmuda, sebuah startup yang bergerak di bidang bank sampah.

Panahan, wahana baru yang diharapkan bisa mendongkrak pengunjung.  twitter.com

Sampahmuda merupakan platform pengelolaan sampah, wadah bagi masyarakat yang ingin belajar bagaimana mengelola dan mendapatkan uang dari sampah untuk kemudian belanja apapun di situs sampahmuda.com.

Dalam hal ini, semua sampah di Pasar Karetan akan dikumpulkan lalu dipilah. Sampah organik akan dijadikan pupuk, dan sampah non-organik akan jadikan dekorasi.

Ya, Pasar Karetan merupakan perpaduan nyentrik antara anak muda milenial dan masyarakat lokal yang penuh tradisi. Yang satu hidup di online, yang satu di offline, bertemu di Pasar Karetan.

Kalau kamu tertarik mengunjungi Pasar Karetan, sebelum masuk kamu harus menukar uang di stan khusus dulu, karena uang yang berlaku untuk digunakan berbelanja adalah koin pecahan nominal Rp2.500, Rp5 ribu dan Rp10 ribu.

Bagaimana.. suka dengan apa yang baru saja kamu baca? Kalau iya, maka jangan ragu untuk membagikannya kepada teman dan orang-orang tercinta.

Salam, dan jangan lupa bahagia!

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *