Alih-alih Bahagia, Kenapa Pasangan yang Mau Menikah Malah Sering Bertengkar? Ini Alasannya

Pertengkaran jelang pernikahan bukan tanda ketidakcocokan, jadi bertahanlah!

Mungkin kasus ini pernah menimpa kamu sebelum menikah, atau malah sedang kamu alami sekarang. Pertengkaran memang sangat wajar terjadi dalam sebuah hubungan cinta. Bahkan pasangan yang hendak menikah saja tak pernah luput dari namanya pertengkaran. Bertengkar sebelum menikah nyatanya adalah hal yang wajar, bahkan sangat wajar terjadi kepada setiap pasangan. Nggak cuma kamu aja.

Pertengkaran jelang pernikahan (SheKnows)

Bahkan sebelum menikah saja sudah ada ujian pertama yang menghadang. Tapi tentunya kamu tak boleh langsung menyerah begitu saja. Pertengkaran sebelum menikah bukanlah tanda ketidakcocokan. Ada beberapa penyebab kenapa kamu dan pasangan cenderung sering bertengkar jelang pernikahan.

Perbedaan pendapat

Hal pertama yang jadi penyebab adanya pertengkaran adalah ekspetasi tentang pernikahan yang terlalu tinggi. Memang, pernikahan terjadi sekali seumur hidup hingga harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Karena pernikahan juga merupakan acara dua keluarga besar, campur tangan pihak ketiga tak bisa dihindarkan.

Perbedaan pendapat (youtube.com)

Mungkin mama papa inginnya mengadakan pesta outdoor agar suasana terasa lebih segar karena di alam. Tapi mertua ingin pesta indoor karena takut cuaca yang tidak menentu. Atau mungkin mama ingin cateringnya ini tapi calon mertua ingin catering yang begitu. Tentu ini akan menjadi pilihan sulit bagi calon pengantin hingga perdebatan terkadang tak bisa dihindari.

Adat

Beruntung jika kamu dan pasangan memiliki adat yang sama hingga tak menimbulkan selisih paham. Tapi jika kalian berbeda adat, ini bisa jadi pemicu perselisin. Tradisi keluarga merupakan hal krusial yang sering membuat dilema calon pengantin. Apalagi jika kedua adat ternyata sedikit bertentangan satu sama lain.

Perbedaan adat (c4assets.com)

Pemikiran tenang dan rajin diskusi menjadi cara untuk menyelesaikan topik sensitif ini. Namun jika kamu bisa menghadapi ini dengan baik dan lancar, justru kamu punya kesempatan lebat untuk mengenal lebih dekar keluarga calon pasangan.

Keuangan

Tak dipungkiri, menikah membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi jika kamu berniat mengadakan pesta resepsi. Pengeluaran harus benar-benar dipikirkan dengan matang agar tak terjadi pembengkakan. Karena masalah uang adalah yang paling sensitif, diskusikan dengan pasangan bagaimana kalian akan menggunakannya.

Keuangan (huffpost.com)

Apakah mengalokasikannya untuk gaun pengantin yang indah tapi mahal ataukah untuk honey moon saja. Yang paling penting, kalian harus punya satu pemikiran. Kalau pemikiran berbeda tentang uang ini, maka perselisihan bisa terjadi.

Keterlibatan calon pengantin pria

Memang, hampir 80% persiapan pernikahan biasanya dilakukan oleh calon pengantin wanita saja. Sementara calon pria hanya “manut” dan menanti hasil akhir. Namun ternyata hal ini juga bisa jadi pemicu pertengkaran lho. Jangan lakukan persiapan sendirian, ajak dia setidaknya untuk menentuka dekorasi bersama atau memilih makanan yang akan disajikan.

Keterlibatan calon pengantin pria (rd.com)

Jangan sampai ada masalah yang disembunyikan. Memaksanya untuk mengikuti setiap kemauan juga jangan dilakukan. Karena pernikahan adalah perayaan bersama antara keluarga pria dan wanita. Jad sebagai wakil keluarga, dia tetap harus ambil bagian dan ikut memutuskan.

Jika semua poin di atas bisa kamu lalui dengan baik, pertengkaran akan terminimalisir. Bukan berati hilang sepenuhnya, karena pertengkaran tetap akan ada sebagai salah satu ujian jelang pernikahan.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *