Soal Mendapatkan yang Terbaik, Itu Semua Tergantung Seberapa Baiknya Kamu

Jadi, jangan dulu menyalahkan orang lain

2.1k
SHARES

Percayalah, apa yang kita dapatkan adalah apa yang sesuai dengan kepantasan kita menerimanya. Semua selalu sama. Dan itulah mengapa, ada sebuah ungkapan yang menurut saya sangat benar bahwa pasangan kita adalah cerminan diri kita. Jadi, bagaimana dengan pasanganmu? Apakah dia benar-benar baik, sangat setia, atau.. brengsek?


Pasangan kita adalah cerminan diri kita. | pexels.com

Bagaimana pun kamu menilainya, terima saja karena memang seperti itulah cerminan dirimu. Kalau kamu pikir ada yang salah, ya perbaiki dulu idealisme mengenai kriteria pasanganmu, untuk kemudian terapkan pada diri sendiri agar kamu bisa mendapatkan pasangan yang kamu mau. Jangan tidak mau usaha apa-apa, tapi maunya mendapatkan pasangan yang sempurna sesuai idealismemu. Giliran mendapatkan pasangan yang jauh dari harapan, bisanya hanya menyalahkan orang.

Di mana level-mu?

Lalu bagaimana kalau kamu sudah merasa cukup baik dalam melakukan itu semua, namun kamu belum juga mendapatkan pasangan yang setara? Kalau memang seperti itu, (lagi-lagi) percayalah bahwa Tuhan selalu menyiapkan jodoh yang setara. Setara di sini bukan berarti hanya soal rupa, sosial, dan finansial, namun juga soal pandangan hidup dan bagaimana cara untuk menjalaninya.

Percayalah bahwa Tuhan selalu menyiapkan jodoh yang setara. | pexels.com

Agar lebih paham tentang kesetaraan, beberapa dari kamu mungkin hanya perlu sedikit disadarkan di mana sebenarnya level-mu berada, baru kemudian berjalan berdampingan bersama pasangan, bersama-sama. Namun bagi kamu yang meskipun sudah ditunggu, diajari, dan disadarkan namun masih saja tidak paham-paham, berarti kamu memang termasuk kategori manusia yang tidak bisa dipaksakan.

Seni hidup berpasangan dan kepantasan

Tidak ada yang salah dalam hidup berpasangan, karena itu merupakan satu-satunya cara bagi dua insan untuk berjalan bersama dan beriringan. Jadi, kalau kamu merasa punya keinginan dan cara menjalani hidup yang berbeda dengan pasanganmu, silahkan duduk bersama untuk mendiskusikan. Menemui jalan buntu? Lebih baik berpisah ketimbang membuang banyak waktu dan energi dengan percuma.

Kalau ada keinginan hidup yang berbeda, silahkan duduk bersama untuk mendiskusikan. | pexels.com

Ada salah satu pihak yang patah hati, menangis, dan menyesal itu wajar. Karena kadang, apa yang kamu perjuangkan mati-matian tetap tidak akan menjadi milikmu. Selama kamu belum layak menerimanya, maka kamu tidak akan pernah layak menerimanya. Bisa jadi karena kamu lebih baik dari pasanganmu, atau justru dia yang jauh lebih baik dari kamu.

Namun kalau kamu keukeh ingin terus bersamanya, belajarlah untuk menyamakan langkah. Entah itu kamu yang harus berjalan lebih kencang, atau meminta dia untuk sedikit berjalan pelan. Karena memang seperti itulah seni terindah dalam hidup berpasangan dan kepantasan kita untuk mendapatkan yang terbaik.

Selamat menjadi dan mencari pasangan yang terbaik!

2.1k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."