Kisah Heroik Mereka yang Kehilangan Nyawa Saat Teror Bom, #janganpernahtakut!

Kita patut angkat topi kepada mereka!

Apapun alasannya, terorisme yang mengakibatkan korban nyawa tidaklah dibenarkan dalam sudut pandang apapun, baik hukum agama maupun negara.  Kecaman dan kutukan memang pantas kita tujukan kepada mereka yang telah menebar teror, kebencian, dan kerusakan.

Lawan terorisme (elshinta.com)

Namun, sudah menjadi hukum alam, setiap ada sosok “antagonis” maka disitu ada sosok heroik yang rela berkorban untuk menyelamatkan banyak nyawa. Pun dalam berbagai serangan teroris di Indonesia, ada kisah-kisah heroik mereka yang rela kehilangan nyawa demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya.

Siapa sajakah pahlawan-pahlawan kemanuisaan yang rela mengorbankan nyawanya tersebut?

1. Yesayas, security yang rela korbankan nyawa demi halangi pelaku bom bunuh diri di Surabaya

Yesayas merupakan Security yang bertugas menjaga Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berada di jalan Diponegoro, Suarabaya, Jawa Timur. Saat gereja tersebut diteror bom bunuh diri, Yesayas merupakan orang yang paling dekat dengan pelaku bom bunuh diri tersebut.

Yesayas menjadi salah satu korban pada teror bom di Surabaya (tribunnews.com)

Yesayas rela mempertaruhkan nyawa setelah ia menghalangi pelaku bom bunuh diri yang hendak masuk ke gereja. Bom pun akhirnya meledak tepat di depannya, ia terluka pun terluka parah.

Mungkin di mata kita Yesayas hanya seorang security, namun pengorbanannya yang heroik itu, membuatnya lebih mulia dibandingkan dengan orang yang mengaku paling suci, namun justru melakukan pembunuhan dengan bom bunuh diri.

2. Bayu sosok heroik pada pengeboman Gereja Santa Maria yang kini telah gugur

Bom yang menyerang di Surabaya juga terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB). Pada serangan bom tersebut, setidaknya beberapa nyawa melayang akibat ulah para teroris tersebut, termasuk diantaranya ialah Bayu, seorang Kordinator Relawan Keamanan Gereja di Surabaya.

Foto Bayu dan Istrinya sebelum kejadian kelam menimpanya (tribunnews.com)

Bayu meninggal setelah ia menghalangi laju sepeda motor pelaku bom bunuh diri yang ingin menerobos masuk ke kawasan gereja. Namun Bayu berhasil menghalanginya, nahas memang ia harus membayar mahal kisah heroiknya tersebut dengan nyawanya.

Jika saja Bayu tidak menghadang sepeda motor pelaku bom bunuh diri, dan teroris tersebut berhasil masuk ke kawasan gereja yang sedang ramai-ramainya., maka sudah dipastikan korban nyawa akan lebih banyak.

3. Riyanto, Banser yang meninggal memeluk bom demi mengamankan gereja pada malam natal

Riyanto merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang saat malam natal pada tahun 2000 bertugas ikut mengamankan gereja Eben Haezer, Mojokerto Jawa Timur.

Pada saat melakukan penjagaan di sekitar gereja, Riyanto kemudian menemukan bungkusan mencurigakan di dalam gereja. Setelah ia membukanya, ternyata bungkusan tersebut ialah bom yang dalam hitungan detik akan meledak.

Riyanto menjadi ikon toleransi umat berama di Indonesia setelah aksi heroiknya menyelamatkan jamah gereja (tribunnews.com)

Riyanto lantas mengambil bungkusan bom tersebut seraya teriak tiarap kepada para jemaat. Banser muda ini kemudian lari sembari memeluk bungkusan tersebut ke luar gereja agar bom tidak meledak dalam gereja yang saat itu penuh dengan jemaat.

Bom sempat dilemparkan Riyanto ke tempat sampah, namun terpental. Kemudian Riyanto mengambilnya kembali dan berlari menjauh ke gereja agar tidak ada korban jiwa pada ledakan bom itu.

Kisah heroik diangkat dalam fil layar lebar, Reza rahadian berperan sebagai Riyanto (maurisazinira.blogspot.co.id)

Tapi sayang, sebelum bom itu benar-benar dijauhkan, senjata pembunuh itu meledak dalam pelukan Banser heroik berusia 25 tahun ini. Atas keberanian dan jiwa kepahlawanan Riyanto, kisah Banser tangguh ini pun kemudian diangkat ke dalam film layar lebar.

Itulah beberapa kisah heroik mereka yang rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan banyak nyawa dalam peristiwa serangan bom.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah-kisah di atas ialah, tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan tentang kekerasan, dan dalam membantu persoalan kemanusiaan tidak perlu memandang apa latarbelakang agamanya.

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *