Pahala yang Begitu Menggiurkan Bagi Orang yang Tidur Seharian

Bantal mana bantal?

Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Dan sepertinya, sikap menahan diri ini tensinya akan lebih terasa di saat kita sedang terjaga dibandingkan sambil tidur. Apa betul? Lalu, apakah menahan diri sambil mimpi indah masih bisa dikategorikan menahan diri?

Baca juga : Softex dan 8 Merek Lain yang Justru Dipakai untuk Mengganti Nama Sebenarnya

Apakah tidur termasuk menahan diri selama berpuasa? | arah.com

Kemungkinan besar memang seperti itu, karena Allah memiliki perhitungan yang sangat luas dalam hal membagi-bagikan rahmat-Nya. Karena Allah tetap memberikan pahala yang begitu menggiurkan bagi siapa pun yang berpuasa sambl tidur. Karena, tidur pun merupakan rahmat yang tak ternilai dari-Nya.

Hukum agama tetap berlaku ketika kita tidur

Ada pendapat yang sangat bisa dipercaya mengatakan, tidur yang menghabiskan waktu sehari penuh tidak masalah secara agama karena pelakunya tetap dinilai sebagai pihak yang terkena hukum-hukum agama. Dia tetap wajib mengqadha’ kewajiban shalat yang terlewat karena tidur. Karena dia akan tetap terjaga kalau dibangunkan, berbeda dengan orang pingsan, misalnya.

Sama seperti orang yang terjaga, orang yang tidur juga tetap terkena hukum-hukum agama | ruliamrullah.wordpress.com

Karena pelakunya tetap dinilai sebagai pihak yang terkena hukum-hukum agama, maka dia pun tetap mempunyai hak penuh untuk diberi pahala karena puasanya. Benar?

Puasa dan kewajiban lain di luar puasa

Meskipun begitu, tetap saja, kita tidak boleh menyalahgunakan rahmat Allah yang luas itu dengan memilih tidur seharian. Karena walau bagaimana pun, tadarus Al-Qur’an, mempelajari ilmu-ilmu agama, berdzikir, sedekah, atau melakukan aktivitas-aktivitas manusiawi lainnya masih jauh lebih baik daripada tidur seharian dari habis imsya’ sampi menjelang bedug Maghrib.

Selain berpuasa, kita tetap punya kewajiban lain yang harus dilakukan | urwantojil.blogspot.co.id

Dan bukankah kita sebagai manusia yang bertanggung jawab masih punya kewajiban lain selama menjalankan ibadah puasa? Selama berpuasa, kita tetap harus menjalani aktivitas sehari-hari sebagaimana biasanya, bekerja di sawah, menyelesaikan tugas-tugas kantor, mengerjakan soal-soal dari guru, atau bertransaksi dengan para pembeli.

Puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk tidur atau menurunkan tensi aktivitas harian, karena kita menjalani hidup ini bukan sekadar untuk mencari pahala. Pahala sudah tentu menjadi urusan Allah. Tetapi kita, masih memiliki kewajiban-kewajiban lain selain menjalankan puasa menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya.

Terjaga sambil mengunci mulut rapat-rapat

Namun perlu diingat juga, tidur bisa menjadi pilihan paling masuk akal daripada melakukan hal yang jelas-jelas membatalkan pahala puasa seperti berbohong, menggosip, menghasut, atau mem-bully orang di media sosial.

Walau bagamana pun, tidur masih jauh lebih baik ketimbang harus menggosip atau melakukan hal yang jelas-jelas membatalkan pahala puasa | flickr.com

Jadi, menurut saya, pilihan terbaik adalah kita berpuasa dengan mengunci mulut rapat-rapat sambil tetap menjalankan kewajiban, daripada tidur seharian atau sibuk melakukan hal yang jelas-jelas membatalkan pahala puasa.

Wallahu a’lam.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Faktanya Pacaran Sama Teman Sekantor Memang Banyak Ruginya, Ini Alasannya!

Sadis dan Vulgar, 4 Film Kartun Ini Jangan Sampai Ditonton Si Buah Hati