Orang Jawa Adalah Penjunjung Tinggi 5 Filosofi Hidup Bahagia

Akrab, hangat, dan bermartabat

1.3k
SHARES

Dari dulu, orang Jawa dikenal sebagai masyarakat yang penuh filosofi. Hampir tidak ada yang tidak berarti bagi mereka, bahkan untuk hal yang sangat sederhana sekali pun. Itulah mengapa, mereka tumbuh berkembang menjadi msyarakat yang begitu akrab dan hangat. Juga bermartabat.

Masyarakat Jawa itu selalu akrab, hangat, dan bermartabat – teaterkatak.org

Itulah mengapa juga, banyak orang di luar kebudayaan Jawa yang kemudian tertarik untuk bisa berbaur di antara mereka. Begitu pun sebalilknya, orang Jawa yang merantau ke daerah lain mampu bertahan hidup dan hidup harmonis dengan masyarakat setempat.

Memangnya, apa yang bisa membuat orang Jawa searif dan sehebat itu? Tidak lain, adalah karena lima filosofi penentu bahagia yang selalu mereka junjung berikut ini.

1. Ramah kepada siapa pun

Keramahan orang Jawa sudah terkenal luas di seluruh Indonesia. Nyatanya, sifat kalem inilah yang menjadi modal utama bagi siapa pun untuk bisa bersosial dengan baik. Kamu, pasti akan mendapat senyum dan anggukan setiap kali melewati mereka sambil melempar kata sapaan “monggo…”

Kapan dan di mana pun, orang Jawa selalu ramah dengan siapa pun – kaskus.co.id

2. Kesopanan yang dijaga kuat

Dari cara berbicara dan memilih kosakata, orang Jawa membuktikan kalau mereka mempunyai norma kesopanan yang sangat kuat. Mereka mempunyai beragam kosakata untuk menunjukkan kesopanan itu pada orang-orang dengan usia tertentu.

Hanya dengan berbahasa pun, orang Jawa pintar menunjukkan kesopanannya – skhatzey.blogspot.com

Misalnya saja, orang yang lebih muda akan menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau dihormati. Sedangkan ketika ngobrol santai dengan teman sebaya, mereka bisa mengaplikasikan bahasa Jawa Ngoko yang lebih fleksibel.

Itu artinya, masyarakat Jawa mampu menunjukkan rasa sopan hanya dengan berbahasa saja.

3. ‘Guyub rukun agawe santosa’

Untuk bisa terus hidup berdampingan dengan penuh kebersamaan, orang Jawa sangat suka melakukan sesuatu dengan cara bergotong-royong. Ini, adalah wujud dari salah satu filosofi ‘guyub rukun agawe santosa’ (kebersamaan dan kerukunan akan menciptakan kesejahteraan).

Gotong royong adalah salah satu kebiasaan yang membuat masyarakat Jawa selalu hidup berdampingan – hendricuswidiantoro.wordpress.com

4. ‘Mangan ra mangan sing penting ngumpul’

Ini dia salah satu ajaran budaya Jawa yang membuat masyarakatnya sangat memperhatikan kepentingan bersama. Bagi mereka, kumpul bersama keluarga dan sanak saudara jauh lebih penting ketimbang sesuap nasi.

Bagi orang Jawa, kebersamaan jauh lebih penting dari sesuap nasi – gndhokkulon.com

Ajaran ‘Mangan ra mangan sing penting ngumpul’ atau ‘makan nggak makan yang penting ngumpul’ ini selalu melekat erat di setiap hati dan pikiran mereka.

5. ‘Alon-alon waton kelakon’

Kalau kamu sering melihat orang Jawa yang melakukan sesuatu dengan santai, itu bukan karena mereka malas. Tapi, itu karena mereka sedang membuktikan bahwa prinsip ‘alon-alon waton kelakon’ (pelan-pelan yang penting selesai) itu ada benarnya.

Tidak ada kata malas bagi orang Jawa, yang ada adalah menikmati setiap proses dengan penuh kebahagiaan – campur-campur.com

Mereka membuktikan, bahwa kebahagiaan yang sebenarnya itu tidak terletak pada hasil, tapi pada proses untuk mencapainya. Dengan kata lain, melakukan sesuatu sambil tergesa-gesa itu bukanlah hal yang baik.

Prinsip ini juga membuat mereka fokus pada apa yang sedang ada di hadapan mereka, keluarga, kerabat, dan hal-hal sederhana lain tanpa memusingkan apapun yang belum mereka miliki.

1.3k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."