Bukan Cuma Soal Etika, Ini 4 Alasan Kenapa Orang Jaman Dulu Tak Tersenyum Ketika Difoto

Coba tanya kakek nenek, pernah senyum saat foto nggak?

967
SHARES

Bagi orang jaman sekarang, berfoto selfie merupakan hal yang sangat biasa dilakukan. Selfie bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bahkan dengan kecanggihan teknologi kamera terkini, selfie bisa dilakukan di bawah air sekalipun. Kemudahan dalam berfoto ini kemudian dimanfaatkan untuk merekam momen-momen berharga. Agar tak terkesan kaku, foto selfie biasanya dilakukan dengan berbagai macam pose dan juga ekspresi yang beragam. Ada ekspresi sedih, tertawa, marah hingga sekedar senyum seadanya.


Foto orang jaman dulu tanpa senyum (blogspot.com)

Jika pengambilan foto jaman sekarang lebih bebas dan fleksibel, sangat berbeda dengan jaman dulu yang terkesan sangat kaku. Kamu bisa lihat beberapa contoh foto hitam putih jaman dulu milik papa atau mama, bahkan milik kakek nenek kalau ada. Kamu akan menemukan sekian perbedaan drastis. Terlepas dari teknologi yang dipakai, orang-orang jaman dulu cenderung tak pernah menunjukkan senyum ketika difoto.

Bukan tanpa alasan, ekspresi senyum maupun tertawa saat foto dianggap melanggar etika pada jaman dulu. Tak hanya itu ada beberapa alasan lainnya kenapa orang-orang dulu selalu pasang wajah kaku tanpa senyum, bahkan saat momen bahagia sekalipun.

1. Adanya etika-etika yang berlaku di masyarakat

Hal pertama yang membuat senyum hilang dari foto jaman dulu karena adanya batasan-batasan dalam etika. Etika ini utamanya berlaku bagi orang-orang dan keluarga bangsawan. Mereka menganggap memperlihatkan gigi saat difoto merupakan hal yang tidak sopan., apalagi jika dibarengi tertawa.

Adanya etika-etika yang berlaku di masyarakat (suara nurani – blogger)

Bagi kaum bangsawan, orang yang tersenyum saat difoto justru terlihat konyol dan juga bodoh. Mereka menilai, senyuman seperti itu hanya pantas dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan dan juga miskin.

2. Proses pengambilan foto tak sesederhana sekarang

Jika sekarang kita bisa berfoto dimanapun dan kapanpun dengan sangat mudah, orang jaman dulu tak bisa melakukannya. Orang jaman dulu hanya melakukan sesi foto pada momen-momen tertentu saja. Oleh karena itu foto dilakukan saat bersama banyak orang. Kalaupun ada foto individu, biasanya hanya kaum bangsawan yang bisa melakukannya.

Proses pengambilan foto tak sesederhana sekarang (now.uiowa.edu)

Karena teknologinya tak semudah sekarang, orang jaman dulu menganggap berfoto merupakan proses yang rumit sehingga jarang dilakukan. Oleh karena itu saat berfoto mereka tak menampakkan senyum pada raut muka.

3. Menggunakan teknologi kamera kuno

Jaman sekarang kamu bahkan bisa berfoto hanya dengan kamera handphone yang praktis dan bisa dibawa kemanapun. Sangat berbeda dengan jaman dulu, dimana kamera masih belum secanggih sekarang. Kamu pasti pernah menonton adegan film sejarah saat tokohnya sedang berfoto kan? Lihatlah, kameranya sebesar apa.

Menggunakan teknologi kamera kuno (wikimedia.org)

Sang fotografer harus memasukkan kepala ke kain hitam di belakang kamera dan memegang lampu. Pengambilan foto pun membutuhkan waktu beberapa menit. Karena prosesnya yang lama ini wajar saja jika orang jaman dulu tak pernah tersenyum saat foto.

4. Menyembunyikan kekurangan

Kekurangan yang dimaksud disini adalah gigi yang rusak dan tidak terlihat rapi karena banyak yang dicabut. Meskipun tidak semuanya, satu dari sekian orang jaman dulu tidak tersenyum karena alasan ini. Mereka memilih pasang wajah kaku dan biasa saja untuk menyembunyikan kekurangan yang dimiliki.

Menyembunyikan kekurangan (Pinterest)

Bagi orang jaman dulu, satu-satunya cara untuk memperbaiki gigi rusak adalah dengan mencabutnya. Selain itu orang tua dulu suka sekali mengunyah sirih, hal ini juga yang kemudian membuat warna gigi berubah. Sehingga akan terlihat sangat aneh apabila tersenyum dan memperlihatkan deretan gigi yang tidak lagi utuh atau warna yang tak lagi putih.

Nah itulah beberapa alasan kenapa orang jaman dulu enggan tersenyum saat foto. Bahkan kebiasaan tersebut terbawa hingga sekarang. Lihat saja ketika kamu mengajak kakek nenek untuk berfoto, mereka tak akan tersenyum jika bukan kamu yang mengarahkan.

967
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"