Niat Umrah Nenek Penjual Telur Puyuh Ini Kandas Setelah Menjadi Korban First Travel

Nenek Martini mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari jualan telur puyuh untuk berangkat umrah.

Hampir menjadi mimpi semua umat muslim di dunia, untuk bisa menyaksikan secara langsung salah satu bangunan paling sakral bagi agama Islam, yaitu Ka’bah. Menginjakan kaki di tanah kelahiran Sang tauladan umat Islam, Nabi Muhammad SAW, dan bisa bersimpuh bersujud di depan tempat yang paling suci di muka bumi ini.

Baca juga : Belajar Dari Kasus Bos First Travel, Tidak Perlu Memaksakan Sesuatu Jika Kita Memang Tidak Mampu

Menginjakkan kaki ke tanah suci merupakan impian semua umat Islam di dunia ini (republika.co.id)

Salah satu orang yang memiliki mimpi bisa datang ke Baitullah ialah nenek Martini. Nenek berusia 71 tahun ini memiliki mimpi mulia bisa memenuhi panggilan Allah, untuk datang ke tanah suci. Meskipun ia hanya seorang nenek yang bekerja dengan berjualan telur puyuh, namun tekadnya kat untuk menjalankan ibadah umroh.

Nenek Martini mengumpulkan sedikit demi sedikit rupiah dari hasil jualan telur puyuh

Demi mewujudkan mimpinya untuk bisa menunaikan ibadah umroh, nenek Martini berjuang sedikit demi sedikit mengumpulkan rupiah dari jerih payahnya berjualan telur puyuh. Bahkan nenek Martini menyebutkan jika ia rela menabung selama 10 tahun untuk bisa menjalankan ibadah umroh.

Nenek Martini mengumpulkan rupiah dari jualan telur puyuh untuk bisa umroh (topikini.com)

Atas perjuangannya selama itu, nenek Martini akhirnya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp. 14.300.000. Ia kemudian mendapatkan kabar jika ada agen perjalanan umroh yang bisa mewujudkan mimpinya dengan anggaran sebesar itu.

Akhirnya nenek Martini pun menyetorkan uang yang selama ini ia dapatkan dengan susah payah kepada agen perjalanan yang dimaksud, yaitu First Travel. Nenek martini mendaftarkan diri sebagai calon jamaah umrah kepada First Travel pada tahun 2016 yang lalu.

Mimpi nenek Martini untuk berangkat umrah kandas setelah bos First Travel diketahui melakukan penipuan

Bagaikan petir di siang bolong, itulah yang dirasakan nenek Martini, saat ia mendapatkan kabar tertangkapnya bos agen perjalanan yang ia gunakan tertangkap polisi atas dugaan melakukan penipuan kepada ribuan calon jamaah haji dan umroh.

Mimpi nenek Martini untuk umroh kandas setelah ditipu frist travel (topikini.com)

Yah, biro perjalanan ibadah haji dan umroh bernama First Travel ternyata memiliki masalah. Ribuan jamaah umroh yang seharusnya sudah diberangkatkan harus terlantar dengan nasib yang tidak jelas.

rumah mewah bos first travel (tribunnews.com)

Mirisnya, miliaran rupiah uang jamaah yang terkumpul di First Travel di duga digunakan sang pemilik agen perjalanan tersebut untuk hidup foya-foya. Seperti yang diketahui, bos First Travel dikenal sebagai pasangan suami istri yang glamour.

di duga uang jamaah first travel digunakan untuk foya-foya sang pemilik agen perjalanan tersebut (tribunnews.com)

Mereka kerap memposting foto-foto saat melakukan perjalanan ke luar negeri, tidak hanya itu mereka juga memiliki deretan mobil mewah dan rumah megah bak istana di Sentul, Bogor. Bahkan kemewahan rumah milik bos travel bisa dilihat dari gorden (tirai penutup jendela) rumah tersebut yang ditaksir berharga 400 juta rupiah.

Rumah mewah bos first travel (youtube.com)

Nenek Martini sempat pingsan mendengar kabar jika ia gagal berangkat ke tanah suci

Kabar batalnya keberangkatan nenek Martini memang sangat menyakitkan buatnya. Betapa tidak, rupiah yang ia susah payah dapatkan dan penuh keringat untuk mengumpulkan harus hilang begitu saja. Mimpi menunaikan ibadah umroh yang ia idam-idamkan bertahun-tahun lamanya juga harus kandas begitu saja.

Nenek Martini sempat pingsan mengetahui dirinya gagal berangkat umroh (detik.net.id)

Padahal beberapa minggu sebelum jadwal pemberangkatan, nenek Martini sangat bahagia dan tidak sabar dengan hari pemberangkatan. Ia sudah menyiapkan segala termasuk menjahit sendiri batik biru yang akan ia kenakan saat hari pemberangkatan.

Nenek martini gagal berangkat umroh akibat penipuan frist travel

Tidak hanya itu, para tetangga juga sudah berdatangan untuk mengucapkan selamat dan turut mendoakan nenek 71 ini agar bisa menjalankan ibadah umroh dengan khusyu’. Selain mendoakan, para tetangga juga banyak yang membantu memberikan bekal nenek Martini untuk keperluan saat umrah nanti, seperi kerudung, baju, dan perlengkapan lainnya.

Saking kagetnya nenek Martini mendengar kabar tersebut, sampai ia sempat pingsan berkali-kali. Beberapa hari setelahnya juga ia kerap tidak bisa tidur dan hanya menangis menjadi-jadi.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

4 Tempat Terlarang yang Seharusnya Nggak Kamu Gunakan Untuk Pacaran

Jadilah Pahlawan dari Setiap Hubungan Cinta yang Kamu Perjuangkan