Karena Kekurangan Penduduk, Sekian Negara Ini Berharap Warganya Sering Berhubungan Seksual dan Mendapat Anak

Hmm~

Saat ini banyak negara-negara berkembang yang sedang kebingungan untuk mengatasi ledakan penduduk yang terjadi di wilayahnya. Sebut saja salah satunya Indonesia. Hanya dalam kurun waktu 40 tahun, pertambahan penduduk di Indonesia mencapai angka 100%. Dari jumlah penduduk yang hanya 97.985.000 jiwa pada tahun 1961, kini telah meningkat menjadi 203.456.000 jiwa pada tahun 2000.

Baca juga : Nggak Cuma Indonesia, Bahasa Jawa Juga Digunakan 6 Negara Ini Untuk Percakapan Sehari-hari

Ledakan penduduk (eventzero.org)

Tentu ini masalah yang serius. Mengingat ledakan penduduk akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Keterbatasan lahan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu pemerintah gencar mencanangkan program keluarga berencana hanya dengan dua anak saja.

Namun, disaat negara-negara berkembang ini sedang mencoba menghentikan ledakan penduduk. Sejumlah negara ini justru menganjurkan warganya untuk sering berhubungan seks. Tujuannya tak lain untuk menambah dan meningkatkan jumlah penduduk.

Denmark

Denmark menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah. Yaitu hanya sekitar 1,73. Bahkan salah satu perusahaan travel disana ikut mendukung agar masyarakat memiliki banyak anak dengan cara menawarkan perlengkapan bayi selama tiga tahun bagi pasangan yang memesan paket liburan melalui perusahaan tersebut.

Denmark (telegraph.co.uk)

Rusia

Saat di Indonesia setiap pasangan berharap memiliki bayi, Rusia justru mengalami faktor anty-baby. HIV dan minuman keras yang marak disana membuat banyak wanita tak bisa punya anak, bahkan para pria meninggal di usia muda. Untuk itu pemerintah kemudian menetapkan tanggal 12 September sebagai hari libur untuk membuat anak. Dan untuk wanita yang melahirkan tepat 9 bulan kemudian (12 Juni) akan mendapatkan sebuah lemari es.

Rusia (billboard.com)

Jepang

Ada sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa 61 persen laki-laki yang belum menikah dan 49 persen perempuan berusia 18-34 tidak sedang memiliki hubungan yang romantis. Bahkan pemerintah menciptakan robot bayi yang dirancang untuk memberikan pandangan sebagai orang tua.

Jepang (thedailybeast.com)

Mahasiswa di Universitas Tsukuba berpendapat, dengan cara tersebut orang-orang muda bisa melihat apakah diri mereka berpotensial menjadi orang tua atau tidak. Dan secara emosional mereka akan lebih siap untuk berkeluarga.

Korea Selatan

Saking inginnya menaikkan jumlah penduduk, pemerintah Korsel bahkan mematikan listrik jam 7 malam pada hari rabu ketiga setiap bulannya sebagai hari keluarga. Saat listrik dimatikan, warga Korsel didorong untuk meluangkan waktu dirumah dan membuat anak.

Korea Selatan (businessinsider.com)

Italia

Kamu pasti tak akan menyangka bahwa negara yang cukup “bergairah” seperti Italia justru mengalami kekurangan penduduk. Nyatanya, Italia memiliki tingkat kesuburan yang berada di bawah rata-rata Eropa. Untuk itu pemerintah setempat mulai mengkampanyekan warganya untuk meningkatkan jumlah penduduk.

Italia (financialtribune.com)

Spanyol

Meningkatkan lapangan kerja justru membuat masyarakat Spanyol mengalami penurunan tingkat kesuburan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Spanyol bahkan mengangkat mentri khusus bidang seks agar dapat membalikkan keadaan.

Spanyol (vilagutazo.net)

Nah itulah sekian negara yang menginginkan warganya rajin-rajin ‘bikin anak’. Bahkan di Singapura dan Hong Kong, pemerintah menawarkan hadiah uang tunai yang disebut baby bonus bagi orang tua yang memiliki anak. Semakin banyak anak semakin banyak uang yang diterima.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

Ternyata Ini Alasan Mengapa Orang Cenderung Selingkuh di Usia 20-an

Sering Banget Disebut, Sebenarnya Generasi Milenial Itu Generasi yang Bagaimana?