Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama yang Mayoritas Penduduknya Adalah Warga Negara Indonesia!

Jangan-jangan, kamu salah satunya!

299
SHARES

Kamu sudah tahu negara Asgardia? Kalau kamu belum tahu dan langsung membuka Maps, saya jamin tidak akan ketemu. Karena, Asgardia adalah negara yang lokasinya berada di luar angkasa! Negara buatan Igor Ashurbeyli, seorang ilmuwan asal Rusia ini bahkan sudah menerima calon penduduk.

Asgardia, negara pertama yang lokasinya berada di luar angkasa.| asgardia.com

Meski baru sebatas konsep, Asgardia yang terinspirasi dari film Thor ini sudah memiliki ‘Pemerintah Asgardia’ dan memperbolehkan siapa pun dari seluruh penjuru Bumi untuk mendaftar menjadi Asgardians. Yang mengejutkan, sudah ada lebih dari setengah juta orang yang mengajukan aplikasi.

Syarat bagi calon Asgardians

Sama seperti ketika kita ingin mendaftar ke sebuah perusahaan, untuk menjadi Asgardians pun dibutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Selain melarang orang yang anti berbagi informasi secara transparan, Pemerintah Asgardia juga melarang hewan atau robot untuk mengikuti seleksi.

Untuk bisa tinggal di negara antariksa ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para calon Asgardians. | asgardia.com

Hingga artikel ini ditulis, Pemerintah Asgardia sudah melakukan verifikasi ke lebih dari 200 ribu calon Asgardians, yang berasal dari sekitar 200 negara. Berikut adalah press confrence dari Igor Ashurbeyli.

Indonesia menduduki posisi pertama

Menurut informasi dari web resmi Asgardia, ada lebih 6.000 WNI (Warga Negara Indonesia) yang sudah resmi mendaftar menjadi Asgardians. Jumlah ini adalah yang terbanyak dari seluruh negara di Bumi yang warganya mendaftar ke sana.

Warga Indonesia yang mendaftar berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan.

Warga negara Indonesia menjadi yang terbanyak yang mendaftar sebagai calon Asgardians. | asgardia.com

Ada lebih dari 855 orang dari Jakarta yang mendaftarkan diri untuk menjadi Asgardians. Disusul Bandung dengan 343 orang, Surabaya 248 orang, Tangerang 240 orang, dan Bekasi sekitar 231 orang. Hm.. apa saudara-saudara kita memang sudah bosan tinggal di Indonesia ya?

Usut punya usut, ternyata ada hal-hal menarik yang ditawarkan oleh Asgardia, yang membuat banyak warga Bumi benar-benar tertarik untuk migrasi ke negara antariksa itu. Apa saja?

1. Pemerintahan yang demokratis

Layaknya negara-negara Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. Seluruh Asgardians nantinya akan diminta untuk memberikan suara pada perumusan dasar Konstitusi Asgardia. Selain itu, mereka juga akan mengantongi dua kewarganegaraan, negara asal (di Bumi) dan Asgardia, tentu saja.

Nantinya, Asgardia akan menjadi negara yang benar-benar demokratis. | asgardia.com

2. Dipenuhi fasilitas berteknologi tinggi

Negara Asgardia akan menerapkan konsep futuristik layaknya pesawat luar angkasa megah yang ada di film-film fiksi ilmiah. Asgardians akan dimanjakan oleh banyak wahana berteknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang saat ini sedang dirancang oleh para ahli antariksa dari Kanada, Rumania, Rusia, serta Amerika Serikat.

Asgardians akan dimanjakan oleh banyak wahana berteknoligi canggih yang disediakan Pemerintah Asgardia. | asgardia.com

3. Dilindungi PBB

Asgardia akan mengajukan pengakuan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai negara pertama luar angkasa tahun depan. Jika Dewan PBB benar-benar menyetujui permohonan itu, maka dua per tiga anggota Majelis Umum Asgardia secara otomatis akan menjadi anggota Dewan PBB.

Ingin menjadi anggota PBB merupakan bukti keseriusan Pemerintah Asgardia. | asgardia.com

Asgardia adalah kesempatan besar bagi kamu yang muak dengan carut-marutnya Bumi dan ingin merasakan tantangan baru. Dan bagi kamu kaum Flat Earth, tentu saja, ini adalah kesempatan emas untuk membumi-hanguskan paham-paham Globe Earth, andai konsep negara Asgardia 100% hoax.

299
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."