Makan Nasi yang Masih Panas Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Alasannya!

Nasi panas memang nikmat sih, dimakan sama sambel saja sudah bisa menggugah selera :(

Nasi menjadi salah satu makanan pokok bagi orang Indonesia. Meski sudah makan sebanyak apapun, bagi mereka kalau belum makan nasi maka belum kenyang bahkan belum bisa disebut “makan”. Nasi biasa dikonsumsi dengan aneka macam lauk, mulai dari sayur, ikan, ayam, hingga daging. Apalagi jika dimakan dalam kondisi panas, maka bisa menambah cita rasa serta selera.

Nasi panas (staticflickr.com)

Sayangnya ada satu hal yang belum banyak diketahui tentang nasi yaitu, bila dimakan dalam kondisi panas maka bisa berbahaya bagi tubuh! Sudah ada penjelasan ilmiah yang juga membahas tentang efek samping jika terbiasa mengkonsumsi nasi dalam keadaan hangat atau panas. Dalam satu piring nasi yang masih hangat atau panas mengandung glukosa yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan nasi yang sudah dingin diluar pemanas nasi.

Menurut pakar kesehatan nutrisi dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK yang dilansir dari doktersehat.com, menyebutkan bahwa kandungan gula yang ada pada nasi dingin ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi yang masih panas. Bahkan, ada anggapan yang menyebutkan bahwa nasi dingin lebih baik untuk dikonsumsi penderita diabetes gara-gara hal ini.

Tak baik untuk penderita diabetes (southernplate.com)

Hal tersebut juga senada dengan yang diungkapkan oleh dr. Nadia Octavia yang dilansir dari klikdokter.com. Menurutnya pada nasi panas yang telah matang, glukosa (gula) memiliki struktur yang longgar. Namun ketika nasi menjadi dingin, ikatan molekul glukosa menjadi semakin ketat dan menjadi sulit untuk dicerna.

Karbohidrat yang dapat dicerna akan diubah menjadi gula untuk diserap oleh tubuh dan beredar dalam pembuluh darah untuk menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh. Sedangkan, karbohidrat yang tidak dapat dicerna tidak akan diserap. Semakin tinggi kandungan karbohidrat yang tidak dapat dicerna maka semakin rendah pula kalori dari makanan tersebut.

Nasi panas banyak mengandung gula (Gigazine)

Nasi yang sudah dingin memiliki indeks glikemik lebih rendah daripada nasi yang masih panas. Selain itu nasi dingin dicerna oleh tubuh lebih lama sehingga tidak menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Namun yang paling penting adalah memperhatikan jumlah porsinya. Karena porsi yang besar akan semakin meningkatkan resiko obesitas dan diabetes.

Akan lebih baik jika mengganti karbohidrat sederhana menjadi karbohidrat kompleks seperti yang terdapat pada gandum utuh, nasi merah, nasi hitam, nasi cokelat, atau bahkan roti gandum. Dengan banyak mengkonsumsi makanan kaya serat maka gula darah tidak mudah naik sehingga baik bagi kesehatan. Usahakan untuk olahraga rutin minimal 30 menit setiap harinya agar metabolisme tubuh berjalan sempurna.

Nah itulah bahaya dibalik kebiasaan makan nasi panas. Apalagi jika kamu memiliki riwayat diabetes, maka bisa jadi pemicu munculnya penyakit tersebut. Lebih baik konsumsi yang dingin saja, namun tetap perhatikan porsinya ya!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *