Seberapa Narsis Kah Kamu di Media Sosial? Cek Hasil Penelitiannya Disini!

Kamu termasuk narsis gak sih di media sosial?

Kata narsis belakangan semakin populer semenjak pengguna media sosial bertambah banyak. Banyak yang beranggapan jika narsis diidentikan terlalu sering mengunggah foto, atau membuat status di media sosial. Lalu apakah benar indikasi narsis dinilai dari hal tersebut?

Kamu termasuk narsis gak sih di media sosial? (arah.com)

Menanggapi hal ini, beberapa ilmuan mencoba melakukan studi terkait hubungan frekuensi postingan di media sosial dengan karakter narsisme pada seseorang. Dengan menggunakan Coschedule, sebuah perangkat yang bisa menganalisis seberapa sering sebaiknya seseorang membuat postingan di media sosial, melalui pengumpulan data pengguna medsos.

Dari penelitian tersebut, frekuensi normal untuk pengguna media sosial ialah sebagai berikut.

Facebook: 1 postingan per hari

Twitter: 15 kicauan per hari

Pinterest: 11 pin per hari

Instagram: 1-2 postingan per hari

LinkedIn: 1 postingan per hari

Dari data tersebut, peneliti mengatakan jika seseorang melakukan postingan melebihi dari batas wajar yang disarankan, maka ia termasuk kelompok pengguna yang narsis. Sebaliknya, mereka yang posting di media sosial kurang dari batas wajar, maka kelompok ini masuk ke dalam pengguna media sosial pasif.

Jenis postingan mengindikasikan kenarsisan

Ada beberapa jenis postingan yang mengindikasikan seseorang termasuk ke dalam golongan narsis. Untuk posisi pertama, foto diri sendiri menjadi indikasi terkuat jika seseorang itu narsis. Selanjutnya postingan kata-kata galau ada di posisi kedua.

Selife merupakan indikasi kenarsisan (journal.sociolla.com)

Adapun jenis postingan yang tidak mengindikasikan ia termasuk golongan narsis ialah jenis postingan berkualitas. Misalnya saja seperti memberi informasi bermanfaat,serta mengunggah konten yang isinya penting bagi pengguna media sosial yang lainnya. Selain itu semua digolongkan sebagai postingan narsis.

Jenis akun yang dikatakan narsis

Meskipun tim peneliti menekankan pada dua variabel kenarsisan, yakni frekuensi posting dan jenis postingan, namun ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan. Pengecualian tersebut ialah jenis akun yang digunakan.

AKun bisnis tidak termasuk akun narsis (ocmcdn.oomph.co.id)

Jika akun yang digunakan merupakan akun bisnis, maka dua variabel tersebut tidak termasuk pada indikasi narsis. Namun sebaliknya, jika akun yang digunakan merupakan akun pribadi, dan mengunggah banyak konten berisi hal-hal pribadi, maka dia termasuk golongan narsis.

Nah, setelah membaca artikel ini, kira-kira kamu termasuk golongan narsis atau tidak nih di media sosial? Seberapa sering kamu mengunggah postingan dan seberapa penting konten postinganmu merupakan dua indikasi kenarsisanmu.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *