Namanya Juga Manusia, Dititipin Uang Berkurang, Dititipin Omongan Nambah

Nitip satu kata sampainya satu kalimat, itulah manusia!

3.8k
SHARES

Problema manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa terlepas dari persoalan hubungan manusia yang lainnya. Tidak kecuali dengan persoalan yang satu ini, tentang persoalan penitipan sesuatu. Namun manusia akan berbeda memperlakukan suatu titipan antara satu titipan dengan titipan yang lainnya.


Perbedaan memperlakukan amanat suatu titipan bisa kita lihat dengan contoh mereka yang suka menambahkan omongan titipan dan mengurangi uang titipan. Tidak jarang loh kita menitipkan omongan ke seseorang, namun setelah sampai omongan tersebut bertambah. Yang lebih menjengkelkan tambahan omongan dari orang yang kita titipkan biasanya berdampak negatif.

Kebanyakan manusia akan menambahkan sesuatu jika dititipi omongan (jeruknipis.com)

Yah, itulah manusia dengan segala kelebihannya bisa melebih-lebihkan persoalan. Melebih-lebihkan titipan omongan, dan melebih-lebihkan suatu keadaan. Manusia jenis ini sebaiknya kamu hindari, sebab dia meruapakan orang yang tidak amanat dan bisa jadi bukan teman yang baik.

Berbeda dengan menitipkan omongan yang bisa bertambah jika sampai ke penerima, untuk hal yang satu ini justru titipan kita berkurang, yaitu saat kita menitipkan uang. Manusia itu makhul paling tunduk dengan yang namanya uang. Banyak yang tergila-gila pada uang, dan bisa melakukan apa saja demi uang. Termasuk mengurangi titipan uang dari seseorang.

Berbeda dengan titipan omongan yang kebanyakan ditambah-tambahi, manusia justru akan mengurangi jika dititipi uang (fin-chick-up.com)

Mungkin kamu pernah mengalami hal tersebut. Dimana kamu percaya dengan seseorang untuk memegang uang kamu, namun justru kepercayaan kamu ia khianati dengan mengurangi uang titipanmu tersebut. Alasannya pun beraneka macam, mulai dari dipinjem dulu karena kepepet, sampai sebagian uangnya hilang.

Namun sekali lagi itulah manusia, dengan karunia nafsunya ia bisa menambahkan dan mengurangi titipan seseorang sesuai dengan seleranya. Untuk persoalan titipan omongan manusia cenderung menambahkan, dan untuk titipan uang, manusia cenderung ingin mengurangi. Sekali lagi itu karena manusia memiliki nafsu dan akal fikiran.

Nafsu dan pikiran yang dimiliki manusia bisa menjadikannya baik, juga menjadikannya buruk (mardiguwowiek.blogspot.co.id)

Namun jika kita mau berfikir jernih, menambahkan atau mengurangi sebuah titipan orang lain tidak akan membuat kita bisa beruntung. Justru kita akan mendapatkan label sebagai orang yang tidak bisa dipercaya. Padahal di dunia ini tidak ada yang lebih berharga dari sebuah kepercayaan.

Sebab dengan kita bisa dipercaya, kita bisa lebih mudah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Bukankah orang tua pasangan kita membolehkan anaknya dijadikan pasangan hidupmu karena ia percaya kamu mampu membahagiakannya, menjaganya, dan bertanggung jawab terhadapnya? Bukannya Tuhan menitipkan anak kepada kita karena Tuhan percaya kita mampu membesarkannya dan mendidiknya? Jadi tidak rugi menjadi orang yang bisa dipercaya.

3.8k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,