5 Alasan Kenapa Orang Tua Jaman Sekarang Cenderung Memberikan Nama yang Sulit Untuk Anaknya

“Halo, namaku Myeisha Euclides Aileen Adric…”

257
SHARES

“Iihh cantik banget sih anak kamu, namanya siapa?”
“Namanya Myeisha Euclides Aileen Adric”
“Artinya?”
“Nggak tau, tapi keren kan”


Mungkin kamu pernah menjumpai anak-anak yang memiliki nama unik seperti di atas, atau mungkin memiliki saudara dengan nama yang cenderung keren dan lebih ‘kekinian’. Fenomena ‘nama unik’ ini memang sedang menjadi trend tersendiri di Indonesia. Banyak orang tua yang mencari berbagai macam sumber referensi demi mendapatkan nama-nama super keren untuk anak mereka.

Nama anak yang sulit (mommiesdaily.com)

Bukan tanpa alasan, nama-nama unik ini diberikan demi kebaikan si anak. Agar tak ‘malu’ dan juga selalu terlihat modern dibanding yang lainnya. Iya, meskipun pada akhirnya nama-nama lokal khas Indonesia harus rela tergusur dengan nama modern ini. Dan berikut ini alasan-alasan kenapa orang tua jaman sekarang cenderung memberi nama sulit untuk anak-anaknya.

1. Karena Budi, Wati, Paijo sudah terlalu “kuno”

Bukan menyinggung, tapi inilah kenyataannya sekarang. Orang tua kekinian nggak mau ambil resiko dengan menamai anak mereka dengan nama yang terkesan kuno. Bahkan nama-nama lokal ini dikhawatirkan menjadi bahan bully ketika si anak beranjak dewasa.

Nama lokal terkesan kuno (bayilelakiku.com)

Padahal nggak ada yang salah dengan nama-nama lokal seperti Budi, Wati, Sri maupun Sukri. Bahkan nama khas Indonesia ini lebih mudah diucapkan dan gampang diingat. Tak hanya itu nama tersebut juga mengandung doa dan berkah bagi pemiliknya.

2. Biar kekinian dan nggak pasaran

Nyatanya ‘kekinian’ menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang tua yang memberikan nama unik untuk anak-anaknya. Bahkan demi mendapat nama kekinian ini orang tua rela mencari referensi nama-nama dari luar negeri hingga menggunakan nama tokoh favoritnya seperti Valentino, Gonzales hingga Ichigo layaknya tokoh dalam anime.

Biar kekinian (contentful.com)

Tak hanya biar kekinian, memberikan nama unik pada anak juga dengan tujuan agar tak ada yang menyamai. Sebut saja nama Andi yang sangat familiar bahkan ada jutaan orang yang memiliki nama Agus atau Putri.

3. Ikut-ikutan trend

Memang benar saat ini sedang trend nama-nama unik. Kalau kamu nggak percaya coba saja cek buku absen anak-anak PAUD atau TK. Kamu akan menemukan banyak nama unik yang bahkan belum pernah kamu dengar sebelumnya.

Ikutan trend (alicdn.com)

Salah satu penyebab merebaknya trend ini adalah gengsi. Orang tua pun tak ingin kalah gengsi dengan mereka yang memberikan nama Geraldine atau Angeline pada anaknya. Padahal esensi sebenarnya dari sebuah nama adalah doa dan harapan orangtua yang ada di dalamnya, bukan hanya faktor gengsi semata.

4. Biar panggilannya juga keren

Nama panggilan juga menjadi salah satu alasan. Para orang tua tentu ingin anaknya punya panggilan yang keren dan terkesan kekinian. Misalnya saja namanya Reynando lalu panggilannya Rey atau Nando. Terkesan keren kan?

Biar panggilannya keren (pregnancy.thefuntimesguide.com)

Alasan inilah yang semakin menyisikan nama-nama lokal. Karena menurut beberapa orang, nama lokal memiliki panggilan yang kurang bagus yang pastinya akan kalah bersaing dengan nama modern. Misalnya saja jika si anak diberikan nama lokal seperti Wati yang nantinya dipanggil Wat atau Ti.

5. Tak hanya bikin lidah keseleo, nama unik kekinian cenderung panjang

Tak cukup dengan nama-nama njelimet yang bisa bikin lidah keseleo, nama anak saat ini cenderung panjang dan susah diingat. Misalnya saja nama seorang anak yang sempat booming beberapa waktu lalu, Uoiaevantz Sfydz David Junior atau Muhammad Akhtar Rayyan Izz al Diin.

Nama panjang (Sisi Pandang Lain)

Tak hanya susah diingat, nama-nama sulit seperti itu juga membutuhkan ketelitian ketika akan menuliskannya pada dokumen-dokumen penting ataupun identitas diri. Mirisnya, beberapa nama panjang bahkan tak benar-benar memiliki arti.

Tak ada yang salah dengan nama unik, kekinian maupun nama lokal. Semua memiliki sisi positif dan negatif. Tapi akan lebih bijak jika memberikan nama yang mengandung doa dan harapan yang baik, tidak sekedar karena keren belaka.

257
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"