Surat Terbuka untuk Kamu yang Pernah Menyakiti Hatiku: Setelah Semua yang Kita Lalui, Kini Aku Benar-Benar Telah Memaafkan dan Melupakanmu

Setelah apa yang aku lakukan, semoga kamu juga melakukan hal yang sama…

Sebelum dari semuanya, maafkan aku karena telah mencoba mengingatmu lagi. Tapi sungguh, ini bukan karena aku masih rindu atau mengharap cintamu lagi. Aku berusaha keras mencari jejak-jejak kenangan di hati karena aku ingin menulis sebuah pengakuan yang aku yakin bisa melegakan hatimu dan orang-orang yang bernasip sama seperti kita.

Aku mengingatmu lagi bukan karena merindukan, tapi agar kamu mengerti apa yang sudah aku lakukan (Via wallpaperrs.com).

Cinta kita remuk di tengah jalan, aku tahu itu. Aku juga masih ingat hari pertama kita bertemu yang berlanjut pada kesepakatan untuk melangkah bersama dalam bimbingan cinta. Saat itu aku benar-benar bahagia dan berdoa semoga kita akan selamanya. Tapi Tuhan selalu punya rencana yang kadang melebihi logika manusia. Dan sayangnya, rencana yang di luar dugaan itu menjadi takdir kita.

Hari-hari setelah kita berpisah, memaafkanmu adalah pekerjaan rumah yang paling berat aku jalankan. Lebih parah, aku selalu menyalahkanmu

Entah siapa yang sebenarnya salah, tapi kita terlanjur senang saling merasa benar. Pertengkaran yang diselipi kata-kata kotor membuat kita semakin berlawan arah. Akhirnya, perpisahan menjadi keinginan yang paling kita harapkan setelah dulu mati-matian memperjuangkan cinta. Kita berpisah dalam diam, tak ada kalimat terakhir atau yang semacam itu.

Awalnya, melupakanmu adalah hal yang sepertinya tidak bisa aku lakukan (Via desktopwallpapers4.me).
Awalnya, melupakanmu adalah hal yang sepertinya tidak bisa aku lakukan (Via desktopwallpapers4.me).

Aku tidak bisa langsung melupakanmu. Jujur, aku tidak bisa sekejam itu. Kenangan-kenangan indah yang kita lalui lebih terbayang dibanding satu jam pertengkaran kita. Dengan semua kenangan itu, aku mempunyai banyak alasan untuk tidak memaafkanmu. Aku hanya berpikir, sebenarnya aku punya hak untuk memaksamu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dengan cinta ini. Namun setelah cukup lama tidak menerima kabar darimu, aku mulai paham kalau kamu juga punya hak yang sama untuk tidak meneruskan cinta kita.

Ketika akhirnya aku bisa melupakanmu, aku memahami apa yang selama ini aku abaikan: cinta tak pernah memaksa

Akhirnya aku paham dan menerima bahwa, hubungan yang aku dan kamu banggakan dulu tidak akan pernah menjadi cinta. Sepaham-pahamnya kamu tentang cinta, aku masih lebih paham bahwa cinta yang sebenarnya adalah ketika kita hidup bersama dan bahagia. Tapi kita tidak pernah menjadi seperti itu, apa yang kita berdua lakukan dulu tidak lebih dari pencarian cinta.

Tapi akhirnya aku sadar, memaksamu adalah sesuatu yang tidak masuk akal (Via angeliawi.blogspot.com).
Tapi akhirnya aku sadar, memaksamu adalah sesuatu yang tidak masuk akal (Via angeliawi.blogspot.com).

Aku juga mengerti kalau cinta tidak membutuhkan paksaan. Aku menjadi orang yang paling salah andai saat itu aku memaksamu untuk terus bersamaku tanpa melihat ketidakbisaanmu. Sampai di sini, aku sudah bisa menerima kesendirianku. Aku sangat bahagia seperti ini, menata hati agar layak disinggahi siapapun yang menawarkan cinta untukku nanti.

Untuk kamu, aku berterima kasih karena telah memberi pengalaman terpahit dalam hidupku. Pengalaman yang membuatku lebih berhati-hati membuka hati. Aku berjanji tidak akan menerima cinta semudah yang pernah aku lakukan padamu dulu, karena aku telah paham dan mengerti cinta jauh lebih baik daripada kamu.

Bila saatnya aku memeluk cinta sejatiku, aku harap kamu telah melupakanku dan hidup bersama kekasih terakhirmu

Tuhan tidak akan menciptakan apapun untuk hal yang sia-sia. Walaupun harus dilupakan, kenangan indah bersamamu adalah jalan terbaik yang pernah aku lewati. Karena setelah mengenal dan meninggalkanmu (atau kamu yang meninggalkanku? Entahlah…), hatiku menjadi terlalu kuat untuk bisa dihancurkan oleh masalah cinta serumit apapun.

Saat aku menemukan cinta sejatiku, aku harap kamu juga telah melakukan hal yang sama (Via livehdwallpaper.com).
Saat aku menemukan cinta sejatiku, aku harap kamu juga telah melakukan hal yang sama (Via livehdwallpaper.com).

Aku telah ikhlas memaafkanmu. Aku juga telah menghapus namamu dari hatiku, sebuah nama yang asing untuk aku ucapkan sekarang. Semoga kamu melakukan hal yang sama sepertiku. Semoga ketika Tuhan mengijinkan bertemu lagi, kita telah sama-sama bangga dengan apa yang kita bawa: cinta sejati. Kita bisa bercanda tanpa melibatkan perasaan, tanpa mempermasalahkan apa yang pernah kita lakukan, dulu…

Setelah memaafkan kenangan, aku menjadi yang paling siap mencintai masa depan. Click To Tweet

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *