Hanya Kamu yang Telah Ditinggal Ayah, yang Paham Betul dengan 5 Hal Ini

“Kalau saja masih ada ayah…”

Semua anak akan selalu membutuhkan kehadiran ayahnya, sebenarnya. Ini bukan tentang mengesampingkan peran seorang ibu, karena sosok ibu memang tidak pernah bisa tergantikan. Ini, adalah tentang bagaimana hampanya seorang anak ketika harus melewati banyak momen tanpa kehadiran ayah.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Sampai kapan pun, semua anak pasti akan selalu menginginkan kehadiran ayahnya. – pexels.com

Terlebih bagi kamu sebagai anak perempuan. Saat ayahmu telah pergi untuk selamanya, kamu tidak hanya kehilangan satu-satunya kepala keluarga, namun juga cinta pertama. Karena walau bagaimana pun, bukankah setiap ayah adalah cinta pertama bagi anak-anak perempuannya?

Bedanya, ayahmu tidak akan pernah sekali pun mengenalkan bagaimana sakitnya putus cinta dan patah hati, sampai dia harus benar-benar pergi dari dunia ini.

Ditinggalkan seorang ayah, rasa sakitnya pasti berlipat ganda dari ketika tiba-tiba diputusin pacar yang begitu kamu cinta. Setelah itu dan seterusnya, kamu hanya bisa berkata “kalau saja masih ada ayah..” setiap kali berada pada momen-momen seperti ini:

1. Saat kamu menginginkan sesuatu

Dulu, kamu sering sekali merengek dan menangis agar ayahmu menuruti apa saja yang kamu mau, minta digendong, disuapin, atau ketika kamu benar-benar menginginkan sebuah boneka lucu. Namun sekarang, kamu harus mampu memenuhi semua keinginanmu sendiri, yang bahkan jauh lebih serius ketimbang digendong, disuapin, atau boneka lucu.

Justru disaat kamu mempunyai banyak keinginan serius, kamu tidak bisa lagi memintanya pada ayahmu. – ebayimg.com

2. Saat kamu patah hati

Karena ayahmu tidak pernah sekali pun mengenalkan apa itu putus cinta dan sakit hati, maka mau tidak mau kamu harus belajar menahan semua kepedihan itu seorang diri. Dan sekarang setelah dia tiada, kamu lebih sulit melaluinya karena tidak ada lagi sosok yang bisa membahagiakanmu kapan saja.

Tanpa ayahmu, kamu harus menahan semua kepedihan sakit hati itu seorang diri. – justmytype.ca

3. Saat kamu merasa terancam

Disaat kamu merasa lemah untuk menghadapi semua kegilaan dunia ini, kamu merasa ada yang benar-benar telah hilang. Ya, kamu tidak lagi bisa menyaksikan sosok ayahmu yang dengan segala sikap tanggung jawabnya, memasang badan untuk melindungi.

Tidak ada lagi sosok ayah yang mau dengan sigap melindungi keluarganya. – salemwebnetwork.com

4. Saat kamu menikah

Bahkan saat menikah pun, dimana kebanyakan orang hanya memikirkan kebahagiaan, kamu masih harus menerimanya sepaket dengan kesedihan. Dibalik tawa dan candamu, kamu begitu sedih karena tidak bisa mencium kedua tangan ayahmu untuk meminta restu.

Di saat bahagia seperti menikah pun, kamu harus rela melewatinya tanpa meminta restu pada ayahmu. – npr.org

5. Saat kamu harus bercerita di depan anak-anakmu

Dan disaat kamu harus bercerita panjang lebar tentang keluarga di depan anak-anakmu, kamu hanya bisa menuturkan kehebatan sang kakek tanpa bisa membuktikannya. Kamu tidak lagi bisa merasakan kasih sayangnya, begitu pun anak-anakmu tercinta.

Selamanya, kamu hanya bisa menceritakan kehebatan ayahmu di depan anak-anakmu tanpa pernah bisa membuktikannya. – sayasehat.id

Jadi, sudahkah kamu mendo’akan dan menyayangi ayahmu (sekali lagi)?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Agar Tidak Ada Kata “Lagi” Dalam Sakit Hati, Jangan Mau Dibohongi Pakai Kata Cinta

6 Tradisi Unik di Indonesia Jelang Bulan Puasa, Daerahmu Ada Nih!