Uniknya Mobil Bermuka Dua yang Akhirnya Terjerat Banyak Pasal

Ini mobilnya maju apa mundur sih?

Ya, kita tidak sedang membicarakan orang, tapi sebuah kendaraan. Jika pada umumnya mobil punya bagian depan dan belakang, sedan Toyota Vios ini memiliki sisi depan dan belakang yang identik. Melihatnya, orang jadi sulit membedakan mana bagian depan atau belakangnya. *Eh?

Itu mobilnya, menghadap ke kanan atau kiri sih? | kompas.com

Dua sedan Toyota Vios Limo

Topik ‘mobil bermuka dua’ mulai jadi pembicaraan netizen setelah akun Instagram Roda2blog mengunggah sebuah video pendek yang memperlihatkan mobil unik berwarna oranye melintas di depan Mapolsek Sukajadi, Bandung.

Mobil ini merupakan gabungan dari dua buah sedan Toyota Vios Limo 1.500 cc keluaran tahun 2012 yang masing-masing dipotong bagian belakangnya, untuk kemudian dua bagian depannya disambung menjadi satu, untuk keperluan kontes.

Secara teknis, mobil ini memiliki dua mesin, dua setir di depan dan belakang serta kursi yang saling membelakangi, juga menggunakan suspensi depan dari masing-masing rodanya.

Terancam beragam pasal

Nah, gara-gara melintas di jalanan, mobil bermuka dua ini langsung ditilang mendadak oleh pihak kepolisian dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 (UU 22/2009) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada Pasal 48 dan 106 dalam UU itu, disebutkan tentang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan yang beredar di Indonesia. Pelanggaran tidak layak jalan yang dimaksud adalah, mobil tersebut tidak memiliki kelengkapan lampu mundur dan dimensi kendaraan yang tidak sesuai.

Meski pun unik, mobil ini terbukti melanggar banyak pasal. | alhidamart.com

Dan parahnya, karena bermesin ganda, mobil ini juga memiliki tanda nomor kendaraan (TNKB/pelat nomor) yang berbeda antara sisi satu dengan sisi lainnya, memiliki dua surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta belum memiliki izin modifikasi rubah bentuk ganti warna (rubentina).

Jika melanggar, maka sesuai Pasal 285 Ayat 2 dan Pasal 286, hukumannya adalah tindak pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Selain itu, mobil ini juga terbukti melanggar Pasal 52 Ayat 3 UU 22/2009 dan Pasal 123 Ayat 1 PP No. 55 Tahun 2012. Jika ditotal, ‘sepasang’ sedan Toyota Vios Limo ini bisa mengakibatkan pemiliknya terkena sanksi hukuman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp48 juta.

Weleh…

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *