Penting! Lakukan Hal-hal ini Agar Selamat dari Gempa Bumi

Langkah-langkah mitigasi yang benar dan tepat akan mengurangi resiko akibat bencana dan mengurangi jumlah korban jiwa

Tinggal di Indonesia yang notabene rawan bencana alam, sudah sepatutnya kita melakukan antisipasi dan mitigasi. Indonesia yang di lalui tiga lempeng tektonik menjadikan wilayahnya rawan terjadi gempa bumi. Tiga lempeng tersebut adalah lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan juga lempeng Pasifik. Pergerakan ketiga lempeng inilah yang dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi baik yang merusak maupun yang tidak. Bencana alam seperti gempa bumi tidak dapat diprediksi waktu terjadinya dan juga tidak bisa diperkirakan berapa kekuatannya.

Titik-titik gempa yang pernah terjadi di Indonesia (via freddyilhamsyah.wordpress.com)
Titik-titik gempa yang pernah terjadi di Indonesia (via freddyilhamsyah.wordpress.com)

Sebagai yang tinggal di permukaan bumi paling luar, kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa ketika gempa terjadi. Alam mempunyai caranya sendiri untuk melakukan seleksi kehidupan. Kita hanya perlu mitigasi bencana sehingga kita siap ketika bencana alam datang sehingga dapat mengurangi resiko bencana. Ada beberapa langkah mitigasi untuk bencana gempa bumi, berikut diantaranya:

Sebelum Terjadi Gempa

1. Buatlah bangunan tahan gempa

Kenali lingkungan dimana anda akan mendirikan rumah, apakah didaerah patahan, rawan longsor dan sebagainya agar kita tau bangunan seperti apa yang aman. Kebanyakan masyarakat di daerah rawan gempa sudah menerapkan rumah tahan gempa, namun juga masih ada yang membangun rumah secara asal-asalan.

Dome House Jogja (Via rooang.com)
Dome House Jogja (Via rooang.com)

Perencanaan bangunan tahan gempa sangat penting untuk mengurangi resiko roboh saat gempa terjadi. Diskusikan dengan ahli bagaimana membangun rumah tahan gempa dengan mengikuti kaidah-kaidah baku. Yang juga penting adalah atur perabotan rumah secara proporsional agar tak ikut menindih saat gempa, periksalah keamanannya.

2. Selalu sediakan peralatan ini

Yang perlu kamu simpan dan siagakan adalah kotak P3K, senter, makanan instan dan juga radio. Peralatan ini akan membantumu jika suatu ketika gempa terjadi dan belum ada bantuan. Letakkan perlengkapan tersebut pada tempat yang mudah dijangkau.

(Via ngonline.net)
(Via ngonline.net)

3. Ikuti simulasi mitigasi dan kenali jalur evakuasi

Dengan rutin mengikuti simulasi mitigasi, kamu akan paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Sosialisasi dari pemerintah juga tidak boleh diabaikan demi keselamatan. Selain itu, kamu harus pahami dan kenali jalur evakuasi, jadi kamu tau kemana harus menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.

Simulasi Gempa Bumi saat Masa Orientasi (Via radarjogja.co.id)
Simulasi Gempa Bumi saat Masa Orientasi (Via radarjogja.co.id)

Saat Terjadi Gempa

1. Ketika berada di dalam bangunan

Kita tak tau kapan gempa bumi akan terjadi, sangat mungkin terjadi saat kita sedang asik menonton televisi atau bahkan sedang belajar. Hal yang pertama adalah segera keluar dari rumah atau bangunan jika masih memungkinkan. Jika tidak, lindungi kepala dan juga badan dari reruntuhan rumah dengan bersembunyi di bawah meja atau mencari tempat yang aman dari reruntuhan.

(Via sfgov.org)
(Via sfgov.org)

2. Kalau berada di halaman terbuka

Bukan berati kita sedang berada di halaman terbuka kita bisa aman dari gempa bumi, tidak sama sekali. Hindari adanya bangunan, pohon, tiang listrik atau apapun yang memungkinkan untuk runtuh maupun tumbang. Perhatikan juga langkah kakimu, jangan sampe berpijak di tanah yang retak ya. Jika terjadi gempa ketika kamu sedang piknik di pantai, segera jauhi pantai karena gempa bisa saja memicu tsunami. Kalau lagi di puncak gunung, hati-hati terjadi longsor.

(Via makemytrip.com)
(Via makemytrip.com)

3. Sedang asik nyetir lalu gempa?

Di dalam mobil tidak menjaminmu aman, segeralah keluar jika terjadi gempa. Berhentilah pada tempat yang aman jika memungkinkan, matikan mesin dan segera keluar cari tempat aman untuk berlindung. Hindari berada di dekar mobil yang memungkinkan terjadi kebakaran.

(Via overdriveonline.com)
(Via overdriveonline.com)

Sesudah Gempa

1. Keluar dari bangunan segera mungkin

Jika memang kamu terjebak dalam rumah ataupun bangunan lain, segeralah keluar apabila gempa sudah berhenti. Jangan keluar menggunakan lift, gunakan tangga agar lebih aman. Jika bangunan dalam kondisi roboh, bersabarlah menunggu pertolongan adalah hal satu-satunya yang bisa kamu lakukan jika tidak bisa keluar sendiri. Berteriak atau bunyikan sesuatu agar orang lain tau kamu terjebak dalam reruntuhan.

(Via gettyimages.com)
(Via gettyimages.com)

2. Periksa sekitarmu

Setelah gempa selesai, periksa keadaan sekitarmu apakah terjadi retak dinding, kebocoran gas, pipa atau apapun yang membahayakan. Periksa juga apakah ada korban, apabila ada segera lakukan pertolongan pertama.

Nepalese people look at a cracked road after an earthquake in Kathmandu, Nepal (Via amazonaws.com)
Nepalese people look at a cracked road after an earthquake in Kathmandu, Nepal (Via amazonaws.com)

3. Hindari bangunan dan gunakan radio

Setelah berhasil keluar dari bangunan, jangan dekati gedung atau bangunan lainnya karena masih ada potensi roboh, untuk itu kamu harus periksa apakah bangunan tersebut aman atau tidak. Carilah informasi mengenai gempa tersebut melalui radio yang sudah kamu siapkan tadi. Radio akan tetap berfungsi, berbeda dengan telefon, televisi atau internet yang kemungkinan mengalami gangguan.

A woman carrying her child stands (Via dailymail.co.uk)
A woman carrying her child stands (Via dailymail.co.uk)

Tak ada salahnya mengikuti simulasi mitigasi bencana, tidak hanya gempa namun juga bencana yang lainnya agar kita siap apabila bencana terjadi. Yuk share dan komentar.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *