Miris! Kekayaan 4 Orang Terkaya di Indonesia Ini, Setara dengan Jumlah Harta 100 Juta Penduduk Miskin

Kita hidup di jaman dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Mungkin kita sering mendengar jika suatu hari akan terjadi fenomena dimana yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Mungkin sedikit demi sedikit fenomena tersebut kian mendekati kebenaran. Sebab ketimpangan perekonomian semakin hari semakin melebar jauh.

Fenomena yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin (googleusercontent.com)

Ketimpangan antara si miskin dan si kaya di Indonesia bisa dikatakan berada di fase mangkhawatirkan. Bahkan beberapa lembaga survei dibidang perekonomian mengatakan jika ketimpangan perekonomian di Indonesia berada di peringkat keempat di dunia.

Ketika harta 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan jumlah harta 100 juta penduduk miskin di Indonesia

Ini merupakan fakta pahit yang harus kita terima, jarak kesenjangan ekonomi di Indonesia sangat jauh. Fakta ini merupakan buah hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga nirlaba Oxfam Indonesia yang bekerjasama dengan  International NGO Forum on Indonesia Development (INFID).

Artinya ekonomi di Indonesia dikuasai segelintir orang (tanjungberita.com)

Dalam hasil laporan yang dikeluarkan Oxfam dan INFID menyebutkan,  kekayaan empat milyader terkaya di Indonesia sama dengan tinggi dari total kekayaan 40 persen penduduk  miskin, atau sekitar 100 juta orang.

Itu artinya, masyarakat butuh mengumpulkan 100.000.000 harta orang miskin di Indonesia untuk menyamai 4 orang milyader yang ada di negara ini. Jarak yang sangat jauh bukan?

Bukti kesenjangan perekonomian Indonesia (beritasatu.com)

Lebih mirisnya lagi, dalam laporan Oxfam menjelaskan jika pendapatan milyader dari hasil bunga deposit kekayaannya dalam satu hari, jumlahnya sama dengan pengeluaran untuk kebutuhan dasar seribu lebih penduduk miskin Indonesia dalam satu tahun penuh.

Penyebab semakin melebarnya jarak ketimpangan ekonomi di Indonesia

Masih menurut hasil penelitian Oxfam dan INFID, banyak sekali faktor yang mempengaruhi semakin jauhnya jarak ketimpangan ekonomi di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah adanya kebijakan-kebijakan tertentu.

Ketimpangan ekonomi di Indonesia (mysharing.co)

Salah satu kebijakan tersebut ialah setelah krisis keuangan menghantam Indonesia tahun 1997. Segelintir  orang menggunakan kekayaan mereka untuk mempengaruhi kebijakan dengan mengorbankan banyak hal.

Gaji buruh rendah dan ketidakamanan kontrak kerja menjadi unsur penyumbang ketidakserataan ekonomi.

Kampung kumuh diantara gedung tinggi (republika.co.id)

Belum lagi terkait kepemilikan tanah oleh segelintir orang kaya untuk terus melanggengkan kekayaannya melalui perusahaan-perusahaan besar yang dibangun.

Masalah-masalah yang bisa timbul akibat ketimpangan ekonomi di Indonesia

Fenomena semakin melebarnya jarak kesenjangan ekonomi di Indonesia, bisa jadi merupakan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Bisa saja hal ini akan menimbulkan gejolak di masyarakat, ketika kesenjangan ini kian melebar.

Salah satu faktor ketimpangan ekonomi ialah gagalnya beberapa kebijakan ekonomi Indonesia (tempo.co)

Hal yang paling mungkin terjadi ialah adanya kecemburuan sosial di masyarakat. Pada saat kondisi seperti itu, keamanan di Indonesia bisa jadi sangat rentan terjadi chaos atau kegaduhan.

Dalam sejarahnya chaos di masyarakat akibat adanya kecemburuan sosial khususnya dalam hal ekonomi (liputan6.com)

Selain dampak pada kondisi sosial dan keamanan, adanya ketimpangan ekonomi yang jauh juga berakibat pada melambatnya pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sebab dengan semakin melebarnya kesenjangan ekonomi maka geliat pasar nasional juga akan mengalami penurunan. Hal itu disebabkan menurunnya daya beli masyarakat Indonesia.

Bagaimana menurutmu tentang fenomena kesenjangan ekonomi yang sangat jauh ini?

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Bisnis Haram Kelompok Saracen, Mendulang Rupiah dari Isu SARA dan Hoax

Gombal Gaya Baru, Pria Ini Justru Pasang Foto Sekarat di Tinder Untuk Memikat Wanita