Sebelum Kamu Minder dengan Pekerjaan Mapan Orang Lain, Ingatlah 5 Hal Ini

Daripada menghabiskan energi dengan minder, lebih baik kamu manfaatkan untuk terus bekerja keras hingga berhasil

Ajang reuni mungkin memang ditunggu oleh banyak orang karena bisa menjadi momen pertemuan kembali dengan teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak kita jumpai. Namun ternyata banyak juga yang memilih untuk menghindari reuni dengan alasan-alasan tertentu, terutama karena merasa minder jika nanti bertemu dengan teman-teman yang memiliki pekerjaan mapan, sedangkan diri sendiri belum mencapai posisi itu.

Baca juga : Kisah Inspiratif Almarhum Bob Sadino yang Dikira Tukang Sampah Karena Penampilannya

Sebenarnya hal semacam itu tidaklah perlu menjadi kekhawatiran sehingga membuat kita memilih untuk tidak merasakan keharuan bertemu kembali dengan kawan-kawan lama. Justru kita seharusnya ikut bangga dan menjadikan kawan-kawan yang sukses sebagai cambuk motivasi agar kita bisa segera menyusul jejaknya. Kalaupun kamu masih ragu dan tetap merasa minder, cobalah mengingat lima hal berikut ini untuk menumbuhkan lagi rasa percaya dirimu.

1. Mereka juga meniti karier dari bawah, sama sepertimu

Untuk mencapai posisi yang tinggi, seseorang juga pasti akan melewati masa-masa yang sulit dan terjal berliku (lightsidenow.com)

Seperti kata sebuah ungkapan terkenal di Indonesia, sirik tanda tak mampu. Ketahuilah bahwa rasa minder yang menghantuimu itu berasal dari rasa sirik karena melihat kesuksesan orang lain. Ketahuilah, sebelum mencapai posisi seperti saat ini, kawan-kawan yang mempunyai pekerjaan mapan juga pasti pernah dalam posisi yang sama sepertimu. Mereka juga meniti kariernya dari bawah dengan ketekunan hingga bisa mencapai posisi yang mapan. Kalau mereka bisa, kamu tentu juga bisa! Jadi berhenti merasa minder atau sirik, namun bekerjalah lebih giat agar bisa segera berada di posisi yang tak kalah mapannya.

2. Ada orang lain yang berada di bawahmu dan ingin menempati posisimu

Ingatlah bahwa ada orang lain yang saat ini tengah mendambakan juga untuk berada di posisimu (vebma.com)

Memang benar kata orang bijak, untuk bisa selalu bersyukur maka kita harus selalu melihat ke bawah, bukan ke atas. Maksudnya, kita harus mau mencermati kondisi orang lain yang berada di bawah kita. Boleh saja kita mengharapkan berada di posisi kawan-kawan yang sukses, namun ingatlah pula bahwa ada banyak orang yang juga mendambakan untuk bisa jadi sepertimu. Dari situ, kita harusnya bisa lebih bersyukur memiliki apa yang sudah kita raih saat ini.

3. Pekerjaannya mungkin memang mapan, namun betulkah ia menikmatinya?

Pekerjaannya mungkin memang mapan, namun siapa yang tahu apakah ia menikmati pekerjaan tersebut atau justru menjadi stres karenanya? (beritagar.id)

Terkadang kita melihat tingkat kemapanan pekerjaan orang dari gaji yang diperoleh maupun fasilitas yang didapatkannya. Boleh jadi ia memang mendapatkan gaji besar dengan fasilitas dan tunjangan yang berlimpah. Namun pernahkah kamu bertanya apakah kawanmu itu memang menikmatinya? Siapa yang tahu jika ternyata batin mereka tertekan dengan beban pekerjaan yang berlimpah? Siapa yang tahu jika untuk berkumpul dengan keluarga saja mereka bahkan tidak ada waktu? Ketahuilah bahwa mapannya pekerjaan tidak akan bisa membeli kebahagiaan maupun momentum bersama keluarga.

4. Sudut pandang

Rasa minder yang kita rasakan saat bertemu kawan yang mempunyai mapan sebenarnya juga dipengaruhi oleh sudut pandang kita. Jika sedari awal kita sudah beranggapan bahwa jenis pekerjaan yang mapan adalah seperti yang dijalani orang lain, maka kita jadi susah untuk mensyukuri pekerjaan kita. Ubahlah sudut pandang agar tidak minder dengan pekerjaan yang kita jalani saat ini. Lagipula, buat apa kamu menginginkan pekerjaan mapan orang lain jika kamu sendiri ternyata tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan pekerjaan itu?

5. Berhenti membandingkan

Tak perlu membanding-bandingkan pencapaian yang kamu raih dengan pencapaian orang lain (briantracy.com)

Kamu salah jika hidup in selamanya hanyalah kompetisi. Akhirnya, kamu hanya akan terjebak dalam pusaran banding-membandingkan saja. Apa yang sudah berhasil dicapai oleh temanmu membuat kamu gerah dan ingin segera mengejar pencapaiannya. Selanjutnya, kamu akan membandingkan pencapaian yang kalian peroleh. Jika kawanmu sudah mampu membeli mobil baru, maka kamu merasa harus segera membeli mobil baru yang lebih bagus, dan begitu seterusnya. Berhentilah membandingkan dirimu dengan kawan-kawan lain. Yakinkan dirimu sendiri bahwa apayang sudah diberikan Tuhan saat ini adalah yang terbaik bagimu.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Hargai Mereka yang Membantumu Mendaki, Bukan yang Hanya Menunggumu di Puncak Tertinggi

Inilah Dampak Bahaya Jika Anak Kecanduan Gadget, Orang tua Mesti Waspada!