Inilah Alasan Mengapa Para Miliarder Ogah Pamer Barang Mewah, Nggak Nyangka!

Padahal mereka sangat mampu membeli barang-barang mewah yang hargaya selangit, tapi mengapa tak mau diperlihatkan ya?

Kita pasti sudah tidak asing dengan perilaku “pamer” yang sering ditunjukkan di sosial media maupun kehidupan nyata. Kebanyakan orang akan memamerkan barang mahal, liburan ke luar negeri, hingga gaya hidupnya yang terbilang mewah. Semua tak lain untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Namun sebenarnya, orang yang sungguh-sungguh kaya bahkan disebut miliarder justru ogah pamer.

Orang terkaya di dunia (seruni.id)

Kamu pasti sudah tak asing dengan penampilan Mark Zuckerberg, pemilik Facebook yang juga orang terkaya ini hanya memilih kaos sebagai busana kesana-kemari. Tak berbeda jauh dengan Bill Gates yang terkenal karena sifatnya yang sederhana lagi dermawan. Padahal harta yang dimiliki Gates terlalu banyak hingga tak bisa dibayangkan jumlahnya.

Pernah kah kamu terpikir, mengapa sih mereka tidak memakai pakaian mewah atau barang mahal? Padahal mereka sangat mampu untuk membelinya kan? Nampaknya pertanyaan ini akan terjawab sekarang.

Mark Zuckerberg (cdn.vox-cdn.com)

Jika dulu orang-orang kaya akan membeli barang mewah untuk menegaskan kekayaan dan juga sebagai alat investasi, kini sudah berbeda. Mereka lebih memilih berinvestasi pada bidang pendidikan dan juga kesehatan. Mengapa? Karena barang mewah sudah tidak bisa lagi jadi patokan kekayaan. Kalangan menengah ke atas sekarang sudah bisa beli tas LV, mobil Jaguar, Bugatti, hingga jam Rolex. Oleh karena itu barang mewah tak lagi bisa menandakan status kekayaan.

Pamer harta (nulis.co.id)

Hal tersebut dipaparkan oleh Elizabeth Currid-Halkett, menurutnya pamer kekayaan bukan lagi cara untuk menandakan kekayaan. Di Amerika sendiri, kalangan 1% teratas sudah mengurangi kebiasaan beli barang mewah sejak 2007. Tren tersebut terus berkembang hingga saat ini bahkan menyebar lebih luas.

Jika dilihat dari survey pengeluaran orang-orang super kaya di Amerika Serikat, ciri khas mereka tidak lagi dilihat dari barang-barangnya. Namun juga dilihat dari pengetahuannya, kebudayaannya, dan caranya membelanjakan uang terutama di bidang investasi. Sangat berbeda bukan dengan orang yang membeli barang mewah agar terlihat kaya?

 

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *