Waduh! Menurut Penelitian, Kaum Millenial Lebih Miskin Daripada Generasi Pendahulunya

Bahkan diprediksi milenial tak akan mampu membeli rumah dalam 5 tahun kedepan

Selama ini kaum milenial dianggap sebagai yang terunggul dibandingkan dengan pendahulunya, generasi X (kelahiran 70an hingga awal 80an) dan baby boomers (generasi orang tua). Dibandingkan kedua generasi tersebut, generasi milenial dikenal lebih kreatif, dan berani mengambil resiko. Generasi milenial juga dianggap sebagai “pencipta” berbagai tren yang muncul dan viral beberapa waktu belakangan.

Karena di setiap kelebihan pasti ada kekurangan, generasi milenial nggak bisa unggul dalam semua aspek. Ada beberapa aspek yang dinilai lemah dan bahkan kalah dari generasi sebelumnya, salah satunya tentang ekonomi.

Milenial dan baby boomers (hipwee.com)

Menurut Institute of Fiscal Studies (IFS), Inggris, menyebutkan bahwa milenial tak akan sekaya kaum pendahulunya. Kesimpulan ini didapatkan setelah IFS menelaah evolusi pendapatan dan jumlah kekayaan warga Inggris yang berusia 45 hingga 54 tahun.

Dari tahun 2006, pendapatan mereka naik rata-rata sebesar 6 ribu poundsterling. Sementara milenial berusia 25 hingga 34 hanya naik sebesar 4 ribu poundsterling saja. Ada penelitian serupa yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute dengan hasil selama tahun 2005 hingga 2014, sebanyak 70% rumah tangga mengalami penurunan pendapatan.

Kaum milenial tak akan sekaya generasi sebelumnya (fm.cnbc.com)

Peningkatan pendapatan ini tak hanya terjadi di Inggris saja. Forbes melaporkan, dalam tahapan karir yang sama, milenial secara global mendapatkan gaji 20% lebih rendah dibandingkan generasi dahulu. Laporan Forbes ini didasarkan pada alasan bahwa milenial memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dnegan generasi dulu.

Jaman dulu, saat usia akhir 20an, generasi baby boomers atau para orang tua sudah mengantongi banyak sekali pengalaman kerja hingga bisa melanjutkan karir ke jenjang yang jauh lebih tinggi. Sementara pada usia ini, milenial baru saja menyelesaikan pendidikan pascasarjana, bahkan berniat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sudah jelas, milenial kalah telak dalam hal pengalaman kerja.

Kaum milenial kalah dalam hal pengalaman (pendolinogroup.com)

Apalagi di era ini, pengalaman kerja menjadi hal penting yang paling dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan. Meskipun memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, bila belum cukup pengalaman, akan otomatis tersingkir oleh mereka yang sudah berpengalaman meskipun pendidikannya lebih rendah.

Apalagi dengan kenaikan harga properti yang semakin melambung setiap tahunnya. Pajak yang juga semakin tinggi semakin memperburuk fakta bahwa generasi milenial tidak akan menjadi generasi berduit. Bahkan ada artikel yang menyebutkan bahwa dalam lima tahun ke depan, generasi milenial tidak akan mampu membeli rumah di perkotaan. Mereka hanya akan mampu membeli apartemen-apartemen kecil dengan kapasitas terbatas.

Generasi milenial diprediksi tak mampu beli rumah dalam 5 tahun kedepan (gants.by)

Kecuali jika kamu mendapatkan warisan dari orang tua yang bisa menjamin hidupmu makmur hingga tua, bekerja keraslah mulai sekarang. Perbanyak pengalaman menjadi kunci utama agar mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lumayan.

Yuk kerja keras mulai sekarang. Jangan mau kalah dengan generasi terdahulu!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *