Merelakan Bukan Berarti Tak Sayang, Akan Tetapi Ada Sesuatu yang Tak Dapat Dipaksakan

Adakah yag sedang atau pernah mengalaminya?

Masih ingat video viral kisah Mas Pur dan Novita dari sinetron Tukang Ojek Pengkolan beberapa waktu lalu? Selain ramai dibicarakan dan sukses bikin baper banyak orang, namun ada pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari rentetan dialog yang muncul di situ.

Seperti kita tahu, Mas Pur berujar begini pada Novita: “Aku sayang kamu, Nov. Karena aku sayang kamu, aku harus melihat kamu bahagia. Meskipun kamu bahagia bukan sama aku, aku harus rela. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, di sini ada hati yang selalu dengan tulus menyayangi kamu.”

Mas Pur dan Novita (youtube)

Secara singkat, bisa kita simpulkan bahwa Mas Pur mengalami apa yang disebut sebagai kasih tak sampai. Ia terpaksa merelakan Novita untuk mengecap kebahagiaan bersama orang lain. Menurut Mas Pur, hal yang paling berarti baginya adalah kebahagiaan Novita. Artinya, bukan karena tak sayang Mas Pur enggan memperjuangkan cintanya, namun karena ia sadar bahwa ada hal yang tak dapat dipaksakan dengan jalan apapun, karena Tuhan sudah berkehendak lain.

Mas Pur adalah kita (icak)

 

Begitu pula jika ada salah satu dari kalian yang merasakan hal serupa. Boleh jadi kamu memang teramat mencintai pujaan hatimu, demikian pula sebaliknya ia mencintaimu sepenuh hatinya. Namun terkadang ada penghalang yang membuat hubungan itu tak bisa dilanjutkan lagi ke jenjang berikutnya. Entah perbedaan agama, restu orang tua, maupun hal lainnya.

Jika terpaksa berpisah, maka ikhlaskan dengan berjiwa besar (mindfullivingnetwork.com)

Kalau memang tak ada jalan lain untuk memperjuangkannya, maka tak perlu sungkan untuk mengibarkan bendera putih dan menyerah kalah pada keadaan. Bukan karena kamu tak menyayanginya, ataupun tak lagi ingin peduli pada apapun yang terjadi kepadanya, namun karena memang ada sesuatu yang tak bisa lagi untuk dipaksakan.

Namun percayalah, Tuhan pasti menyimpan rencana baik lain untukmu. Jadi, jangan pernah kehilangan asa dan menyerah pada kehidupan, ya…

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *