Merayakan Erotisme Lewat Despacito yang Tengah Booming

Udah pada tahu belum kalau lagu ini punya makna yang nggak boleh diketahui anak di bawah umur?

2
SHARES

Ketika membahas lagu Despacito yang belum juga reda viralnya, mungkin sebagian dari kamu sudah kadung muak. Maklum, lagu yang video klipnya telah muncul sejak bulan Januari 2017 ini telah didaur ulang oleh banyak orang dalam berbagai cara. Mulai dari Justin Bieber hingga Via Vallen dengan versi dangdut koplonya.

Lagu ini pun juga banyak dicover orang, baik di kanal YouTube maupun Instagram. Sayangnya, masih banyak yang tidak memahami esensi lagu ini. Beat yang mudah dicerna dan penggunaan bahasa Spanyol menjadi faktor yang membuat orang cenderung mengabaikan makna liriknya. Padahal, lirik lagu ini tidak cocok untuk didengar oleh mereka yang masih di bawah umur loh!

Punya unsur erotisme

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau Despacito berarti perlahan-lahan. Kenapa perlahan-lahan? Ya karena lagu ini menggambarkan momen bercinta yang romantis, dan kita pasti setuju bahwa kegiatan intim itu tentu perlu dilakukan secara perlahan-lahan dan penuh penghayatan, bukan?

Salah satu adegan di video klip Despacito – themusicchannel

Lagu ini pun memperinci beberapa detail ‘kegiatan menyenangkan’ tersebut dalam liriknya. Yah, setidaknya lagu ini masih mau memperhalus penyebutan alat kelamin wanita dengan kalimat “Memasuki ‘dinding labirin’-mu” (Firmo en las paredes de tu laberinto).

Justin Bieber membuat lagu ini lebih terkenal lagi dari sebelumnya – peopledotcom

Secara lengkap, begini terjemahan bahasa Indonesia dari lagu Despacito:

Despacito

(Pelan-pelan)

Quiero respirar tu cuello despacito

(Aku ingin bernafas dilehermu pelan-pelan)

Deja que te diga cosas al oído

(Biarkan aku berbisik ditelingamu)

Para que te acuerdes si no estás conmigo

(Supaya kau bisa mengingat aku saat kau tak bersamaku)

Despacito

(Pelan-pelan)

Quiero desnudarte a besos despacito

(Aku ingin melepas pakaianmu secara perlahan sambil menciummu)

Firmo en las paredes de tu laberinto

(Memasuki “dinding labirin” mu)

Y hacer de tu cuerpo todo un manuscrito

(Dan membut tanda diseluruh tubuhmu)

Sube, sube, sube Sube, sube

(Naik, naik, naik, naik)

Quiero ver bailar tu pelo

(Aku ingin melihat tarianmu)

Quiero ser tu ritmo

(Aku ingin mengikuti ritmemu)

Que le enseñes a mi boca

(Aku ingin kau mengajar mulutku)

Tus lugares favoritos

(Bagian favoritmu)

Favorito, favorito, baby

(favorit favorit, sayang)

Déjame sobrepasar tus zonas de peligro

(Biarkan aku melewati zona berbahayamu)

Hasta provocar tus gritos

(Hingga aku membuatmu berteriak)

Y que olvides tu apellido

(Dan membuatmu melupakan nama terakhirmu)

Bagi mereka yang hidup dengan kultur Barat, lirik lagu semacam ini mungkin bukanlah masalah. Toh ada banyak lagu lain yang juga terang-terangan menggambarkan kegiatan bercinta yang intens. Masalahnya, bagaimana dengan kita yang tinggal di negara dengan budaya Timur nan kental?

Mungkin memang nggak terlalu masalah sih, toh bahasa yang digunakan terbilang asing dan jarang dikuasai orang Indonesia. Atau kalau mau lebih aman dan lebih berbau ke-Timur-an, dengarkan versi cover bahasa Jawa berjudul Dek Lastri saja!

2
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~