Merasa Tiba-tiba Rindu dan Syahdu Saat Turun Hujan? Inilah Penjelasan Ilmiahnya

Buat yang tiba-tiba merasa kangen pas hujan, mungkin ini penyebabnya!

Hujan memang identik dengan suasana yang melow, syahdu, mager, romantis, kadang juga bisa mengundang rindu. Pokoknya hujan erat kaitannya dengan suasana emosi yang model sendu syahdu gitu deh. Itulah kenapa banyak sekali lagu, puisi, dan novel yang bertemakan atau berjudul hujan.

Baca juga : Tuhan Baru Itu Bernama Jempol, dengan Like Share & Comment Sebagai Amal Ibadahnya

Hujan kadang membuat kita tiba-tiba galau (pexels.com)

Nah ternyata fenomena galau, melow, dan rindu yang datang saat hujan turun ternyata ada penjelasan ilmiahnya loh. Jadi bukan tanpa alasan kenapa banyak orang yang merasa syahdu saat hujan turun yah.

Perubahan psikologi manusia saat perbuahan musim

Ternyata perubahan mood seseorang saat turun hujan dipengaruhi oleh perubahan musim. Menurut para psikologi, perubahan mood saat terjadinya pergantian musim ini disebut dengan istilah Seasonal Affective Disorder.

Terjadi perubahan psikologi saat pergantian musim (hipwee.com)

Seasonal Affective Disorder (SAD) sendiri merupakan istilah yang digunakan para psikolog untuk perubahan mood seseorang saat berkaitan dengan perubahan empat musim di benua Eropa dan Amerika. Menurut para psikolog, empat musim yang ada di negara mereka dapat mempengaruhi mood  masyarakatnya baik itu negatif maupun positif.

Perubahan mood saat turun hujan

Seasonal Affective Disorder atau SAD sendiri bagi masyarakat awam populer disebut dengan Winter Blues, atau Winter Depresion, kenapa disebut demikian? Karena di negara 4 musim perubahan mood paling terasa terjadi saat winter atau musim dingin tiba. Dari beberapa perubahan mood, yang paling banyak dialami ialah bersedih, melow, merasa bersalah, dan merasa sendirian. Inilah kenapa akhirnya muncul rasa rindu akan kehadiran seseorang.

Perubahan mood saat hujan turun (zettamedia.co)

Okeh, itu kan saat musim dingin. Lalu bagaimana di Indonesia yang tidak ada musim dingin, dan hanya ada musim hujan dan musim panas? Empat orang peneliti bernama Denissen, Penke, Bukalid dan van Aken menjawabnya melalui jurnal berjudul The Effect of Weather on Daily Mood: A Multilevel Approach”.

Menurut penelitian mereka, perubahan mood tidak hanya terjadi pada saat musim dingin, namun disaat musim hujan juga sangat besar berpotensi mengubah kondisi mood seseorang. Pada jurnal tersebut juga dikatakan jika hujan terbukti dapat menurunkan mood seseorang.

Bagaimana perubahan biologi manusia saat hujan turun mempengaruhi mood seseorang?

Setelah kita membahas dari sudut pandang psikologi, kini kita akan membahas syahdu, galau dan rindu saat huan turun dari kacamata ilmu biologi. Menurut dokter Jennifer Eastwood , melalui jurnalnya yang berjudul “Understanding Seasonal Affective Disorder”, ia mengatakan jika saat hujan turun, terjadi perubahan biologi pada tubuh manusia yang akan mengakibatkan males gerak (mager), ngantuk, suka melamun, mengkhayal sesuatu baik impian maupun seseorang, hingga munculah rasa rindu.

Ada dua proses bilogi yang terjadi pada tubuh manusia saat hujan turun. Yaitu apa yang disebut dengan hipothalamus dan serotonin. Hipotlamus ialah kondisi biologi dimana saat hujan dan kondisi mendung atau cenderung lebih gelap, maka mata akan menerima cahaya lebih sedikit. Saat mata menerima sedikit cahaya dan mengirimnya ke otak atau yang disebut hipothalamus. Hipothalamus inilah yang mengatur mood seseorang dalam otak.

Kondisi gelap saat hujan membuat kita tambah galau (pexels.com)

Tidak cukup disitu, hipothalamus kemudian akan memberikan sinyal dari otak ke glandula plineal dengan kondisi kurang cahaya. Pada kondisi glandula plineal kekurangan cahaya seperti inilah kemudian yang akan memproduksi hormon melatonin. Yaitu hormon yang akan mendorong seseorang akan mudah mengantuk dan lebih gampang melamun.

Selain hipothalamus, reaksi biologis dalam tubuh lainnya saat turun hujan ialah serotonin. Pada dasarnya kedua faktor reaksi biologi tersebut sama, yaitu kekurangan cahaya. Namun jika hipothamalus diterima oleh indera mata, namun serotonin diterima oleh indera kulit. Seratonin juga hampir sama dengan melatonin, yaitu akan membuat penurunan mood, melamun, dan mengantuk.

Pada kondisi tubuh melamun seperti ini, bayangan seseorang akan dibawa melayang-layang menjelajah file-file dalam otak untuk membuka kisah-kisah masa lalu. Biasanya kisah yang paling berkesanlah yang paling mudah ditemukan, yaitu kisah masa kecil dan kisah asmara.

Aroma hujan dan bunyi rintikan air hujan merupakan melodi alam terindah (salaminzaghi.com)

Hal tersebut kemudian diperkuat dengan aroma hujan yang khas, dalam ilmu modern aroma hujan disebut dengan  Petrichor. Aroma yang khas ini ternyata juga bisa mempengaruhi mood kita loh. Yaitu akibat senyawa yang bernama Geosmin yang dihasilkan tanah saat dibasahi hujan.

Keromantisan dan syahdunya hujan kemudian disempurnakan dengan melihat rintik-rintik hujan yang turun dari atas. Jika kamu suka melihat butiran hujan turun, hal tersebut akan membuat mata lelah, kemudian merasa nyaman untuk bermalas-malasan. Ibaratnya kaya saat kamu dihipnotis dengan menggunakan liontin, saat mata kamu mengikuti arah liontin maka mata akan lelah dan fikiran akan merasa nyaman hingga kamu terhipnotis.

Itulah penjelasan ilmuah kenapa saat hujan kita kadang merasa lebih romantis dan lebih melow. Bahkan kadang hujan tidak hanya mengakibatkan genangan, namun juga membuka kembali sebuah kenangan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Meski Kaya Raya, 6 Orang Milyarder Ini Tetap Memilih Hidup Sederhana

Demi Cintanya Pada Kekasih, Pria Ini Tak Malu Pakai Sepatu Hak Tinggi