Menurut Fatwa MUI, 5 Hal Ini Haram Dilakukan di Media Sosial

Kalau tetap dilakukan, tanggung sendiri dosanya ya!

223
SHARES

Penggunaan media sosial memang kian marak di Indonesia. Masalahnya, nggak cuma hal-hal positif saja yang bisa kita dapatkan di media sosial, tapi juga hal-hal negatif yang merugikan dan bisa menimbulkan dampak buruk yang demikian besarnya. Prihatin atas hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

Menurut Ketua umum MUI Ma’ruf Amin, fatwa tersebut dikeluarkan sebagai respon atas maraknya ujaran kebencian dan permusuhan melalui media sosial serta munculnya banyak berita bohong yang mengarah pada upaya adu domba masyarakat. Intinya, MUI menganggap beberapa hal merugikan tersebut sebagai sesuatu yang diharamkan atau dilarang oleh agama. Terus, apa saja sih hal-hal yang diharamkan menurut Fatwa MUI ini?

 

1. Menyebarkan aib orang lain, fitnah, adu domba dan permusuhan

Menyebarkan aib dan fitnah di media sosial diharamkan melalui Fatwa MUI – wallpaperup.com

Menurut Komisi Fatwa MUI, setiap Muslim yang bermuamalah (perlakuan atau tindakan terhadap orang lain, hubungan kepentingan) melalui media sosial diharamkan melakukan ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan.

2. Merisak

Merisak orang lain di media sosial sama buruknya dengan merisak di kehidupan sehari-hari – youtube.com

MUI juga mengharamkan aksi bullying (risak) terhadap orang lain dan mengutarakan kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan.

3. Hoax

Selalu cari tahu kebenaran dari sebuah berita atau cerita yang beredar di media sosial – youtube.com

Apapun alasannya, haram untuk menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup.

4. Pornografi dan kemaksiatan

Pornografi dan kemaksiatan jadi salah satu poin yang tak ketinggalan untuk diharamkan – todaymiddleware.mims.com

MUI juga melarang kegiatan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i. Haram pula menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan atau waktunya. Untuk kategori yang terakhir, ini bisa dicontohkan dengan penyebaran foto para pelaku pesta seks sesama jenis di Jakarta Utara yang terungkap beberapa waktu lalu.

5. Akses pada kebohongan

Memudahkan akses pada kebohongan juga dilarang – nusantara.news.com

Selain melarang penyebaran informasi bohong atau hoax, MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan-atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Dengan adanya poin-poin di atas, segala aktivitas buzzer di media sosial yang menyediakan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, maka hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya. Jadi, kalau kamu termasuk salah seorang yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai buzzer, pintar-pintar memilih tawaran pekerjaan ya! Daripada keuntungan yang kamu peroleh nggak berkah.

223
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~