Menurut BKKBN, 2035 Indonesia “Kelebihan” Jumlah Remaja Wanita

Tidak menutup kemungkinan kaum wanita lah yang pada akhirnya menguasai dunia

Saat ini, jumlah remaja di Indonesia cukup sangat tinggi. Menurut data yang dihimpun oleh Bappenas dan BPS pada tahun 2015 yang lalu, jumlah remaja di Indonesia mencapai angka 66 juta jiwa atau 27% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah remaja perempuan di Indonesia (antara.com)

Itu artinya, lebih dari seperempat penduduk Indonesia adalah usia remaja. Hal serupa juga terjadi pada skala global, untuk jumlah remaja di dunia ini tercatat berjumlah lebih dari 1,8 miliar atau seperempat penduduk bumi.

Remaja perempuan akan mendominasi pada tahun 2035

Jumlah remaja perempuan di Indonesia diprediksikan akan mengalami lonjakan yang cukup besar hingga mempengaruhi jumlah remaja perempuan. Sebagaimana dimuat dalam laman remsi BKKBN, menurut BKKBN pada tahun 2010 jumlah remaja perempuan berada pada angka 21.489.600 atau 18,11% dari jumlah perempuan.

Adapun pada tahun 2035, jumlah remaja perempuan menurut Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (Bappenas, BPS, dan UNFPA 2013), akan berjumlah 22.481.900 atau 14,72% dari jumlah perempuan.

Jumlah remaja perempuan mengalami pelonjakan di tahun 2035 (kompas.com)

Meskipun jumlah remaja perempuan pada tahun 2035 mengalami kenaikan hampir satu juta jiwa, namun dalam prosentasenya remaja perempuan mengalami sedikit penurunan. Hal itu disebabkan karena adanya kenaikan jumlah keseluruhan perempuan di Indonesia.

Menurut BKKBN, angka jumlah perempuan tahun 2035 terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di Indonesia.

Jumlah remaja perempuan pada tahun 2035 yang mencapai angka 22.481.900 jiwa disinyalir akan membuat remaja perempuan lebih mendominasi dibandingkan remaja laki-laki.

Sebab jumlah laki-laki lebih banyak dari wanita menurut ilmuan

Masih banyak perdebatan di kalangan ilmuan terkait jumlah perempuan yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Untuk menjawab misteri ini, sebuah penelitian dilakukan oleh Fresh Pond Research Intitute di Cambridge.

Menurut penelitian ini, ada banyak faktor kenapa perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Salah satu faktornya ialah terkait kemampuan bertahan hidup bayi perempuan ternyata lebih besar dibandingkan dengan bayi laki-laki. Meskipun pada masa janin, janin perempuan lebih lemah dibandingkan janin laki-laki.

Jumlah perempuan di dunia lebih banyak dari laki-laki (wowkeren.com)

Inilah yang menarik menurut  Steven Orzack salah satu tim peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut. Menurut Orzack, bayi laki-laki justru rentan meninggal pasca sudah lahir di dunia. Menurutnya penting mengetahui bagaimana kondisi bayi perempuan dan laki-laki saat di dalam dan di luar kandungan.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melibatkan 30 juta janin. Hasil penelitiannya, diketahui janin perempuan lebih lemah saat berusia di trisemester pertama. Sedangkan untuk untuk janin laki-laki, kondisinya lebih lemah di trisemester ketiga kehamilan sampai lahir.

Namun menurut William James, seorang ilmuan asal University Colege London menolak studi baru ini karena, dianggap tidak valid. Menurutnya kondisi janin berbeda-beda karena lebih diakibatkan dari pola hidup dan kondisi kesehatan ibu yang mengandung.

Akibat yang bisa ditimbulkan karena jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki

Segala bentuk ketimpangan yang ada di dunia ini sedikit banyak pasti akan menimbulkan persoalan. Termasuk ketimpangan pada jumlah laki-laki dan perempuan yang tidak proposional. Beberapa masalah pun bisa timbul dari hal ini.

Ini yang terjadi jika ketimpangan jumlah laki-laki dan wanita (kwikku.com)

Lapangan pekerjaan sepertinya menjadi persoalan serius akibat ketimpangan ini. Tidak menutup kemungkinan, pada tahun 2035 banyak pekerjaan-pekerjaan yang saat ini identik dengan laki-laki akan diambil alih oleh perempuan.

Selain itu, persoalan pernikahan pun mungkin akan menjadi masalah yang serius. Saat budaya masyarakat kita yang lebih setuju dengan monogami (satu pasangan), namun jumlah laki-laki dan perempuan tidak seimbang. Maka persoalan bisa muncul.

Amin Aulawi (Aw)

Written by Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tak Hanya Pencurian Data dan Berita Hoax, 3 Kenangan Ini Juga Bakal Lenyap Jika Kominfo Jadi Blokir Facebook

5 Pekerjaan Freelance Menggiurkan Untuk Kamu yang Ogah Kerja Kantoran