Nikah Itu Soal Gampang, Tapi Menjalaninya Tak Semudah Duduk di Kursi Pelaminan

Ingat, Lebaran tahun ini, jangan tergoda untuk menikah hanya karena ditanya “kapan nikah?”

1.8k
SHARES

Tak lama lagi, Lebaran yang kita tunggu-tunggu akan segera tiba. Tentu saja, itu adalah momen yang sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, lebih-lebih kita warga negara Indonesia. Meski begitu, akan selalu ada segelintir orang yang sedikit terganggu dengan fitrahnya Lebaran. Segelintir orang itu, siapa lagi kalau bukan para jomblo yang phobia dengan pertanyaan “kapan nikah?”


Lebaran adalah momen membahagiakan yang sayangnya, banyak jomblo yang justru merasa terganggu. | diphotobucket.com

Memang, Lebaran adalah waktu dimana akan banyak sekali pertanyaan klasik nan meyebalkan seperti itu, apalagi kalau masih ditambah embel-embel “wah.. sudah tua masa belum nikah juga..,” suasana silahturahmi yang awalnya menyenangkan langsung berubah menjadi aksi bullying yang menyedihkan.

Menikah bukan hanya soal tidur sekasur

Percayalah, tanpa diingatkan dengan pertanyaan kapan nikah pun, semua orang pasti ingin menikah. Hanya saja, dalam prakteknya, menikah itu tak semudah menulis kata menikah. Menikah itu memang mudah, namun tidak dalam menjalaninya. Karena semua orang juga tahu, bahwa yang namanya hidup berumah tangga itu bukan hanya soal tidur sekasur dan hura-hura.

Dalam prakteknya, menikah itu tak semudah duduk di kursi pelaminan. | thebridedept.com

Dalam berumah tangga itu, kadang kita harus berhadapan dengan masalah dan perselisihan. Dan inilah waktu dimana kedewasaan kita benar-benar dibutuhkan. Saat masih pacaran, adalah hal yang mudah untuk meninggalkan pasangan beberapa waktu agar suasana yang tegang kembali mereda.

Namun setelah hidup serumah, cara seperti itu sudah terlalu usang untuk bisa digunakan lagi. Jadi, mau tak mau, kita harus terus berhadapan dengan pasangan dengan segala macam perselisihan paham yang belum terselesaikan.

Tidak ada pasangan yang ingin rumah tangganya berantakan

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan calon pasangan hidupmu nanti adalah orang yang benar-benar bisa mengerti kamu. Begitu pun sebaliknya, kamu harus menjadi orang yang paling bisa memahaminya.

Membangun rumah tangga bahagia itu bukanlah hal yang mudah. Namun, tidak ada satu pasangan pun di dunia ini yang ingin rumah tangganya berantakan, kan?

Jangan menikah sebelum kamu menemukan calon pasangan yang mau dan mampu untuk saling mengerti dan memahami. | pesantren-id.blogspot.com

Seiring berjalannya waktu, kehidupan rumah tangga pasti akan dihujani oleh banyak masalah dan perselisihan paham. Sayangnya, kita hanya diberi dua pilihan untuk menyelesaikannya, kita akan melewati dan menyelesaikan masalah-masalah itu bersama pasangan, atau menyerah dengan keadaan dan memutuskan untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Semoga Lebaran tahun ini, kamu tidak menjadi korban perasaan yang kesekian, tidak lantas berpikir untuk buru-buru menikah hanya karena muak dibombardir oleh satu pertanyaan klasik nan menyebalkan: “kapan nikah?”

Kalau memang belum siap menikah, jangan pernah dipaksakan. Pokoknya jangan!

1.8k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."