Terkadang, Kamu Harus Menjaga Jarak Agar Bisa Melupakan dan Memaafkan

Sungguh, kamu butuh jarak untuk menyembuhkan luka

Hingga kini memaafkan kesalahan orang lain masih menjadi salah satu hal paling sulit untuk dilakukan. Terutama memaafkan mereka yang telah dengan sengaja melukai, mengecewakan dan membuat patah hati. Namun meski sulit, maaf tetap harus diberikan. Karena dengan memaafkan kamu bisa membuka jalan kebahagiaan.

Baca juga : Wanita Memang Pantas Jadi Pemimpin. Tapi, Begini Caranya

Memberi jarak agar bisa memaafkan (thoughtcatalog.files.wordpress.com)

Lalu, bagaimana caranya agar bisa memaafkan seseorang? Terkadang, salah satu jalan terbaik adalah dengan menjauh dan menjaga jarak dari orang yang telah menyakiti. Bukan karena kamu egois, namun menjauh menjadi cara terbaik agar tak saling menyakiti.

Terlebih dulu, kamu harus berdamai dengan diri

Mungkin memberikan maaf menjadi hal sepele bagi sebagian orang, namun yang harus kamu tau, tidak semua orang bisa memberi maaf dengan mudah dan cepat. Bahkan ada yang membutuhkan waktu sangat lama hanya untuk memberi sebuah kata maaf.

Terlebih dulu, kamu harus berdamai dengan diri (rhubarbetc.com)

Sebelum memberi maaf, terkadang kamu harus menjaga jarak agar bisa leluasa berdamai dengan diri sendiri yang telah tersakiti. Jangan lupa juga untuk berdamai dengan orang yang telah menyakiti. Jangan sampai kamu menyimpan dendam kepadanya. Sebisa mungkin tenangkan diri dan menjauh sementara dari dia yang telah melukai.

Jarak bukan ‘lambang’ permusuhan

Selama ini sudah banyak orang yang salah paham dengan mengaitkan jarak sebagai bentuk permusuhan atau perselisihan. Padahal bukan itu maksud dari menjaga jarak. Jarak terkadang diperlukan agar kamu bisa berhati-hati agar tidak mengulang kesalahan yang telah lalu.

Jarak bukan ‘lambang’ permusuhan (einfon.com)

Jarak juga dibutuhkan agar dia tidak mengulangi lagi kesalahan dengan menyakiti kamu lagi. Meski berjarak, hubungan baik tetap bisa tercipta. Namun kali ini hubungan baik yang diliputi sedikit kewaspadaan.

Memaafkan tak sekedar ucapan, dibutuhkan ketulusan didalamnya

Mungkin sangat mudah memberikan maaf jika hanya sebatas kata-kata saja. Namun, memaafkan yang sesungguhnya membutuhkan ketulusan dan keikhlasan dari hati. Hanya saja, membuat hati benar-benar ikhlas memberi maaf bukan perkara yang mudah.

Memaafkan tak sekedar ucapan, dibutuhkan ketulusan didalamnya (walldevil.com)

Membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama agar bisa disebut ikhlas. Bahkan ada yang bisa ikhlas memaafkan setelah bertahun-tahun lamanya. Dengan menjaga jarak, kamu bisa memanfaatkan ruang untuk lebih belajar mengikhlaskan. Memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk bisa tulus memaafkan. Melupakan kesalahan orang lain dan kembali menata hati untuk menyambut kebahagiaan.

Demi kebaikan diri sendiri, sebaiknya kamu memang menjauh sementara dari dia yang menyakiti. Sembuhkan dulu semua luka dan lupakan segala kesalahan. Ikhlaskan apa yang telah terjadi hingga kamu bisa memberi maaf dengan berlandaskan ketulusan hati.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Kecerdasan Sejati Adalah Kemampuan untuk Beradaptasi Terhadap Perubahan

Sebelum Buat Target Tahun Depan, Pahami Dulu Kenapa Target Tahun Ini Belum Tercapai