Menjadi Pemaaf Terhadap Pasangan Itu Baik, Tetapi Ternyata Berbahaya Untuk Dirimu Sendiri

Orang yang mudah memaafkan cenderung mudah disakiti~

Menjadi seorang pemaaf memang salah satu ciri kebaikan dalam diri seseorang. Meskipun kadang hal itu tidaklah mudah dilakukan. Terlebih memberikan maaf kepada orang yang sudah kita percaya, seperti pasangan kita misalnya.

Namun bagaimana pun kesalahan yang dilakukan oleh pasangan, tentu biasanya kamu lebih memilih memaafkan bukan. Sebab selain karena rasa sayang, memang pada dasarnya manusia lebih menyukai memaafkan dibandingkan harus hidup diliputi dendam.

Pria minta maaf (rd.com)

Kecenderungan manusia untuk memaafkan menarik perhatian para ilmuan untuk melakukan penelitian. Sebenarnya bagaimana dampak dari sifat mudah memaafkan tersebut.

Penelitian ini melibatkan tiga lembaga akademik terkemuka, yakni University of Oxford, University College London, dan International School for Advanced Studies. Para ilmuan dari lembaga tersebut tergabung untuk meneliti dampak dari orang pemaaf.

baik buruk menjadi seorang pemaaf (media.winnipegfreepress.com)

Penelitian ini melibatkan 1500 partisipan untuk mengumpulkan data. Awalnya, para partisipan penelitian dipertemukan dengan orang baik dan orang jahat. Kemudian mereka diminta untuk memberikan kesan kepada orang baik dan orang jahat itu.

Menariknya, partisipan yang pemaaf cenderung lebih yakin jika kedua orang yang ia temui adalah baik. Meskipun ia menemukan fakta jika si jahat telah melakukan kesalahan, namun ia anggap lebih baik memaafkan.

Orang yang mudah memaafkan cenderung mudah disakiti (trendingtopic.info)

Disinilah letak permasalahannya. Ada dua sisi yang saling berkaitan dengan apa yang dilakukan si pemaaf. Di satu sisi, saat ia memaafkan orang yang telah berbuat salah kepadanya, berarti ia telah memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk memperbaikinya.

Namun di sisi lain, memaafkan orang yang telah berbuat salah tanpa memberi hukuman merupakan bentuk pembiaran orang melakukan kesalahan. Dan tidak dipungkiri, orang jahat tersebut akan melakukan pertbuatannya lagi karena tidak ada efek jera.

Selain memaafkan, kamu juga perlu beri dia ketegasan (vemale.com)

Pun dalam sebuah hubungan, adakalanya kita memaafkan pasangan kita yang telah menyakiti kita karena demi kebaikan hubungan. Namun di satu sisi, mudah memaafkan kesalahan pasangan justru akan membuat ia lebih sering melakukan kesalahan.

Dampaknya, semakin kamu mudah memaafkan maka semakin mudah juga kamu disakiti pasanganmu. Jadi, tindakan yang terbaik selain memaafkan ialah dengan memberi ketegasan.

Memaafkan bukan berarti membiarkan ia terus menyakitimu (bornrealist.com)

Memaafkan tidak berarti menghilangkan “hukuman” terhadap perbuatan kesalahan. Jadi, jika pasanganmu berbuat kesalahan dan kamu memutuskan memaafkannya. Berilah ketegasan untuk tidak mengulanginya. Hal itu demi kebaikanmu dalam menjalani sebuah hubungan.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *