Perlunya Meningkatkan Keahlian Kita Agar Tidak Kalah dengan Kecerdasan Buatan di Masa Depan

Kalau tiak bersiap sedari kini, bisa-bisa kita tak mendapatkan pekerjaan di masa depan

Belakangan ini, para ilmuwan dan akademisi mulai meramalkan bahwa di masa mendatang akan banyak sekali jenis pekerjaan manusia yang akan diambil-alih oleh robot ataupun kecerdasan buatan. Tak sekedar pekerjaan kasar, namun juga pekerjaan yang membutuhkan kepandaian tertentu juga bisa diselesaikan oleh kecerdasan buatan.

Baca juga : Gila! Ilmuwan Sebut Robot Ini Bisa Hamil dan Melahirkan Anak

Di satu sisi, ini menguntungkan karena pekerjaan yang punya resiko besar jadi bisa diperkecil dampaknya. Sedangkan di sisi lain, akan ada banyak sekali manusia yang terancam kehilangan pekerjaan karena sudah bisa digantikan oleh robot. Kalau tak ingin pekerjaan kita direbut oleh kecerdasan buatan, maka kita perlu untuk terus meningkatkan keahlian.

Revolusi industri

Perkembangan teknologi tentu bukanlah hal yang baru. Kita mengenal adanya revolusi industri sejak ditemukannya mesin uap yang mempermudah banyak hal di masa lampau. Kali ini, revolusi industri muncul kembali dengan adanya otomisasi berbagai hal melalui kecerdasan buatan, baik dalam wujud fisik robot ataupun program-program yang bisa mewakili kerja manusia.

Kecerdasan buatan (medicalfuturist.com)

Masalahnya, tidak semua orang bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang serba cepat ini sehingga mengakibatkan banyak orang menjadi pengangguran. Sebenarnya bisa dimengerti kenapa banyak perusahaan akan lebih mengandalkan kerja robot ketimbang menggunakan manusia. Selain karena faktor penghematan upah, kerja kecerdasan buatan juga bisa meminimalisasi apa yang biasa kita sebut dengan istilah human error.

Tetap butuh manusia

Walaupun kecerdasan buatan diramalkan akan mengambil-alih banyak pekerjaan manusia, tetap saja peran manusia akan dibutuhkan juga untuk mengendalikan sistem kerja kecerdasan buatan itu. Selain itu, jelas ada beberapa faktor lain yang membuat robot tidak bisa menggantikan peran manusia. Oleh karenanya, tugas kita saat ini adalah terus mengasah keahlian agar tidak serta merta dikalahkan oleh robot.

Salah satu inovasi pemakaman di Jepang, biksu diganti robot (thejournal.ie)

Banyak perusahaan yang juga sudah menyadari hal ini akhirnya membuka kelas-kelas pelatihan bagi para pegawainya. Harapannya, para pegawai yang sudah mendapat tambahan keahlian bisa menjadi pengontrol bagi pertumbuhan teknologi yang melibatkan robot dan kecerdasa buatan.

Saat ini sudah banyak peran robot dalam menggantikan kerja manusia (sickchirpse.com)

Jadi, kalau kalian masih ingin mendapatkan pekerjaan dan tidak kalah bersaing dengan para robot, mulailah terus mengasah keahlian yang sekiranya dibutuhkan. Jangan malas, karena para robot tentu saja tidak mengenal kata malas dan bisa membuatnya jadu pilihan utama perusahaan ketimbang karyawan manusia yang hobi bermalas-malasan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Wanita Dominan dalam Hubungan Cinta: Pro, Kontra, dan Realitanya

Perlu Dihindari, Pertanyaan Basa-basi Ini Sering Menyakitkan Hati