Menikah Adalah Pilihan yang Harus Kamu Buat Setiap Hari, Bukan Hanya Saat Resepsi

Karena riuhnya resepsi tidak pernah bisa menjamin kamu akan bahagia selamanya

Setelah meninggalkan fase pacaran, banyak orang yang kemudian sadar kalau menikah itu ternyata tidak gampang. Tingginya angka perceraian dan semakin banyaknya artikel yang membagikan tips bagaimana membangun keluarga bahagia, adalah bukti betapa sulitnya menjalani fase menikah.

Tak seperti yang kamu bayangkan, pernikahan itu benar-benar sulit dijalani (pexels.com).

Namun tetap saja, kamu masih percaya dengan dongeng-dongeng. Yakin bahwa menikah itu selalu menyenangkan, romantis, dan penuh dengan canda tawa. Jujur saja, semua foto mesra yang kamu lihat di media sosial itu hanyalah lima persen dari seluruh adegan pernikahan yang akan kamu jalani.

Pernikahan adalah pilihan setiap hari, bukan peristiwa satu kali

Salah satu kesalahpahaman paling populer soal menikah adalah bahwa setelah resepsi pernikahan, kamu akan melewati malam pertama dan bahagia selamanya. Jangan berlebihan, tidak pernah ada pasangan yang seberuntung itu.

Parahnya, kebanyakan orang justru menghabiskan banyak uang, waktu, dan energi hanya untuk merencanakan resepsi pernikahan yang luar biasa, namun sama sekali tidak merencanakan apapun setelah hidup bersama.

Percayalah, tidak ada pernikahan yang dari awal sampai akhir selalu bahagia (pexels.com).

Pernikahan merupakan komitmen harian, Setiap hari kamu dan pasangan harus memutuskan banyak hal untuk hidup yang lebih baik, atau justru lebih buruk. Kebahagiaan tidak diciptakan dengan foto-foto mesra di Facebook dan Instagram, namun dengan melewati semua masa sulit bersama-sama.

Ini adalah kebenaran, adalah realita dari pernikahan.

Namun kabar baiknya, kamu masih punya kesempatan untuk mewujudkan kehidupan menikah yang luar biasa bersama pasangan. Itu, kalau kamu mau menerima kenyataan bahwa pernikahan adalah sebuah pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan.

Bagaimana cara mewujudkannya? Berikut ini ada lima hal yang sangat sederhana yang kalau kamu mau melakukan secara konsisten, pernikahan bahagia nan berkesan bukan lagi sebuah dongeng dari negeri impian.

1. Jadilah sebuah tim

Normalnya, kamu dan pasanganmu adalah sebuah tim yang harus kompak sepanjang hidup berkeluarga. Saling berkorban adalah salah satu cara untuk melakukannya. Dan, keegoisan merupakan musuh utama dari pernikahan yang layak dan bahagia.

Jangan sampai ada egois di antara kamu dan pasanganmu (pexels.com).

2. Cintai pasanganmu tanpa syarat

Pernikahan itu seperti transaksi. Baik, buruk, dan segala sesuatu yang ada pada pasanganmu harus kamu terima setelah riuhnya resepsi. Mencoba mengubah pasangan itu sia-sia, kecuali kamu mau menghormatinya. Dia adalah dia, maka perbaiki yang baik dan ikhlaskan yang buruk.

Karena esensi dari pernikahan adalah untuk belajar mencintai pasangan dengan tanpa syarat.

Cintai pasanganmu tanpa syarat. Ya, sesederhana itu (pexels.com).

3. Perlakukan pasanganmu lebih baik dari kamu memperlakukan siapa pun

Ini adalah hal tersulit untuk dilakukan, namun bisa menghasilkan kebahagiaan paling indah. Apapun masalah yang sedang kalian hadapi, pasanganmu selalu layak diperlakukan dengan cara terbaik, dengan terhormat melebihi kamu memperlakukan siapa pun. Kecuali tentu saja, buah hatimu.

Apapun masalahnya, pasanganmu tetap layak mendapat perlakuan terbaik (pexels.com).

4. Mempersiapkan rencana terhebat untuk melawan masalah terberat

Belajarlah untuk membiarkan masalah-masalah kecil pergi. Semua hal tidak harus diselesaikan dengan pertengkaran. Namun ketika menghadapi masalah yang berpotensi mempengaruhi pernikahanmu, siapkan rencana terbaik untuk menyelesaikan tanpa harus mengorbankan pasanganmu.

Menguasai seni berkomunikasi adalah modal terbaik untuk melakukan ini.

Pintar berkomunikasi adalah kunci untuk menyelesaikan masalah terbesar yang mungkin belum pernah kamu temui (pexels.com).

Memaafkan dan merelakan

Menikah adalah salah satu kesempatan besar untuk belajar memaafkan. Kalau sampai detik ini kamu masih saja egois di depan pasanganmu, mulailah untuk meredamnya. Kamu harus membuang hakmu untuk menghukum pasanganmu, terlepas dari kesalahan apa yang pernah dia perbuat.

Ini, adalah satu-satunya cara untuk memastikan pernikahanmu terus bergerak maju sebagai tim yang solid.

Selagi ada waktu, belajarlah memaafkan pasanganmu sebaik yang kamu bisa (pexels.com).

Pada akhirnya.. pernikahan hanyalah untuk orang-orang dewasa. Menikah membutuhkan kedewasaan, tekad, keuletan, dan cinta tanpa syarat untuk mempertahankan hubungan itu hingga akhir hayat. Dan, membuat komitmen setiap hari yang disengaja adalah rahasia untuk bahagia selamanya.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Menguak Misteri Pulung Gantung. Api Terbang Pertanda Adanya Bunuh Diri di Gunungkidul Yogyakarta

Yang Aku Yakini, Kamu Adalah Bagian Terindah dari Masa Lalu yang Pilu