Senang Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Adalah Tanda Kepribadianmu Kurang Berkualitas

Tapi kalau kamu memang senang disebut alay, so it’s okay~

Di era media sosial ini, setiap orang jadi lebih bebas berekspresi dan berinteraksi. Melalui media sosial pula seseorang bisa membagi bagian dari kehidupannya untuk menjadi ‘santapan’ orang lain, termasuk dengan urusan percintaan.

Sering kita menjumpai ada pasangan yang senang mengumbar kemesraan lewat media sosial, baik yang bermesraan secara wajar maupun yang sudah kelewat batas dengan menampilkan kemesraan yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik (dan yang seperti ini banyak contohnya!). Padahal, mengumbar kemesraan secara berlebihan justru menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian yang kurang berkualitas.

Orang yang berkepribadian baik tahu batasan dalam menunjukkan kemesraan

Ridwan Kamil dan istrinya selalu terlihat mesra tanpa harus berusaha mengumbar kemesraan – instagram

Sebuah hubungan yang berkualitas dibangun atas dasar rasa cinta dan kepercayaan antara satu dengan lainnya, dan tidak dalam waktu yang relatif singkat. Oleh sebab itu, pasangan yang sudah mencapai sebuah chemistry yang solid tentu sadar bahwa kemesraan mereka bukanlah sesuatu yang seharusnya dibagikan begitu saja ke publik. Mereka akan cenderung tahu batasannya, karena mereka sadar bahwa kemesraan tak selalu harus ditunjukkan dengan kemesraan norak ala ABG yang baru saja pacaran pertama kalinya. Coba deh contoh Ridwan Kamil yang bisa selalu terlihat mesra dengan istrinya tanpa terlihat norak karena mengumbarnya di media sosial.

Apa perlunya memamerkan kemesraan?

Sebenarnya, apa sih pentingnya dunia tahu kalau kita mesra dengan pasangan? – youtube

Pernahkah kalian bertanya ke diri sendiri, apa sih perlunya memamerkan kemesraan di hadapan orang lain? Untuk menunjukkan bahwa kalian adalah pasangan paling serasi di dunia? Atau hanya untuk menyindir kaum jomblo yang kesehariannya dijalani sendiri dengan nelangsa? Sunguh amat disayangkan kalau itu yang menjadi tujuannya. Padahal, sebuah hubungan yang baik dan berkualitas justru akan berfokus pada pasangan yang menjalaninya, jadi sama sekali tak ada urusannya dengan pandangan orang lain.

Mereka yang punya kualitas kepribadian baik akan menyadari bahwa kualitas hubungan lebih penting dari sekedar publikasi

Saat kamu fokus dalam menjalani hubungan dengan pasanganmu, maka kamu akan disibukkan dengan kegiatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hubungan. Kalian akan sibuk saling menyayangi, membahagiakan dan berbagi kenyamanan satu sama lain. Oleh karena itu tak ada lagi waktu untuk pencitraan dan pamer kemesraan.

Karin dan Gaga yang relationshipnya di-irikan oleh remaja-remaja labil Indonesia pun akhirnya kandas juga – Instagram

Ingat, Awkarin toh akhirnya putus juga dengan Gaga Muhammad meski berulangkali pamer kemesraan dan disebut-sebut punya relationship goal yang bikin iri para remaja Indonesia. Sebabnya jelas, mereka terlalu sibuk mencitrakan kebahagiaannya, padahal hubungan di dalamnya kosong melompong tidak meningkat kualitasnya. Mau hubunganmu seperti itu?

Kalau kamu memang punya kepribadian yang berkualitas, maka kamu tak akan mengundang reaksi negatif dari orang lain

Gimana nggak mengundang reaksi negatif, baru pacaran aja gaya acarannya udah kaya suami istri – YpuTube

Masih dari inner circle Awkarin, kali ini contoh berikutnya kita ambil dari Anya Geraldine yang sempat menghebohkan jagad maya Indonesia karena level pamer kemesraannya yang sudah teramat vulgar.  Seperti kita tahu, baik Anya maupun pasangannya lantas menuai reaksi negatif dari banyak kalangan. Ya terang saja, karena cara mereka memamerkan kemesraan memang amat mengganggu bagi orang lain. Realtionship goals yang baik seharusnya justru menghindarkanmu dari reaksi negatif orang lain atas hubunganmu.

Ada hal-hal lain yang lebih layak mendapat sorotan di media sosial ketimbang pamer kemesraan

Meski bisa selalu memamerkan kemesraan dengan Hamish, toh Raisa lebih suka memamerkan kegiatan lain yang inspiratif. Seperti saat ia angkat besi misalnya – instagram

Memang tidak ada salahnya seseorang mempublikasikan kemesraannya bersama pasangan di media sosial. Tapi perlu diingat, tidak perlu berlebihan pula dalam memamerkannya. Kalau kamu memang sudah mesra dari sananya dengan pasangan, tidak perlu menonkolkan segala bentuk kemesraan pun pasti akan terasa mesra di mata orang lain. Lagipula, ada banyak hal lain yang lebih menarik untuk dipamerkan di media sosial ketimbang urusan kemesraan semata, bukan?

Bukan bermaksud pesimis, tapi tak ada yang abadi di dunia ini

Salah satu alasan mendasar kenapa pamer kemesraan di media sosial adalah sesuatu yang tidak penting karena selalu ada kemungkinan sebuah hubungan akan kandas. Bukan bermaksud pesimis atau mendoakan keburukan, tapi kenyataannya demikian. Mereka yang sudah puluhan tahun saja bisa bercerai, apalagi masih sebatas menjalin hubungan berjenis pacaran?

Hubungan manusia tak ada yang tahu arahnya – idntimes.com

Kamu baru akan merasakan kesia-siaannya mengumbar kemesraan saat (semoga tidak terjadi padamu ya) hubunganmu kandas di tengah jalan. Orang-orang yang sedari awal sudah mencibir kemesraanmu yang overdosis di media sosial tentu akan menjadikan momen kandasnya hubunganmu sebagai ajang sorak-sorak bergembira. Nyesek, sob!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

4 Bukti Ini Tunjukkan Bahwa Facebook Tau Kamu Sedang Jatuh Cinta

Bulu Perindu, Benda Sakti yang Masih Banyak Dipakai Hingga Kini