Nasehat Kecil untuk Kamu yang Suka Mengumbar Kemesraan di Media Sosial

Kamu kira bakal ada orang yang peduli dengan kemesraanmu? NO!!!

Media sosial adalah sebuah fenomena. Bagaimana mungkin, dunia maya yang pada awalnya murni untuk mengeruk beragam informasi syarat makna, kini bisa berubah menjadi ladang untuk pamer kemesraan? Kalau kamu adalah pengguna media sosial, maka pasti, jawabannya adalah mungkin.

Baca juga : Cinta Itu Cukup Kalian yang Merasakan, Tak Perlu Diumbar dan Dipamerkan Berlebihan

Sekarang, kita bisa melihat banyak fenomena seperti ini di media sosial. | facebook.com

Media sosial itu bukan smartphone kesayangan

Sekarang, media sosial seakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar anak muda dan orang tua, seakan sudah menandingi pentingnya pangan, papan, dan sandang bagi manusia. Maka tak heran kalau kita bisa menemukan segala hal di sana, mulai dari hal yang baik sampai yang buruk.

Mengumbar kemesraan bersama pasangan, misalnya. Ini, merupakan kebiasaan baru yang banyak disukai oleh pengguna media sosial di jaman sekarang. Entah karena hanya saya yang kurang suka melihat pemandangan seperti itu atau apa, kini perilaku buruk itu semakin bertambah marak saja.

Sekarang kita bahkan susah membedakan, mana media sosial dan mana galeri foto pribadi. | instagram.com

Sebenarnya, suka-suka kamu mau berperilaku seperti apa di media sosial. Itu akun pribadimu, itu hakmu. Tapi ingat, media sosial itu bukan hanya milikmu seorang. Media sosial itu bukan smartphone kesayanganmu yang bisa kamu isi apapun yang kamu mau. Media sosial itu, milik semua orang.

Tanpa pem-filter-an apapun, secara default apa yang kamu share di media sosial akan menjadi konsumsi bagi semua orang. Iya kalau yang kamu share itu sesuatu yang bagus dan dibutuhkan banyak orang, lha kalau cuma foto kamu dan pasanganmu yang sedang berciuman, buat apaan?

Kemesraan yang terkesan cari perhatian

Karena itu, sebelum pada akhirnya semua orang benci dengan kelakuanmu, segera ubah sikap burukmu itu. Belajarlah memahami apa itu lingkup publik dan apa itu kepentingan pribadi. Belajarlah memilah-milah, mana saja yang pantas dipamerkan dan mana saja yang seharusnya dirahasiakan.

Memang seperti itulah seharusnya kita bermedia sosial yang baik dan benar. Percayalah, kemesraan yang selama ini kamu pamerkan di akun pribadimu itu, hanya akan membuatmu terkesan cari perhatian di mata orang-orang. Atau, memang itu tujuanmu menjalin hubungan dan pamer kemesraan?

Apakah ingin mendapat banyak perhatian adalah tujuan awalmu saat ingin menjalin hubungan cinta? | facebook.com

Tentu saja tidak, kan? Saya yakin kamu ingin membangun dan menjalani hubungan cinta seperti kebanyakan orang. Saya yakin kamu ingin bersikap baik, jujur, setia, dan percaya pada pasanganmu. Saya yakin, kamu ingin menjadi pahlawan dalam hubungan cinta yang kamu jalani itu, kan?

Kalau memang seperti itu keinginanmu, maka mulai sekarang jangan ulangi kebiasaan burukmu itu. Jangan sampai, hubunganmu yang memang tulus dan romantis, menjadi ternoda hanya karena perilakumu di media sosial, hingga kamu dan pasangnmu dicap sebagai pasangan haus pujian.

Tidak akan ada orang yang peduli

Jadi, sekali lagi, media sosial itu tempat umum. Tidak semua hal bisa kamu share di sana. Kalau kebahagiaan dan kesedihanmu bersama pasangan masih saja diumbar di sana, lalu di mana lagi privasi dan ke-eksklusif-an hubungan kalian? Kamu, hanya akan dijadikan bahan olok-olokan.

Ketika semua orang tahu masalahmu bersama pasangan, maka semua orang paham kalau kamu sedang sekarat. Lalu apa? Tidak ada satu pun dari mereka yang peduli dan memberikan nasehat. Semua orang hanya akan menjadikanmu sebagai bahan tertawaan yang pantas di-bully seharian.

Pada kenyataannya, tidak akan ada satu orang pun yang mau peduli denganmu dan hubunganmu. | journal.sociolla.com

Permisalannya seperti ini. Semua orang menyangka kamu dan pacarmu akan naik ke palaminan setelah setiap hari kamu (dan juga dia) meng-upload semua foto mesra kalian yang disertai quote-quote romantis sebagai caption. Tapi ternyata, hubunganmu bersamanya kandas di tengah jalan.

Setelah peristiwa mengenaskan itu, kira-kira, ada berapa jumlah orang yang akan ikut sedih dan tertawa? Saya yakin, hanya akan ada satu dua orang yang (pura-pura) ikut sedih. Sisanya, puluhan orang akan meluangkan waktu untuk tertawa bahagia, dan ribuan orang lainnya TIDAK PEDULI!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tanpa Bantuan Dokter dan Bidan, Remaja Tanggung Membantu Pacarnya Melahirkan Dipandu Tutorial YouTube!

Bisnis Haram Kelompok Saracen, Mendulang Rupiah dari Isu SARA dan Hoax