Pada Akhirnya, Menghiraukan Kesedihan Hanya Akan Membuatmu Lebih Merana

Karena tanpa kesedihan, kebahagiaan tak bisa didefinisikan

Tidak ada yang tak ingin bahagia. Kebanyakan dari kita, menerima ini sebagai sebuah kebenaran universal yang tak terbantahkan. Kita selalu saja berusaha menghindari kesedihan. Meskipun faktanya, kita selalu saja bergelut dengan perpisahan, kekecewaan, atau frustasi berkepanjangan.

Baca juga : Akibat Buruk yang Kamu Dapatkan Jika Mencintai Kekasih Secara Berlebihan

Gara-gara keyakinan ini pula, semakin banyak orang yang berdiskusi tentang kebahagiaan, pentingnya kebahagiaan, bagaimana cara mendapat kebahagiaan, dan lain sebagainya yang mungkin saat ini sedang kamu pikirkan. Padahal menurut saya, hal semacam ini kurang kerjaan.

Sekarang ini, semakin banyak saja orang yang menggunakan kebahagiaan sebagai fokus utama diskusi dan disaat yang bersamaan, justru mengabaikan kesedihan. | irwanwberutu.com

Karena seharusnya, kebahagiaan jangan dijadikan fokus utama, namun lebih ke bagaimana kita menemukan makna hidup kita. Salah satu masalah besar dari mendiskusikan bahagia dan segala printhilan-nya adalah, adanya fakta bahwa kesedihan dan kebahagiaan itu mustahil dipisahkan.

Tanpa kesedihan, kebahagiaan tak bisa didefinisikan

Boleh percaya boleh tidak, tanpa kesedihan, kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ini adalah satu garis lurus emosional yang selalu berhubungan. Gampangnya begini.. bagaimana kamu tahu bahwa kamu sedang bahagia jika kamu tidak pernah sekali pun merasakan kesedihan?

Coba perhatikan foto ini:

| amazon.com

Mengapa titik tertinggi dari gunung di atas disebut puncak? Karena titik tertinggi itu punya perbedaan ketinggian dengan segala sesuatu di sekitarnya, kan? Dengan kata lain, dataran di bawahnya tak layak disebut puncak, kan?

Nah, kebahagiaan dan kesedihan juga bekerja dengan cara yang sama. Tanpa kesedihan, maka kebahagiaan tidak bisa didefinisikan. Begitu juga sebaliknya.

Jangan memaknai kesedihan sebagai kesedihan

Jadi, ketika kamu berusaha keras menghindari kesedihan, sebenarnya kamu juga sedang berusaha keras menghindari kebahagiaan. Secara tidak sadar, kamu justru menenggelamkan diri ke dalam hal-hal yang mungkin tidak benar-benar terjadi. Kamu merasa bahagia, namun hanya sebatas imajinasi.

Semakin kamu menghindari kesedihan, sebenarnya kamu juga sedang menghindari kebahagiaan. | pexels.com

Oleh sebab itu, alih-alih sibuk mendiskusikan kebahagiaan, yang harus kamu lakukan adalah memahami bahwa kebahagiaan yang benar-benar sempurna itu tidak ada dan tidak bisa dicapai.

Maka, merayakan setiap keberhasilan kecil akan sangat membantu untuk menciptakan sistem kepuasan hidupmu sendiri. Otakmu perlu merasa bahagia. Bukan hanya perlu, tapi harus sesering mungkin.

Dengan melihat hidup sebagai sebuah perjalanan panjang dan bukan sebagai tujuan jangka pendek, semoga, kamu bukan hanya akan merasa bahagia karena hal-hal sederhana, namun juga mampu memposisikan pasang-surut kehidupan sebagai bagian dari kemajuan, bukan kesedihan.


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tuhan Mempertemukan dan Memisahkan Kita dengan Sebuah Alasan. Semoga Tuhan Memiliki Alasan Terbaik

Sebenarnya Tidak Ada Pilihan yang Salah, Kamu Hanya Tak Siap Dengan Konsekuensinya