Dianggap Lebih Sehat, Benarkah Kita Perlu Mengganti Nasi Putih dengan Nasi Merah?

Kenali manfaatnya, lalu putuskan yang terbaik bagi kesehatanmu

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, nasi putih adalah makanan pokok yang tak tergantikan lagi. Bahkan, kita mengenal ungkapan “belum kenyang kalau belum makan nasi” yang menunjukkan betapa bangsa ini nyaris kecanduan nasi putih. Padahal, menurut penelitian ditemukan bukti bahwa nasi putih adalah makanan yang memberi sumbangan paling besar untuk penyakit diabetes atau kencing manis.

Tidak heran kalau Indonesia kemudian menempati peringkat pertama sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak di kawasan Asia menurut salah satu survey. Melihat fakta ini, mulai banyak orang Indonesia yang memutuskan untuk pelan-pelan meninggalkan nasi putih dan menggantinya dengan sumber karbohidrat lain, termasuk dengan nasi merah yang disebut-sebut lebih sehat dan cocok bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Jadi, perlukah kita mengganti nasi putih dengan nasi merah sebagai makanan pokok?

Kenali dulu manfaat yang terkandung dalam nasi merah

Meski banyak yang meyakini bahwa nasi merah lebih sehat, namun tak sedikit pula yang emoh mengonsumsinya. Rasa yang lebih hambar atau tekstur yang lebih kasar membuat banyak orang enggan beralih dari nasi putih ke nasi merah. Oleh karenanya, sebelum menjawab pertanyaan tentang perlu atau tidak kita beralih ke nasi merah, ada baiknya kita ulas dulu manfaat apa saja yang dimiliki oleh nasi merah.

1. Memberi asupan yang baik bagi tubuh dan mengenyangkan lebih lama

Tidak seperti beras putih, kulit luar pada beras merah masih utuh karena tidak mengalami proses penggilingan dan pengelupasan yang berlebihan. Kulit luar yang juga biasa disebut sebagai bran ini memiliki kandungan serat, mineral (zinc, natrium, mangan, zat besi, kalium) dan vitamin B yang tinggi sehingga memberikan asupan yang baik bagi tubuh.

Nasi merah mengenyangkan lebih lama dari nasi putih (bolehkah.com)

Karena kaya serat, maka beras merah bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan membuat kita merasa kenyang lebih lama. Sedangkan aneka mineral yang dikandungnya bisa menjadi antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan dan stamina tubuh. Selain itu, kandungan vitamin B dalam beras merah membantu pembentukan serotonin, sel darah merah, metabolisme karbohidrat, dan lain sebagainya.

2. Membantu mengendalikan kadar gula dalam darah

Jika dibandingkan dengan beras putih, beras merah punya indeks glikemik yang lebih rendah, yakni sekitar 50-55. Ini tentu berbeda dengan beras putih yang indeks glikemiknya tinggi dan mencapai angka 56-78.

Indeks glikemik pada nasi merah lebih rendah daripada nasi putih (liputaninformasi.com)

Indeks glikemik tersebut merupakan penanda yang menunjukkan seberapa cepat suatu bahan makanan bisa meningkatkan kadar gula darah dibandingkan dengan glukosa. Inilah sebabnya beras merah menjadi pilihan yang amat tepat bagi orang yang ingin mengendalikan kadar gula darahnya. Tapi perlu diingat, punya indeks glikemik yang lebih rendah tak berarti kamu bisa seenaknya mengonsumsi beras merah secara berlebihan juga, ya!

Kesimpulan

Setelah melihat manfaat dan kandungan yang ada pada beras merah, apakah kita memang perlu memantapkan diri untuk beralih mengonsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih? Jawabannya adalah perlu, namun tidak harus.

Nasi putih vs nasi merah, bagus mana? (vemale.com)

Pada dasarnya, asal kita mengonsumsi makanan sehari-hari dengan pola gizi yang lengkap dan seimbang, serta memilih bahan makanan yang punya kandungan baik setara dengan beras merah, maka kita juga masih bisa mendapatkan manfaat dari nasi merah meski tidak mengonsumsinya.

Contohnya, jika kita ingin mencukupi kebutuhan serat yang sesuai dengan kandungan nasi merah, maka kita perlu mengonsumsi sumber serat lainnya seperti sayur dan buah-buahan. Selain itu yang paling penting adalah takaran porsi nasi yang kita makan tidak boleh berlebihan sehingga tidak membuat efek buruk nasi jadi lebih besar daripada manfaatnya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *