Dear Anak 90-an, Yuk Mengenang Masa Jaya Wartel

Siapa di sini yang sering pakai jasa wartel untuk menelepon gebetan?

Di zaman dahulu, para orang tua kita masih mengandalkan metode-metode lawas untuk berkomunikasi dengan kerabat maupun sanak saudara. Ada kalanya menggunakan surat jika yang akan disampaikan cukup panjang. Ada pula telegram jika ingin lebih cepat dan hanya mengabarkan berita penting yang mendadak.

Perlahan-lahan, saluran telepon mulai jamak digunakan dan mulai menggeser peran surat maupun telegram. Namun tetap saja, di masa itu tak banyak orang yang memiliki sambungan telepon pribadi di rumahnya. Hal tersebut kemudian dianggap sebagai peluang menjanjikan oleh orang-orang yang kemudian membuat usaha KBU (Kamar Bicara Umum), atau yang lebih terkenal dengan sebutan wartel: warung telekomunikasi.

Mengenang masa jaya wartel

Di masa kini, kita cenderung mendapat kemudahan dalam berkomunikasi. Hampir semua orang sudah memiliki telepon genggam sendiri dan tidak memerlukan sambungan telepon rumah. Namun bagi mereka yang besar di era 90-an, wartel adalah salah satu sarana telekomunikasi terbaik dan terfavorit dibandingkan alat telekomunikasi lainnya. Tak heran jika usaha wartel lantas menjamur dan terbilang amat menggiurkan di masa itu, khususnya pada kisaran akhir 90-an hingga medio 2000-an.

Karena modelnya yang berbilik-bilik, wartel sering disebut sebagai Kamar Bicara Umum atau KBU (teachtekno.blogspot.com)

Banyak dari generasi milenial yang pasti pernah menggunakan layanan wartel, baik untuk menelepon teman, gebetan, pacar, atau bahkan sanak saudara di tanah kelahiran. Berhubung wartel biasanya ramai orang mengantre untuk bergantian menggunakan telepon, kita jadi tidak bisa berlama-lama menggunakan telepon. Kita juga susah mendapatkan privasi ekstra karena orang bisa saja mendengar percakapan kita meski sudah berada dalam bilik telepon.

Wartel punah tergeser oleh ponsel

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada tahun 2015 sudah tak ada lagi sambungan wartel di seluruh Indonesia. Populasi wartel terus menurun sejak tahun 2010 dan kian signifikan di tahun 2014. Kala itu, tercatat bahwa jumlah wartel hanya tinggal sekitar 836 sambungan dari yang sebelumnya berjumlah 227.555 sambungan.

(pinterest.com)

Jika dianalisis, hal tersebut karena sudah banyak orang yang memiliki telepon seluler (ponsel) pribadi sehingga tak lagi mengandalkan wartel untuk komunikasi. Harga ponsel yang kian murah juga didukung oleh aneka paket telepon murah yang dibuat oleh provider seluler membuat ponsel kian berjaya dan menggeser peran wartel maupun telepon rumah. Ponsel pun kian sakti dan perlahan mulai menggeser penggunaan SMS dan telepon konvensional karena saat ini kita lebih akrab dengan aplikasi chat maupun telepon berbasis jaringan internet.

Kira-kira, seperti apa kemajuan era telekomunikasi lima hingga sepuluh tahun mendatang? Apapun itu, yang jelas kecanggihan komunikasi saat ini nantinya juga akan menjadi sejarah tersendiri bagi generasi Z.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Jangan Meremehkan, Buruh Pabrik Justru Jadi Profesi yang Sangat Membanggakan!

Jadi Ini Lho Alasan Kenapa Anjing dan Kucing Nggak Pernah Bisa Akur