Mengenal Tambang Emas Freeport, Penggerogot dan Pengeksport yang Selalu Bikin Repot

Seandainya hasil bumi Papua dibagikan untuk rakyat Indonesia. Indonesia bebas ada orang miskin!

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan luar biasa, bahkan tambang emas terbesar di dunia berada di Indonesia. Alamnya yang subur dan kekayaan lautnya yang melimpah, serta sumber daya alamnya yang begitu kaya menjadikan Indonesia merupakan negara yang strategis untuk dijadikan lahan sumber kekayaan.

Baca juga : Deretan Quote Sujiwo Tejo Tentang Cinta yang Dijamin Bisa Bikin Baper

smiagiundip.wordpress.com

Salah satu perusahaan yang mengeruk banyak kekayaan sumber daya alam Indonesia, ialah perusahaan asal Amerika yang dikenal dengan PT. Freeport Indonesia (PTFI). Freeport mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1967. Sudah lima puluh tahun perusahaan raksasa ini mengeruk kekayaan tanah Indonesia hingga akhirnya menuai banyak pro dan kontra.

Freeport setiap tahunnya bisa mengeksport bahan tambang berupa emas, tembaga, perak, molybdenum dan rhenium bisa sampai 109, 5 juta ton bijih per tahun, dengan umur tambang 23,5 tahun. Angka yang tidak sedikit untuk sumber emas di dunia ini. Hal inilah yang menjadikan PT. Freeport Indonesia menjadi perusahaan tambang emas nomor wahid di dunia ini.

indonesiaone.org

Luas area PT. Freeport juga sangat luas, sampai saat ini freeport memiliki luas area tambang kurang lebih 10.000 hektare dengan wilayah pendukung 202 ribu hektare, termasuk Pelabuhan Amamapare di hilir Timika. Selain itu pekerja di freeport mencapai 12.000 orang. Dengan area yang sangat luas, freeport berhasil mengeruk kekayaan tanah Papua dengan hanya membayar pajak yang tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatkan PT. Freeport.

Bahkan Negara Indonesia hanya memiliki 9.36% saham yang ada di perusahaan tersebut, padahal sumber daya alam yang dikeruk adalah milik Indonesia. Pemegang saham terbesar dari perusahaan ini tentu perusahaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. yang tercatat memiliki 81,28 persen saham. Serta PT Indocopper Investama yang memegang saham sebesar 9,36 persen.

nusantara.news

Dalam perjalanannya, freeport selalu menghadirkan persoalan di dalam negeri. Pasalnya dengan besarnya pendapatan yang didapatkan freeport dari tanah Papua berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat Papua yang secara ekonomi, SDA, pendidikan, kesehatan, dan pembangunannya masih sangat tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

Kesenjangan yang terjadi di Papua antara masyarakat dengan perusahaan freeport menimbulkan konflik yang tidak berkesudahan di tanah Papua. Tidak sedikit pula korban berjatuhan dengan adanya konflik tersebut.

laskarkocak.com

Tidak hanya dikalangan masyarakat bawah, PT. Freeport juga berhasil membuat kegaduhan di kalangan elit politik Indonesia. Mungkin kita masih ingat dengan kasus “Papah Minta Saham” terkait saham freeport yang menjerat nama-nama pejabat tinggi di Indonesia, bahkan kasus ini menyeret ketua DPR RI Setya Novanto yang kemudian harus membuatnya berhenti dari jabatannya itu. Meskipun akhirnya berhasil menduduki kursi ketua DPR RI lagi.

elshinta.com

Mendekati tahun 2021, dimana masa kontrak karya freeport dengan pemerintah Indonesia berakhir, persoalan freeport terus akan semakin memanas. Terbaru ialah persoalan pemerhentian eksport bahan tambang freeport oleh pemerintah Indonesia, hal tersebut dilakukan akibat belum menemukan kesepemahaman tentang perubahan status kontrak freeport, antara pemerintah Indonesia dengan PT.Freeport.

Freeport bukan hanya persoalan tentang sumber daya alam, namun juga persoalan ekonomi, politik, kemanusiaan, dam keamanan Indoneisa. Hal inilah yang menjadikan persoalan freeport selalu muncul dipermukaan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

7 Hal yang Biasanya Akan Disebar Mantan Pasca Putus Hubungan

Banyak Benarnya, Begini 8 Cara Membaca Bahasa Tubuh Wanita