Mengenal Situs Gunung Padang, Gunung yang Diduga Piramida Terbesar dan Tertua di Dunia

Jika benar, maka Indonesia memiliki peradaban tertinggi dan tertua di dunia

Baru-baru ini, nama situs gunung padang kembali mencuat ke permukaan publik setelah misteri dibaliknya sedikit demi sedikit mulai banyak yang menguak. Mulai dari arkeolog, sejarawan, sampai paranormal berpacu memberikan sudut pandangnya masing-masing terhadap keberadaan gunung padang, sesuai basic kelimuan yang dimiliki.

Gunung padang yang diduga piramida tertua dan terbesar di dunia (plukme.com)

Yang paling menarik dari berbagai pendapat ilmuan yang dikemukakan, ialah soal dugaan adanya piramida raksasa dibalik gunung padang. Piramida raksasa tersebut diklaim sebagai piramida terbesar dan tertua di dunia. Bahkan jauh lebih dulu dibangun daripada piramid Giza di Mesir.

Awal ditemukannya situs gunung padang

Situs gunung padang pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog asal Belanda,  R.D.M. Verbeek pada tahun 1891. Verbeek sendiri merupakan seorang arkeolog yang meneliti tentang letusan gunung krakatau pada tahun 1883. Ia menuliskan penelitian letusan gunung krakatau dalam buku berjudul Krakatau.

Untuk laporan terhadap gunung padang sendiri, Verbeek menuliskannya dalam sebuah buku berjudul Oudheden van Java pada tahun 1891. Tidak hanya Verbeek, seorang arkeolog Belanda lainnya, N.J Krom, juga melaporkan penemuan gunung padang yang dituliskannya dalam sebuah buku berjudul Rapporten Oudheidkundige Dienst tahun 1914.

Situs Gunung Padang di Jawa Barat (plukme.com)

Dalam laporannya tersebut, Verbeek menuliskan kitupan sebagai berikut. “Op den bergtop Goenoeng Padang, nabij Goenoeng Melati, eene opeenvolging van 4 terrassen, door trappen van ruwe steenen verbonden, met ruwe platte steenen bevloerd en met talrijke scherpe en zuilvormige rechtopstaande andesietsteenen versierd. Op ieder terras een heuveltje, waarschijnlijk een graf, met steenen omzet en bedekt, en van boven met 2 spitse steenen voorzien. In 1890 door den heer De Corte bezocht.”

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih bermakna sebagai berikut. “Di puncak Gunung Padang, di dekat Gunung Melati, terdapat sebuah undakan yang terdiri dari 4 buah teras dan dihubungkan oleh jalan setapak berbahan batu kasar, batu datar yang diatur, lalu berhenti pada kolom andesit yang disusun berdiri. Pada gundukan teras mungkin terdapat sebuah pemakaman yang ditutupi oleh batu-batuan, dan di atasnya terdapat dua buah batu tajam, (seperti yang dilaporkan) kunjungan De Corte pada tahun 1890”

Gambaran kondisi bawah tanah gunung padang (evmenov37.ru)

Namun laporan kedua arkeolog Belanda tersebut belum juga mampu menguak tabir misteri dibalik gunung padang ini. Setelah kedua laporan tersebut, tidak ada lagi arkeolog yang berminat untuk meneliti lebih jauh bangunan dibalik gunung yang berbentuk piramida ini, dan gunung padang pun sempat dilupakan keberadaannya..

Hingga akhirnya pada tahun 1979, tiga petani secara tidak sengaja menemukan lokasi gunung padang hingga akhirnya melaporkan hal tersebut kepada  Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Cianjur R. Adang Suwanda. Atas penemuan tersebut, kini gunung padang masih diteliti dibalik kemegahan dan misterinya.

Gunung padang diduga piramida terbesar dan tertua di dunia

Jika dilihat dari jarak jauh, bentuk gunung padang memang tidak sama dengan gunung-gunung pada umumnya. Jika gunung atau bukit pada umumnya berbentuk kerucut seperti tumpeng, namun gunung padang berbentuk menyerupai segitiga sama sisi yang memiliki empat sisi. Hal inilah yang membuat gunung padang sangat mirip dengan bangunan piramida di Mesir.

Banyak hipotesis yang mengatakan jika gunung padang merupakan piramida terbesar di dunia yang tertimbun oleh tanah sehingga menyerupai sebuah gunung. Salah satu pendapat yang menyatakan jika gunung padang merupakan bangunan buatan manusia ialah tim yang dibentuk oleh staf kepresidenan pada Maret 2011 yang lalu.

Gambaran gunung padang hasil penelitian (evmenov37.ru)

Awalnya tim yang diketuai oleh Andi Arif ini hendak meneliti tentang aktifitas sesar aktif Cimandiri yang melintas dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang melewati Gunung Padang. Pada saat meneliti kondisi permukaan tanah dibawah gunung padang, tim peneliti tidak menemukan intruksi magma atau bekas aktifitas magma layaknya gunung alami pada umumnya.

Mendapatkan hipotesis seperti itu, para ilmuan kembali melakukan penelitian pada November 2011, kali ini tim diketuai oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja. Hasilnya penelitian tersebut sama dengan temuan sebelumnya. Bahkan kali ini hasil penelitian para ilmuan berani dipresentasikan di publik dan para arkeolog dunia.

Setelah yakin jika gunung padang bukanlah gunung alami, melainkan bangunan raksasa buatan manusia, para peneliti kemudian tertarik dengan materi yang ada dibalik gunung padang tersebut. Melalui uji radiometrik karbon (carbon dating, C14), tim peneliti kemudian menguji materi hasil uji karbon pada laboratorium Beta, Miami, di Florida, Amerika Serikat.

Gunung padang menyerupai piramida (indonesia.biz.id)

Hasilnya sangat mengejtukan banyak pihak, pasalnya tim peneliti menemukan bahwa materi karbon yang didapatkan dari pengeboran kedalaman 5-12 meter ternyata berusia 14.500-25.000 tahun. Itu artinya, peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia.

Jika penelitian itu benar, maka sejarah peradaban tertinggi manusia berada di Indonesia

Menurut Kordinator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) gunung padang, Prof. Danny Natawidjaja mengatakan, “Peradaban dunia yang dikenal manusia itu ‘kan yang majunya baru sekitar 6.000 tahun, Mesopotamia, kemudian yang di Mesir, (Piramida) Giza itu, yang 2.500-2.800 tahun Sebelum Masehi. Itu yang dianggap sebagai peradaban tertua di dunia. Kalau kita bilang Gunung Padang usianya 13.000 tahun, tumbang semua. Itu tentunya akan menjadikan kita (Indonesia) yang menjadi pusat peradaban di masa lalu.”

Melihat statmen tersebut, banyak pihak yang mengatakan jika Indonesia merupakan pusat peradaban jaman dahulu yang hilang. Hal tersebut juga membuat banyak pihak yang menyebutkan jika Indonesia merupakan kepulauan atlantis yang hilang sebagaimana yang diceritakan oleh Plato dalam karyanya Timaeus and Critias pada tahun 360 SM.

Gunung padang merupakan piramida tertua? (indonesia.biz.id)

Plato mengambarkan dimana atlantis merupakan sebuah kepulauan yang sangat makmur dimana peradabannya sangat maju. Menurut Plato, kepulauan atlantis yang sangat maju hilang itu, tenggelam oleh laut dalam waktu yang sangat cepat setelah terjadi gempa bumi luar biasa. Banyak pihak yang mengatakan jika gempa dan air laut yang menenggelamkan atlantis ialah bencana tsunami.

Jika benar gunung padang merupakan piramida terbesar dan tertua di dunia, maka sudah dipastikan bangsa Indonesia merupakan bangsa dengan peradaban tertinggi dalam sejarah manusia.

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *