Mengenal Flakka, Jenis Narkoba yang Bikin Pemakainya Jadi Seperti Zombie

Jangan sampai Flakka dan narkoba-narkoba lainnya masuk ke Indonesia. Ngeri!

Sebuah kasus menghebohkan yang masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) telah terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Beberapa hari lalu, tercatat ada 35 orang yang harus mendapatkan perawatan di beberapa Rumah Sakit dalam kota Kendari gara-gara penyalahgunaan obat. Bahkan satu orang siswa Sekolah Dasar diketahui telah meninggal karenanya.

Para korban kabarnya mencampur sebuah obat-obatan misterius dengan minuman Ale-Ale sehingga akhirnya mabuk berkepanjangan, bahkan ada yang sampai mengalami gangguan mental. Dari beberapa pasien, ditemukan kesamaan ciri-ciri fisik berupa luka di bagian tubuhnya yang membuat orang-orang menduga bahwa mereka mengonsumsi obat-obatan yang mirip atau sejenis dengan Flakka. Apakah Flakka itu?

Narkoba yang mengerikan

Flakka adalah jenis narkoba baru. Namun berbeda dengan narkoba lain yang sudah kita kenal efeknya, Flakka membuat penggunanya berkelakuan seperti hilang akal, hiperaktif, hingga melakukan hal-hal yang tak biasa. Beberapa video yang viral beredar di luar negeri bahkan memperlihatkan pengguna Flakka bertingkah seperti zombie.

Korban narkoba yang diduga sejenis Flakka di Kendari (brilio.net)

Meski diindikasikan bahwa Flakka telah mulai masuk Indonesia, namun narkoba yang mengerikan ini telah populer di kawasan Amerika Serikat dan Eropa sejak beberapa tahun belakangan. Racikan Flakka terbilang mirip dengan kokain, namun telah dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Ya, lebih murah namun sekaligus lebih mematikan.

Bagai menjadi zombie

Flakka memang betul-betul mengerikan. Alih-alih merasakan kenikmatan semu yang sering dirasakan leh pengguna narkoba, pemakai Flakka justru beresiko mengalami kerusakan otak karena obat ini membuat hormon dopamin dikeluarkan terlalu berlebihan. Saking mengerikannya pengaruh Flakka, sebuah teror mengerikan telah terjadi di Florida, Amerika Serikat pada bulan Agustus 2016 silam.

Saat itu, ada salah seorang mahasiswa Florida State University bernama Austin Harrouff (19) yang membunuh sepasang suami istri di Florida gara-gara pengaruh Flakka. Yang lebih mengerikan, Harrouff tak sekedar membunuh korbannya, namun juga sampai menggerogoti wajah korbannya. Kepolisian setempat sampai kewalahan saat akan meringkusnya, karena ia berontak seperti binatang buas.

Mengapa konsumen Flakka bisa sebuas zombie?

Seperti narkoba jenis kokain dan methamphetamine, Flakka juga menyebabkan gangguan paranoid dan psikotik. Bedanya, Flakka memiliki efek 10 kali lebih kuat dari kokain yang bisa bertahan selama 7 hari berturut-turut. Jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah besar, ia bisa mengalami gangguan jiwa hebat karena tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya halusinasi.

Pengguna Flakka akan mengalami halusinasi dan paranoia berlebihan (teknosains.id)

Seorang pengguna Flakka akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang drastis hingga 104 derajat Celsius. Akibatnya, ia bisa mengalami gagal ginjal bahkan kehilangan nyawa. Flakka juga meningkatkan tekanan darah sehingga pemakainya mendapat risiko serangan jantung, stroke hingga gagal jantung yang lebih besar.

Pengguna Flakka kebanyakan sampai melepas bajunya akibat suhu tubuh yang naik hingga 104 derajat Celcius (pvp.trb.com)

Setelah merasakan efek-efek tersebut, pengguna Flakka akan merasa lebih fokus, bergairah, dan jadi hiperaktif. Lambat laun, serangan halusinasi dan paranoid juga akan datang diiringi jantung yang berdetak lebih cepat. Ini bisa mengakibatkan pengguna Flakka jadi panik dan depresi hingga ada kemungkinan melakukan tindakan tidak terduga seperti bunuh diri atau menyakiti orang lain yang ada di sekitarnya.

Penampakan Flakka

Obat-obatan sintetis yang mengerikan ini dikenal pula sebagai Pyrrolidinopentiophenone atau Gravel dan merupakan senyawa kimia yang ditemukan tahun 1960 silam. Bentuk Flakka menyerupai kristal atau garam mandi, dan biasanya berwarna putih atau merah muda. Untuk mengonsumsinya, Flakka bisa dihirup langsung, dimakan, disuntikkan ke dalam darah, hingga dihirup menggunakan rokok elektrik seperti vapor.

Beginilah penampakan Flakka (femina.co.id)

Di luar negeri, Flakka dijual seharga $3 hingga $5 saja. Bandingkan dengan kokain yang dibanderol sekitar $62 hingga $80. Tidak mengherankan jika kebanyakan konsumen Flakka adalah remaja, anak sekolah, mahasiswa hingga orang-orang dengan pendapatan rendah.

Pengguna Flakka kebanyakan remaja, anak sekolah, atau orang berpenghasilan rendah. Ini karena harganya amat murah jika dibandingkan dengan narkoba lainnya (buzzflare.com)

Karena efeknya yang demikian mengerikan, badan narkoba Amerika Serikat menetapkan Flakka sebagai salah satu narkoba sintetik yang dilarang beredar dipasaran sejak 2014 lalu. Pelarangan ini juga diikuti oleh 20 negara lainnya seperti Jerman, Inggris, Spanyol, Bulgaria, Austria, Republik Ceko dan Perancis.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Mau Sesopan Apapun Kamu, Jangan Pernah Nahan Kentut. Pokoknya Jangan!

Jangan Putus Asa Ketika Kesuksesan Belum Menghampiri di Usia 30an, Orang-orang Ini Bisa Kamu Jadikan Panutan!