Mengejar Kebahagiaan Tak akan Membuatmu Bahagia

Untuk merasa benar-benar bahagia, berhentilah mengejar kebahagiaan yang haqiqi

“Bahagia adalah sebuah pilihan, bukan hasil, bukan juga sesuatu yang kita cari-cari atau ciptakan sendiri. Jadi, tidak akan ada yang membuatmu bahagia sampai kamu memilih untuk bahagia.”

Tergantung pada bagaimana kita mengartikan bahagia, setiap orang akan merasakannya pada waktu dan momen yang berbeda-beda. Namun yang pasti, kebahagiaan merupakan perasaan senang, nyaman, dan tenteram, yang diinginkan setiap orang sepanjang hidup.

Bahagia merupakan perasaan senang, nyaman, dan tenteram yang diinginkan oleh semua orang. | pixabay.com

Hanya saja, perasaan bahagia itu bisa jadi seperti makanan favorit. Semakin banyak yang kamu punya, belum tentu selalu lebih baik. Dalam konteks ini, kebahagiaan yang sebenarnya mungkin adalah ketika kamu memakannya sedikit demi sedikit sambil menikmati setiap suapan.

Apa artinya? Artinya, bahagia bisa berarti menyantap makanan favorit atau momen dimana kamu sedang menikmati makanan itu. Cukup sederhana, kan?

Mindset ‘bahagia selamanya’

Seperti yang sudah saya katakan di awal, semua orang pasti ingin selalu bahagia. Setiap detik, setiap jam, setiap hari, tanpa ada gangguan yang memicu timbulnya ketidakbahagiaan. Kita menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan, dan menghindari apapun yang mungkin menghalangi.

Bahkan sejak kecil, mindset ‘bahagia selamanya’ sebenarnya sudah akrab di pikiran kita. Dalam dongeng anak-anak, film, buku dan lirik lagu misalnya, semuanya mengandung pesan-pesan moral yang kurang lebih berbunyi “kamu layak untuk merasakan bahagia selamanya. Selamanya.”

Sejak kecil kita sudah akrab dengan mindset ‘bahagia selamanya’. | pixabay.com

Padahal, seperti apa yang sudah pernah saya tulis dalam artikel ini, kita hanya bisa memahami kebahagiaan yang sebenarnya dengan mengalami kesedihan. Jangan pura-pura buta pada kenyataan hidup, bahwa akan selalu ada yang hilang, akan selalu ada yang tidak menyenangkan.

Tak ada seorang pun yang memiliki kehidupan yang sempurna. Bahkan orang-orang kaya yang hidupnya terlihat glamor pun, pasti mempunyai tantangan dan masalahnya sendiri. Mereka yang membagikan foto-foto sempurna di media sosial bukan berarti tidak pernah mengalami kesedihan.

Pada titik inilah kadang kita salah memahami kebahagiaan. Beberapa dari kita menganggap bahwa menikah, memiliki anak, mendapatkan pekerjaan baru, tidak bekerja sebagai karyawan, dan punya penghasilan di atas rata-rata secara otomatis akan meningkatkan kebahagiaan dalam hidup.

Padahal yang sebenarnya terjadi tidak seperti itu. Karena apapun alasannya, terus-menerus mengejar kebahagiaan justru merupakan cara terbaik untuk merasa tidak bahagia.

Selama masih hidup, berbahagialah!

Maka, alih-alih mengejar apa yang menurutmu baik dan bisa memicu kebahagiaan, bijaklah dalam menjalani hidup, pelajari pengetahuan-pengetahuan baru, berpikir jernih, juga melakukan hal-hal menantang, bermakna, menyenangkan, dan bermanfaat bagi semua orang.

Kebahagiaan bisa jadi telah kamu alami sejak lama, hanya saja, mungkin belum kamu anggap sebagai sesuatu yang bermakna. Misalnya, memberi dan menerima kasih sayang, sehat, waktu untuk mengerjakan hal yang disukai, melakukan kebaikan, optimis, jujur, dan merasa hidup.

Sebenarnya, bahagia bisa kita rasakan dalam hal-hal yang sangat sederhana. | pixabay.com

Untuk merasa benar-benar bahagia, berhentilah mengejar kebahagiaan yang haqiqi. Terimalah bahwa pasang surut pasti akan selalu terjadi dalam hidup. Artinya, selama masih hidup, kamu punya banyak alasan dan kesempatan untuk bahagia. Jadi, berbahagialah!

Ya, sesederhana itu.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *