3 Alasan Kuat Mengapa Seseorang Tega Menghujat, Bahkan Membully Orang Lain Hingga Bikin Depresi

Sesungguhya orang yang hobi menghujat dan mem-bully patut untuk dikasihani.

Kamu yang setiap hari ‘jalan-jalan’ di dunia maya, pasti sering menemukan komentar, postingan, hingga status yang bernada hujatan. Entah itu kepada selebriti, teman sendiri hingga pemerintah. Hujatan-hujatan tersebut seakan dengan entengnya ditulis dan disebarkan sehingga orang lain terpancing untuk melakukan hal serupa. Yang harus kamu catat, hujatan dan kritik adalah dua hal yang berbeda.

Menghujat orang lain (Social Samosa)

Pun begitu dengan bullying. Kebiasaan buruk ini seakan sudah memakan banyak korban mulai dari terkena depresi hingga paling parah adalah bunuh diri. Oleh karena itu komentar bernada bullying kini bisa dilaporkan sebagai tindak kejahatan. Namun yang menjadi pertanyaan, sebenarnya apa sih alasan seseorang menghujat dan melakukan bully kepada orang lain? Nah berikut ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

Perasaan benci tanpa sebab yang jelas

Terkadang seseorang membenci orang lain tanpa alasan atau sebab yang jelas. Hal ini persis seperti kata pepatah “Haters gonna hate“. Apapun penjelasan yang dijabarkan, atau sebaik apapun tindakan yang dilakukan tak akan mengubah mereka menjadi suka. Mereka akan tetap membenci bagaimanapun keadaannya.

Perasaan benci tanpa sebab yang jelas (Harvard Health – Harvard University)

Karena hati mereka sudah tertutupi dengan rasa iri dengki yang berlebihan terhadap kehidupan orang lain. Mereka ingin menunjukkan kebenciannya tersebut melalui komentar yang berbau hujatan atau bullying. Merendahkan dan memperolok hidup orang lain sehingga membuatnya terpuruk. Jika belum mencapai tujuannya, mereka tak akan berhenti menghujat.

Mencari perhatian orang lain

Seseorang yang hobi menghujat dan mem-bully biasanya tak hanya melakukannya pada satu orang saja. Setelah menghujat si A mungkin ia akan berpindah mem-bully si B dan seterusnya. Ketika komentar hujatan tersebut mendapatkan tanggapan, mereka merasa sangat senang. Tidak peduli tanggapan tersebut berupa komentar positif atau negatif.

Mencari perhatian orang lain (McGill University)

Sebenarnya, mereka yang suka mencari perhatian di media sosial terlebih dengan cara menghujat adalah orang-orang yang patut dikasihani. Mengapa? Karena di kehidupan nyata mereka tidak mendapatkan perhatian seperti yang diinginkan.

Agar diri sendiri terlihat lebih baik

Zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang dengan bangganya menghujat orang lain dan kemudian seakan memberi petunjuk apa yang harus dilakukan. Jika ada yang membantah, maka seribu kata-kata bijak menjadi tameng agar dirinya dianggap benar. Selebihnya, agar ia terlihat lebih baik dibanding orang lain.

Agar diri sendiri terlihat lebih baik (Wynn & Wynn)

Orang-orang yang seperti itu biasanya ingin membuktikan diri jika ia cerdas, banyak pengetahuan, lebih bijaksana dan baik dalam segala bidang. Ia akan berusaha mati-matian menyanggah komentar yang tidak setuju dengan pendapatnya. Sebenarnya tak ada yang salah, hanya saja menghujat orang lain tetap tidak boleh dilakukan apalagi demi mengunggulkan diri sendiri.

Itulah beberapa alasan mengapa seseorang tega menghujat orang lain, melakukan bullying hingga menyebabkan depresi. Perilaku tak terpuji ini tentu sering mendapat kecaman hingga hukuman, namun mau bagaimana lagi, pembenci akan tetap jadi pembenci. Salah satu cara untuk melawannya adalah dengan mengabaikan dan tidak menanggapi apapun yang diucapkan. Biarkan saja sampai berbusa~

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *