Tak Seperti Mereka, Ini 4 Alasan Mengapa Aku Benci Jadi Orang Kaya

Mungkin kamu belum pernah membaca pengakuan seperti ini

391
SHARES

Bukan aku, justru kalian yang pada akhirnya menyebut aku ini kaya. Dan menurut kalian, aku ini adalah segelintir orang yang tak pernah punya masalah, sama seperti orang-orang kaya kebanyakan. Bahkan dengan semua kekayaan yang kupunya, kalian pikir aku bisa melakukan segalanya. Iya, kan?

Padahal kenyataannya, apa yang kurasakan sangat jauh dari yang kalian duga.

Kenyataannya, menjadi orang yang dianggap kaya itu jauh dari apa yang kalian duga. – pexels.com

Aku ini, benar-benar takut diintai banyak orang

Kalian pikir, menjadi anak dari orang tua yang dianggap kaya itu tidak menakutkan? Setiap hari, aku selalu dihantui rasa takut akan dibawa lari dan disekap oleh orang-orang yang mencari uang dengan cara cepat.

Apa kamu pernah dihantui perasaan takut diculik? Aku hampir setiap hari. – pexels.com

Aku benar-benar takut diculik dan dijadikan jaminan agar orang tuaku merelakan sebagian besar dari hasil kerja kerasnya untuk mereka. Setiap berjalan di luar rumah, aku selalu merasa sedang diperhatikan beberapa orang yang begitu mencurigakan.

Dan setiap kali seperti itu, aku sangat tidak nyaman dan buru-buru ingin pulang.

Aku takut dengan rasa iri kalian

Sebahagia apapun aku setiap kali bersama kalian, selalu ada perasaan bersalah yang tak pernah bisa kuungkapkan. Bahwa di balik tawa yang kalian tujukan padaku itu, aku justru sedih dengan apa yang sebenarnya kalian rasakan. Kalian iri padaku, dan aku paham itu.

Di balik tawa kalian, aku paham ada rasa iri yang kalian sembunyikan. – pexels.com

Masalahnya, aku tidak tahu bagaimana cara menghapus rasa iri itu dari hati kalian. Dan yang lebih kutakutkan, rasa itu semakin lama hanya akan menjadi jurang pemisah di antara aku dan kalian. Dengan sadar, kalian meninggalkanku dengan alasan aku (dikira) lebih beruntung ketimbang kalian.

Juga rasa tidak tulus kalian

Jujur, aku tidak tahu bagaimana cara membedakan mana teman yang benar-benar teman, dan mana teman yang penuh kepura-puraan. Di depanku, kalian semua terlihat sama, sama baik dan perhatiannya. Tapi yang sebenarnya, siapa yang bisa mengira?

Sayangnya, aku tidak cukup pintar untuk tahu mana di antara kalian yang tidak tulus denganku. – pexels.com

Aku takut, kalian begitu perhatian denganku hanya karena statusku, yang kalian anggap orang kaya itu. Dan aku, entah mengapa justru benci dengan ketidaktulusan seperti itu. Tapi aku benar-benar tidak tahu mana di antara kalian yang seperti itu…

Aku takut, tidak ada yang percaya dengan kemampuanku

Berapa orang yang terbiasa menyepelekan kemampuan seseorang hanya karena fakta bahwa dia berasal dari keluarga berkecukupan? Banyak. Sangat banyak malah. Ini juga yang kurasakan. Aku takut, kalian berpikir kalau aku hanya pintar membeli kemampuan, bukan mempelajarinya.

Aku juga sama berjuangnya dengan kalian. Tapi kalian tidak percaya, kan? – pexels.com

Padahal aku juga sama berjuangnya seperti kalian, sama-sama pernah merasakan getirnya sebuah kegagalan. Tapi ketika kalian bangga dengan kerja keras kalian, apa kalian percaya bahwa aku juga melakukan yang sama? Sayangnya sebagian besar dari kalian, sama sekali tidak percaya.

Takdir yang kalian anggap menyenangkan ini, apa kalian sadar kalau sebenarnya juga memberiku banyak ketakutan?

391
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."