Dear Cowok Gentle, “Ghosting” Bukanlah Cara yang Baik Untuk Mengakhiri Hubungan

Selain nggak jantan, kamu juga nggak bertanggung jawab dan nggak layak disebut cowok!

Adakah diantara #SobatInovasee yang pernah mendengar istilah “ghosting“? Kalau belum, tak masalah. Toh memang istilah ini lebih populer di negara-negara Barat. Padahal, ghosting juga banyak dilakukan oleh orang Indonesia, loh!

Seperti mungkin bisa kalian tebak dari asal katanya, ghosting diartikan sebagai tindakan mengakhiri hubungan dan komunikasi dengan pasangan secara tiba-tiba tanpa peringatan, penjelasan, atau bahkan salam perpisahan. Secara sederhana, bisa juga kita asumsikan sebagai “menghilang begitu saja seperti hantu”. Bagaimana, mulai familiar? Atau kamu bahkan pernah melakukannya?

Alasan melakukan ghosting

Ada banyak sekali alasan yang mungkin diutarakan seseorang ketika melakukan ghosting kepada pasangannya. Namun entah kenapa, kebanyakan lelaki lah yang melakukan praktik ghosting seperti ini. Sering kita temui kasus dimana si lelaki merasa bosan, jenuh, dan macam-macam alasan lainnya sehingga memilih untuk meninggalkan pasangannya.

Arti kata ghosting (patheos.com)

Sayangnya, lelaki tidak bertanggung jawab macam ini lebih menyukai untuk pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun sehingga banyak wanita yang merasa terlukai hatinya dengan perlakuan semacam ini. Mengutip huffingtonpost, ada beberapa kemungkinan lain yang bisa jadi alasan seseorang melakukan ghosting, diantaranya: tidak punya cukup nyali untuk mengutarakan keinginannya mengakhiri hubungan; takut pasangan akan melakukan tindak berbahaya saat menyatakan ingin putus; punya trauma emosional; memiliki masalah kesehatan mental seperti narsisme, sosiopat atau psikopat; memiliki banyak pasangan di aplikasi kencan online; atau memang dasarnya egois dan hanya melihat dari sudut pandang mereka sendiri.

Cara yang tidak jantan dan sama sekali tidak elegan

Apapun alasan yang mungkin diutarakan seseorang untuk membela diri atas tindakan ghosting yang dilakukannya, ghosting bukanlah sebuah cara yang tepat untuk mengakhiri hubungan, apalagi jika kamu adalah seorang lelaki (ya, pasti ada juga wanita yang melakukan ghosting). Selain tidak jantan dan sama sekali tidak elegan, ghosting bisa memberikan pengalaman traumatis hingga tekanan psikologis bagi orang yang ditinggalkan. Ghosting juga bisa dikategorikan sebagai sebuah bentuk kekejaman emosional, loh!

Ilustrasi ghosting (lifehacker.com)

Bagaimanapun juga, dengan melakukan ghosting kamu telah menggantungkan komitmen pada pasangan. Artinya, kamu boleh saja merasa hubungan berakhir karena melakukan ghosting. Namun belum tentu pasanganmu mau menerima tindakanmu sebagai tanda berakhirnya hubungan. Bisa saja ia masih tetap menganggapmu pasangannya dan terus mengharapkanmu kembali. Hal ini karena tidak ada pernyataan yang jelas tentang bagaimana status hubungan yang sedang dijalani.

Kalau kamu betul-betul gentleman, kamu nggak akan melakukan hal seperti itu, bukan?

Tulis Komentarmu
Dozan Alfian

Written by Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Meski Sederhana, Ucapan-ucapan Berikut Bisa Bikin Hubungan Tahan Lama

5 Keunikan Tradisi Indonesia yang Dikagumi Bule dan Bikin Mereka Bengong