Yuk Coba Menebak Isi Dompet Seseorang dari Wajahnya

Senyumlah ketika dompetmu dalam keadaan tipis :D

Bisa dibilang, wajah manusia menyimpan sejuta makna. Lewat ekspresi yang ditunjukkan saja kamu bisa menebak apakah orang tersebut gembira, sedih, marah, kecewa ataupun bahagia. Bahkan ada yang menggunakan wajah manusia sebagai penelitian untuk mengungkapkan bagaimana keadaan dan juga karakternya. Meskipun begitu, kamu tetap tak boleh menyimpulkan sembarangan. Karena bagaimanapun istilah “Don’t judge a book by it’s cover” harus tetap kamu pegang teguh.

Menebak isi dompet dari wajah seseorang (youtube.com)

Karena bisa mengungkapkan informasi apapun, wajah seseorang juga bisa mengungkapkan kondisi keuangan yang sedang dialami. Iya, kamu bisa menebak isi dompet hanya dengan melihat wajahnya. Kondisi keuangan ini juga nantinya berpengaruh pada penilaian kelas sosial orang tersebut. Mau tau gimana caranya?

Dilihat dari ekspresinya yang datar

Para peneliti dari University of Toronto mengatakan bahwa kelas sosial seseorang dapat diprediksi dengan akurat hanya dnegan melihat wajah seseorang. Kemampuan membawa wajah ini hanya berlaku jika wajah orang yang hendak di baca dalam keadaan netral atau poker face. Ketika seseorang tersenyum atau menunjukkan ekspresi lainnya, proses membaca wajah menjadi sulit dilakukan.

Hanya wajah netral yang bisa dibaca (perfect24hours.com)

Ekspresi ini menjadi kesan pertama yang ditunjukkan dan bisa mempengaruhi cara berinteraksi dan juga kesempatan yang dimiliki seseorang. Para peneliti ini juga meyakini bahwa, emosi yang terpancar di wajah seseorang ketika ekspresi netral berhubungan dengan kebiasaan seumur hidup yang telah terpatri sejak awal masa dewasa.

Penelitian dilakukan melalui foto wajah

Sebelum mempublikasikan hasil penelitiannya dalam Journal of Personality and Social Psychology, Rule dan Thora Bjornsdottir, kandidat PhD, merekrut pelajar yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dibagi berdasarkan pendapatan tahunan keluarga. Dimana standar AS membedakan orang kaya dengan pendapatan di atas 100 ribu dolar AS, kelompok sedang dengan pendapatan 75 ribu dolar dan kelompok miskin yang pendapatannya di bawah 60 ribu dolar.

Penelitian dengan melihat foto (Blog Santai – blogger)

Sementara kelompok kedua diharuskan melihat foto kelompok pertama dengan kondisi wajah netral. Setelah itu diminta untuk menggolongkan berdasarkan tingkat sosialnya. Hasilnya, kelompok kedua ini mampu membedakan mana yang kaya dan si miskin dengan tingkat akurasi sebesar 50%.

Hasil ini tidak dipengaruhi oleh suku, ras ataupun gender. Peneliti hanya fokus pada ekspresi netral karena jika ada ekspresi lainnya, kondisi sosial jadi sulit terbaca.

Kesan pertama yang mengubah persepsi

Sebenarnya, para peneliti belum benar-benar tau tanda-tanda apa yang digunakan kelompok kedua untuk membedakan status sosial. Hanya saja, ada neuron dalam otak yang bertugas dalam pengenalan wajah, itu mengapa saat kita melihat seseorang, wajah mereka adalah hal pertama yang kita perhatikan.

Kesan pertama yang mengubah persepsi (The Masculine Principle – blogger)

Neuron inilah yang kemudian membantu membuat kesan pertama pada seseorang, meskipun penilaian ini tak memiliki dasar dalam realita. Itulah mengapa manusia bisa menilai seseorang hanya dari penampilan saja. Iya, walaupun tak semuanya begitu.

Intinya sih, banyak-banyaklah tersenyum agar isi dompetmu tidak bisa dibaca dan diketahui oleh orang lain 😀

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Dari Capung Sampai Kupu-Kupu, Inilah Hewan di Sekitar Kita yang Tanpa Disadari Kini Mulai Langka

Membandingkan “Kemesuman” Lagu Despacito dengan Lagu Dangdut. Menurut Kamu Mana yang Lebih Mesum?