Tentang Mencintai Sahabat Sendiri, Ini Analisa yang Harus Kamu Pahami

Hati-hati kalau kamu terjebak dalam situasi ini

870
SHARES

Kalau mau membuat survey kecil-kecilan, kamu pasti akan sadar bahwa ternyata banyak orang yang mencintai sahabat sendiri. Entah itu dengan menunjukkannya secara terang-terangan, atau hanya cukup memendam perasaan. Apapun itu, mencintai sahabat sendiri itu memang membingungkan.


Seberapa baik pun hubungan persahabatanmu, jika ada perasaan cinta di dalamnya, kamu akan bingung juga. – pexels.com

Kalau kamu sekarang juga sedang mengalaminya, kamu pasti juga dibuat bingung dengan perasaan yang membingungkan seperti itu. Karena di satu sisi, persahabatanmu jelas sudah lama terjalin. Namun di sisi lain, entah mengapa kamu mulai merasakan perasaan yang lain.

Kamu mulai menginginkan hubungan yang lebih dari sekadar sahabat. Kamu, mulai menginginkan kehadirannya jauh lebih sering dari biasanya, dan hanya untukmu. Ya.. kamu sadar bahwa kamu benar-benar mulai mencintainya.

Dilema yang begitu ngilu

Di titik inilah kamu merasakan dilema yang begitu ngilu. Kamu tidak bisa bohong bahwa rasa cinta itu memang ada dan nyata. Namun, kamu juga memikirkan persahabatan yang sudah lama terjalin itu. Jujur saja, kamu tidak ingin hubunganmu dengannya berakhir hanya karena keegoisanmu, kan?

Kamu akan dihantui oleh dilema besar antara mementingkan persahabatan, atau cinta. – pexels.com

Dan kalau pun kamu tidak bisa mengatakannya terus terang, kamu harus siap dihantui berbagai pertanyaan di pikiran. Apakah dia juga merasakan hal yang sama? Setiap kali kamu memberi perhatian lebih padanya, apakah dia bisa paham bahwa itu adalah tanda cinta?

Anggap saja dia berpikiran sama denganmu, dia juga mencintaimu. Lalu, apakah kalian sudah siap mengubah semuanya? Apakah persahabatan yang terbukti erat itu, bisa berubah menjadi hubungan yang lebih indah dan semakin dekat? Atau, justru berpeluang hancur dan sekarat?

Jangan lupakan nasib sahabatmu yang lain

Semua pertanyaan sulit itu belum seberapa, karena hanya menyangkut kamu dan dia. Dan kenyataannya, persahabatanmu bukan hanya tentang dia saja. Selain dia, masih ada sahabat-sahabat lain yang sama dekatnya denganmu, juga dengannya. Kamu harus memikirkan mereka.

Juga bagaimana nasib sahabat-sahabatmu yang lain? Kamu harus memikirkan itu. – pexels.com

Sekali saja kamu meresmikan hubungan cinta dengannya, kondisi persahabatanmu dan yang lainnya pasti akan terpengaruh. Misalnya saja, gengmu ingin berkumpul di saat kamu dan dia sedang bertengkar hebat. Tentu, hal itu akan menciptakan situasi yang benar-benar awkward.

Lebih dari itu, bagaimana kalau pada akhirnya hubunganmu dengannya dia putus di tengah jalan? Apakah suasana persahabatanmu akan seceria dulu?

Karena itu, pahami seberapa besar cintamu

Semua kemungkinan terburuk itu, sebenarnya tidak akan pernah terjadi kalau kamu dan dia bisa menjamin mampu membangun hubungan cinta yang aman. Kamu dan dia bisa menjamin tidak akan putus di tengah jalan. Masalahnya, siapa yang bisa menjamin masa depan?

Jadi, mencintai sahabat itu adalah tentang seberapa yakin kamu dengan perasaan itu. – pexels.com

Karena itu, pahami dengan baik seberapa besar cintamu padanya. Pahami dengan baik seberapa besar kamu mau berkorban untuknya. Dan pahami dengan baik, apakah dia juga sanggup melakukan hal yang sama.

Tidak ada satu pun pasangan yang membangun hubungan karena ingin putus di tengah jalan. Begitu pun kamu dan dia jika hubungan cinta itu benar-benar terjadi, kan? Jika kamu dan dia memang sudah sama-sama yakin, silahkan maju untuk menaikkan level hubungan.

Namun jika kamu sendiri belum yakin dengan perasaan cinta itu, jangan pernah memaksakan. Karena ingat, ada banyak kemungkinan terburuk yang siap membuatmu semakin ngilu di masa depan.

870
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."