Cobalah Untuk Pahami Bahwa, Memperjuangkan Cinta Juga Ada Batasannya

Jika sudah melampaui batas, lebih baik segera lepaskan

Saat kamu mencintai seseorang, pasti ada keinginan untuk mendapatkannya dang mengikatnya dalam sebuah hubungan. Berupaya menjadikan dia sebagai yang pertama dan terakhir. Dan ketika kamu berhasil memilikinya, hidup terasa sangat indah. Hubungan terasa sangat hangat dan penuh dengan cinta. Selalu berdua, dan melakukan apa saja bersama, sangat menyenangkan bukan?

Memperjuangkan cinta juga ada batasnya (kylebenson.net)

Namun sayangnya, seiring waktu berjalan hubungan terasa semakin hambar. Kamu merasa dia semakin berubah. Dia yang dulu memiliki perasaan yang sama denganmu, kini mulai berbeda. Dia yang dulu peduli dan selalu mendukung, kini terasa acuh tak acuh. Bahkan kini hanya kamu sendiri yang berusaha bertahan dalam hubungan kalian.

Mencintai seseorang memang membawa bahagia (seharusnya). Boleh saja kamu berjuang atas nama cinta, namun ingat, memperjuangkan cinta juga ada batasnya. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang terus berjuang untuk memiliki seseorang, namun ternyata dia tidak pernah merasa diperjuangkan. Jika kamu mengalami beberapa hal ini, maka sudah saatnya kamu melepaskannya.

Hidupmu hanya fokus untuknya

Kamu mencintainya, maka secara tidak langsung kamu juga menjadikannya prioritas. Namun jangan sampai hanya karena kamu terlalu fokus padanya, kamu melupakan kewajiban dan juga hidupmu. Ada banyak hal seperti pekerjaan dan juga pendidikan yang harus kamu tuntaskan. Membahagiakan orang tua juga harus kamu lakukan.

Hidupmu hanya fokus untuknya (picjumbo.com)

Jika saat ini hidupmu hanya fokus padanya dan melupakan seluruh kewajibanmu, artinya ada yang salah. Bisa diartikan hanya kamu yang berjuang dalam hubungan tersebut. Karena seharusnya pasangan itu bisa saling melengkapi dan mendukung. Bukan hanya menunggu perhatian dan usaha dari satu pihak.

Dia sering mengulangi kesalahan

Tidak ada manusia yang sempurna, dan kamu sadar akan hal itu. Oleh karena itu kamu selalu memaafkannya ketika berbuat salah. Entah ketika dia berbohong, melakukan kekerasan fisik, menduakan atau kesalahan lainnya. Kamu selalu memaafkan karena berharap dia sadar dan segera berubah.

Dia sering mengulangi kesalahan (ytimg.com)

Berbuat satu atau dua kali kesalahan yang sama masih bisa dianggap wajar. Namun jika sudah berkali-kali tanpa ada perubahan, kamu harus berpikir ulang tentang hubungan kalian. Jika sudah terus-menerus diberi kesempatan tapi dia tidak mau memperbaiki, maka artinya dia tidak memiliki keinginan untuk bertahan. Jadi, untuk apa kamu mati-matian berjuang?

Karena cinta itu saling menghargai

Ketika kamu mencintainya, kamu rela melakukan apa saja untuknya. Kamu bahkan mengusahakan sesuatu yang sebenarnya kamu tidak mampu. Tapi demi alasan berjuang, kamu rela melakukannya. Namun sayangnya dia tidak pernah menghargai usahamu. Jangankan untuk membalas, berucap terimakasih saja tidak. Dia justru menganggap remeh semua yang kamu lakukan. Jika sudah begini, lebih baik lepaskan saja.

Karena cinta itu saling menghargai (pixfeeds.com)

Kamu berubah sejak mengenalnya

Kamu boleh saja berjuang dan melakukan banyak hal agar hubungan kalian bertahan. Namun bukan berarti kamu harus jadi orang lain demi membuatnya nyaman. Ketika kamu dituntut menjadi apa yang dia inginkan, bukan apa yang terbaik, maka hubungan kalian sudah tidak sehat. Apalagi jika kamu merasa menjadi orang lain yang jauh berbeda dengan dirimu sendiri, maka lebih baik akhiri saja.

Kamu berubah sejak mengenalnya (suicideinfo.ca)

Dia nomor satu bagimu, tapi kamu nomor sekian baginya

Setelah semua yang kamu lakukan untuknya, dia tidak pernah menempatkan kamu sebagai prioritas. Dan inilah waktu yang tepat untuk mengakhiri semua perjuangan yang kamu lakukan sendiri. Setidaknya, meski bukan prioritas nomor satu, dia seharusnya menempatkan kamu dalam bagian penting di hidupnya. Apalagi jika dia berniat melangkah ke pernikahan.

Dia nomor satu bagimu, tapi kamu nomor sekian baginya (elliotscottcoaching.com)

Mau sampai kapan kamu membuatnya menjadi nomor satu dalam hidupmu? Sementara dia tidak melakukan sebaliknya. Jika saat ini kamu masih saja dianggap ‘tidak penting’ dan selalu diabaikan, maka pikirkan lagi hubungan kalian. Kamu berhak mendapat seseorang yang bisa menempatkan kamu dalam prioritasnya.

Jika semua hal di atas sudah kamu rasakan, tak perlu menunggu waktu untuk mengakhiri semua perjuangan yang kamu lakukan. Sadarlah, berjuang juga ada batasnya. Jangan berjuang untuk orang yang bahkan tidak memiliki niat memperjuangkan kamu.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *