Orang Cerdas Tidak Akan Memilih Tempat Duduk Secara Acak. Mengapa?

Mengamati bagaimana seseorang memilih tempat duduk itu, sama seperti mengamati bahasa tubuhnya

Saat ingin duduk dan berbicara dengan seseorang, mungkin kamu sering lupa dengan apa yang kamu harapkan (bukan apa yang ingin kamu bicarakan) dari pertemuan itu, bahkan sebelum kamu duduk. Padahal, berhasil atau tidaknya apa yang kamu harapkan, sangat tergantung dari bagaimana kamu memilih tempat duduk!

Sebelum kamu bertemu dan bicara dengan seseorang, alangkah baiknya kamu mempersiapkan diri dengan duduk di posisi yang tepat. | pixabay.com

Dalam setiap percakapan, kepercayaan itu penting. Jadi, jika kamu ingin mendapat kepercayaan dari seseorang yang belum begitu dekat denganmu, calon gebetan misalnya, maka memilih tempat duduk yang tepat adalah hal pertama yang harus kamu lakukan. Lantas, bagaimana caranya?

Duduk di samping, jangan berhadapan

Meskipun terkesan romantis, duduk berhadapan tidak akan memberimu banyak keuntungan. Alih-alih seperti itu, yang harus kamu lakukan adalah duduk di samping orang yang kamu ajak bicara agar kamu bisa lebih mudah menunjukkan bahasa tubuh yang berbunyi “saya ada dipihakmu.”

Dengan duduk di samping orang yang kamu ajak bicara, kamu akan terlihat intim. Itu, jelas baik untuk sebuah pertemuan awal. | pixabay.com

Duduk berhadapan hanya akan membuatmu terkesan kompetitif dan agresif, meskipun ada meja di antara kalian. Sebaliknya, dengan duduk di sampingnya, kamu akan terlihat intim, dan itu, jelas sangat baik untuk sebuah pertemuan awal.

Duduklah di sebelah kanan

Selanjutnya, samping sebelah mana yang kamu pilih juga bisa membuat perbedaan. Kiri atau kanan? Yang jelas, duduk di sebelah kanan jauh lebih ‘aman’ daripada duduk di sebelah kiri. Ini, erat hubungannya dengan fakta bahwa sebagian besar orang dominan menggunakan tangan kanan.

Duduk di sebelah kanan akan memberikan rasa aman bagi lawan bicara. | pixabay.com

Dari sudut pandang orang yang kamu ajak bicara, kamu tidak akan mungkin menyakitinya dengan tangan kirimu, tangan yang tidak dominan, tangan yang lebih dekat dengannya jika kamu duduk di sebelah kanan. Jelas, ini merupakan pilihan cerdas yang tidak semua orang bisa memikirkan.

Biarkan dia duduk dengan punggung menghadap dinding, bukan pintu atau kaca

Dengan adanya dinding tepat di belakangnya, dia akan merasa lebih aman. Tidak akan ada ancaman seperti seseorang yang menyelinap dari balik pintu, atau seseorang yang iseng mengintip dari kaca di belakangnya. Sehingga, dia bisa fokus pada apa yang kalian bicarakan, bukan malah sibuk menengok ke belakang, sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan.

Karena tidak ada yang hal mengancam di belakangnya, dia akan fokus pada apa yang kalian bicarakan. | pixabay.com

Mengamati bagaimana seseorang memilih tempat duduk itu, sama seperti mengamati bahasa tubuhnya. Jadi, jika kamu bisa memahami prinsip-prinsip di atas, maka kamu bisa secara aktif menggunakan pengetahuan itu untuk mewujudkan harapanmu. Menembak gebetan, misalnya.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *