Karena Kita Adalah Makhluk Penuh Kasih, Mari Budayakan Lagi Berkata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Kekinian boleh, lupa etika jangan

Percayalah, rakyat Indonesia adalah kumpulan dari orang-orang yang sedemikian ramah dan santun, yang bahkan turis mancanegara pun mengakuinya. Kata-kata merdu seperti maaf, tolong, dan terima kasih terdengar di mana-mana. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan kosakata baru dalam pergaulan yang membuat ketiga kata itu mulai terabaikan.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Cara pergaulan yang baru membuat budaya maaf, tolong, dan terima kasih mulai terlupakan. | radarcirebon.com

Lebih mahal dari uang

Kata orang, terima kasih itu lebih mahal dari uang. Buktinya, di beberapa toko, ketika kasir tidak sanggup memberikan struk belanja dan hanya mampu mengucapkan terima kasih, maka pelanggan berhak mendapatkan keringanan dalam berbelanja. Dari kasus kecil ini saja, sangat terlihat betapa terima kasih itu sangat penting dan dijunjung tinggi dalam berkomunikasi, hingga penjual pun tak peduli kalau pada akhirnya dia harus merugi.

Bukan dalam lingkup jual-beli pun, terima kasih itu lebih mahal dari uang. | pexels.com

Namun dalam lingkup yang lebih luas, mengucapkan terima kasih seperti itu sudah sangat jarang dilakukan orang-orang. Kelangkaan ini juga menjangkiti dua kata lainnya, maaf dan tolong. Banyak orang yang sering lupa (atau pura-pura lupa?) mengatakan kata tolong. Malah, dalam beberapa kejadian, permintaan tolong itu berubah menjadi terkesan memerinah, seperti “say.. ambilin aku minum dong!”

Stigma baperan

Senasib dengan terima kasih dan tolong, kata maaf pun tak kalah terpinggirkannya. Di jaman sekarang, ada semacam stigma yang mengatakan bahwa orang yang terlalu mudah mengucapkan maaf itu justru dicap baperan. Padahal, tentu saja, kata maaf itu penting untuk selalu diucapkan, terlebih ketika kita harus menyita perhatian orang lain untuk kepentingan pribadi.

Meminta maaf itu benar-benar penting, dan bukan tanda baperan. | ibunda.id

Manusia yang manusiawi

Terlepas dari kita yang (dipaksa) asyik menikmati era pergaulan yang kekinian ini, kata maaf, tolong, dan terima kasih akan selalu menjadi kekuatan sendiri dalam berinteraksi. Karena percayalah, penggunaan ketiga kata itu akan membuat lawan bicara merasa sangat dihargai.

Dengan berkata maaf, tolong, dan terima kasih, maka orang lain akan merasa dihargai. | pexels.com

Mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih juga akan membuat kita sadar diri, bahwa selalu ada pengorbanan dalam setiap pertolongan yang dilakukan orang lain, juga kesalahan yang baru saja kita lakukan.

Jadi, mari kita sama-sama budayakan lagi mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih. Karena walau bagaimana pun, kita adalah manusia yang manusiawi, yang ditakdirkan untuk saling mengasihi, dihargai, dan menghargai.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Ternyata Bukan Hanya Islam, Agama dan Kepercayaan Berikut Ini Juga Melakukan Puasa Loh.

Faktanya, Baju Koko Adalah Wujud Keberagaman Budaya Nenek Moyang Kita