Mati Muda Demi Indonesia, Inilah Deretan Pahlawan yang Gugur Sebelum Usia 40 Tahun

“Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi tanyakan apa yang kau beri pada negaramu…”

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, banyak pejuang kita yang rela mengorbankan jiwa raganya hingga tetes darah penghabisan. Beberapa diantaranya bahkan harus gugur dalam usia muda.

Baca juga : Kisah Almarhum Triman Srimulat dan Ratmi B-29 yang Dimakamkan di Makam Pahlawan Meski Profesinya Pelawak

Agar kita tak menjadi generasi muda yang sia-sia dan menghabiskan waktu untuk ribut dengan sesama di media sosial maupun share link-link provokatif, ada baiknya jika kita meneladani kepahlawanan para pejuang yang mati muda berikut ini dan mendoakan mereka mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

Gugur di usia belasan hingga 20-an

Martha Christia Tiahahu

Martha mengobarkan perjuangan melawan Belanda hingga tertangkap dan diasingkan ke Batavia. Ia meninggal di usia 17 tahun karena selama di perjalanan melakukan aksi mogok makan hingga jatuh sakit.

Robert Wolter Monginsidi

Semula, Robert adalah seorang guru, namun memutuskan berhenti dan bergabung dengan pejuang muda Indonesia saat Belanda kembali datang ke Indonesia. Robert menjadi memimpin pemberontakan dan dijatuhi hukuman mati pada usia 24 tahun karena menolak diajak berunding.

I Gusti Ngurah Rai

I Gusti Ngurah Rai – www.akar-media.com

Ngurah Rai berhasil membuat satu detasemen Belanda menyerah di Tabanan, Bali dalam sebuah serangan. Pihak Belanda pun membalasnya hingga Ngurah Rai terdesak dan gugur di usia ke-29 tahun. Dalam peperangan itu, Ngurah Rai dan pasukannya menyerukan ‘puputan’ atau perang sampai titik darah penghabisan.

Andi Abdullah Bau Messepe

Andi Abdullah Bau Messepe – Wikipedia

Sebagai putra mahkota dari kerajaan Bone dan Gowa, Andi Abdullah Bau Messepe mengajak rakyatnya untuk memperjuangkan kemerdekaan pasca proklamasi. Seperti kita tahu, Belanda kembali lagi ke Indonesia meski Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Sepak terjang Andi Abdullah ini membuat Belanda gentar dan menghukum mati dengan tembakan di usianya yang ke-29 tahun.

Gugur di usia 30-an

Ranggong Daeng Romo

Daeng Romo semula bekerja untuk pemerintah militer Jepang sebelum akhirnya berhenti karena tak tahan melihat kekejaman Jepang. Beliau pun memutuskan untuk membentuk pasukan yang terdiri dari berbagai laskar rakyat Sulawesi.  Dirinya pun gugur dalam pertempuran di usia 32 tahun.

Kapitan Pattimura

Potret Kapitan Pattimura di uang Rp 1.000 – liputan6

Sebagai seorang panglima perang, Pattimura memimpin pasukannya merebut benteng pertahanan Belanda. Meski sempat lolos dari berbagai insiden perlawanan Belanda, ia akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung pada usia 37 tahun.

Yosaphat Sudarso

Yos Sudarso gugur saat operasi pembebasan Irian Barat – wikipedia

Yos Sudarso terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dan menjabat sebagai Deputi Operasi yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno. Sayangnya, patroli rutin yang ia lakukan justru membuat Belanda mencium rencana operasi tersebut dan mengakibatkan Belanda menembak kapal Yos Sudarso. Beliau pun akhirnya gugur di usia 37 tahun.

Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin, SI Ayam Jantan dari Timur – ibrahimmasamba.blogspot.co.id

Ketika diangkat sebagai Sultan pada usia 24 tahun, Belanda sedang gencar menguasai perdagangan rempah-rempah. Sultan Hasanuddin pun lantas menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia timur untuk melawan dominasi Belanda. Meninggal di usia 39 tahun, Sultan Hasanuddin diketahui tak sekalipun bersedia untuk menerima tawaran kerjasama dari Belanda yang ditujukan untuk meredam pemberontakannya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Hati-Hati! Makanan Ini Jika Dimakan Secara Bersamaan Bisa Menyebabkan Keracunan yang Mematikan

Sisi Gelap dari Spektakulernya Industri K-Pop yang Pasti Bikin Kamu Ngilu